Daging Busuk Hampir Dimasak Rendang


Daging Busuk Hampir Dimasak Rendang

TOBOALI - Daging tak layak konsumsi ditemukan beredar di Pasar Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Daging sapi ini dilaporkan Ahmad (36) kepada tiga dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) karena kondisi daging sudah berubah warna dan berbau busuk.
    
Dijelaskan dia daging tersebut dibeli pada Minggu (18/12) pagi, namun ketika akan dibersihkan beberapa daging seberat 1 kg itu berubah menjadi warna kehijauan dan berbau busuk. "Belinya sekitar jam sembilan pagi lalu sampai rumah dimasukan di dalam lemari es. Eh, pas malamnya sehabis Isya mau dibersihkan sebagian daging sudah berwarna hijau dan bau," ujar Ahmad kepada Radar Bangka, Senin (19/12).
    
Menurutnya daging tersebut dibersihkannya untuk dimasak rendang. Setelah mengeluarkan daging dari lemari es yang masih terbungkus plastik, alangkah kagetnya tercium aroma busuk dan diperiksa beberapa bagian daging warna berubah tidak seperti daging sapi pada umumnya yang berwarna merah.
    
"Memang yang membelinya istri saya dan masalah ini tidak ada sama sekali niat menuduh atau menzholimi, hanya saja saya ingin tahu apa penyebab hingga daging tersebut dapat berubah warna dan berbau. Dengan kejadian ini semoga saja tidak terjadi kembali kepada warga lainnya," pungkasnya.
    
Mendapat laporan dari warga, Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distannak) Basel pun melakukan pemeriksaan. Sayangnya Distannak belum bisa memberikan hasil karena masih menunggu dokter hewan yang saat ini sedang tidak ada di tempat. Kabid Peternakan, Mulyana menduga daging sapi tersebut sudah terjadi penyimpanan (es), bukan daging segar dan diakuinya tidak layak untuk dikomsumsi.
    
"Dilihat tadi dagingnya itu bukan dipotong pada hari Minggu (18/12) atau diduga dilakukan penyimpanan sehari dan hanya diberi es batu. Memang harusnya menyimpang daging itu harus menggunakan frezzer bukan menggunakan es batu. Untuk sementara akan kami lakukan pemeriksaan lalu bagimana hasilnya nanti," terangnya.
    
Diakui Mulyana, daging sapi  tersebut kondisinya sudah membahayakan jka dikonsumsi. Pasalnya, warga daging sudah berubah warna dan mengeluarkan aroma yang kurang sedap. "Kalau hanya menggunakan es saja bisa rusak (daging), biasanya daging yang tidak terjual habis lalu disimpan dengan tidak benar. Bisa juga faktor lain di organ tubuh didalam yang kurang baik tapi kalau sapi sehat masih layak komsumsi. Akan kami beri arahan penjelasan kepada pedagang sapi. Memang untuk saat ini kita belum ada rumah pohon hewan," tambahnya.(bim)





Berikan Komentar

Toboali Lainnya
​Bupati Basel Usulkan Tiga Raperda
​Bupati Basel Usulkan Tiga Raperda
Rabu, 16 Agustus 2017 15:37 WIB
TOBOALI - Untuk menjangkau perkembangan penyelenggaraan sektor perhubungan yang semakin kompleks, maka Bupati Bangka Selatan (Basel)
Desa Tepus Miliki Potensi Sumber Mata Air Bersih Pegunungan
Desa Tepus Miliki Potensi Sumber Mata Air Bersih Pegunungan
Rabu, 16 Agustus 2017 00:58 WIB
AIRGEGAS - Kepala Desa Tepus, Kusmiran mengatakan keberadaan sumber mata air baku dari pegunungan di Dusun Bukit Bebelu diwilayahnya sudah
Puluhan Peserta Ikuti Lomba Lagu Daerah dan Perjuangan
Puluhan Peserta Ikuti Lomba Lagu Daerah dan Perjuangan
Selasa, 15 Agustus 2017 16:50 WIB
TOBOALI - Sebanyak 50 peserta memperebutkan piala lomba lagu pop daerah dan lagu perjuangan di Gedung Nasional, Jl Jendral Sudirman
​Penyusunan RZWP3K Diminta Utamakan Kesejahteraan Nelayan
​Penyusunan RZWP3K Diminta Utamakan Kesejahteraan Nelayan
Senin, 14 Agustus 2017 14:27 WIB
TOBOALI - Kepala Bidang Perikanan, Abdul Haq mengungkapkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)