Amarah Nelayan Teluk Kelabat Memuncak, KIP Blessing Masuki Bibir Pantai


Amarah Nelayan Teluk Kelabat Memuncak, KIP Blessing Masuki Bibir Pantai

BELINYU - Nelayan Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka yang biasa melaut di perairan teluk Kelabat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bangka Barat mengaku resah dengan operasi 1 unit Kapal Isap Produksi (KIP) Blessing yang diduga milik PT Surya Semesta Persada (SSP) atau PT Artha Cipta Langgeng (ACL) di Laut Simping, Teluk Kelabat Bangka. Bahkan amarah nelayan memuncak karena dibuat bingung siapa yang memberikan izin aktivitas tersebut. 

Kepada Radar Bangka online, salah satu nelayan teluk Kelabat, IR (nama di inisialkan) mengaku akibat eksploitasi pengerukan timah laut dari KIP tersebut hanya berjarak kurang lebih 0,5 mil dari bibir pantai membuat pemasukan nelayan jauh merosot.

"Intinya kami kesal, saya tidak bisa kemanalah mencari ikan (mancing), sedangkan mau mancing jauh tidak bisa pakai perahu kecil.Mereka sudah minta izin kemarin, namun kami tolak, tapi masih juga tetap beroperasi, kan iblis itu, membangkang," keluhnya saat ditemui di Pelabuhan Batu Dinding, Belinyu. 

Disebutkan IR tadi, operasi KIP Blessing di perairan teluk Kelabat sekitar 1 tahun belakangan ini. Sempat beberapa kali di demo sebelumnya oleh nelayan dan berpindah ke laut lepas, namun kembali lagi mendekat ke bibir pantai. 

"Sepeserpun kami masyarakat dan nelayan tidak menerima kompensasi apapun dari KIP Blessing, biar diberi kami gak, karena kami gak izinkan disini. Kalau mau operasi silahkan, tapi jangan dekat wilayah tangkapan ikan kami, teluk Kelabat," IR menambahkan dengan logat khas Belinyu. 

IR bilang, sebagai orang kecil pihaknya hanya bisa bertindak seadanya untuk mengusir KIP Blessing. Tentu dalam hal ini pemerintah daerah harus turut andil menyikapi keluhan masyarakat nelayan di pesisir pantai Belinyu tersebut. 

Jika pemerintah daerah yang memberikan izin operasi KIP Blessing, nelayan teluk Kelabat tak segan akan mendatangi komplek Pemda Bangka dan membuat kerusuhan. Makanya, aksi demo yang digelar pagi ini guna mendatangi KIP tersebut dan mengetahui milik siapa kapal pengeruk timah tersebut. 

"Makanya kami mau tau, katanya ada yang bilang milik perusahaan ada juga yang bilang milik pemerintah daerah.Yang penting saya bisa mancing, dan nelayan lain dapat mencari ikan, sebab pendapatan sudah tidak sebanding dengan pengeluaran," sesalnya.(dev)





Berikan Komentar

Sungailiat Lainnya
124 Bendahara Desa Ikuti Bimtek Pencegahan Tipikor
124 Bendahara Desa Ikuti Bimtek Pencegahan Tipikor
Jum'at, 19 Oktober 2018 12:44 WIB
SUNGAILIAT - Sebanyak 124 Bendahara Desa di kabupaten Bangka mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pencegahan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) bagi
Penuhi Syarat Pemilih Secara Valid, KPU Bangka Adakan GMPH
Penuhi Syarat Pemilih Secara Valid, KPU Bangka Adakan GMPH
Jum'at, 19 Oktober 2018 11:46 WIB
SUNGAILIAT - Guna menyempurnakan Data Pemilih Tetap (DPT), mengantisipasi data pemilih yang bermasalah dan memastikan seluruh warga negara yang memenuhi
Proyek Rusunawa Sungailiat Dinilai Janggal ?
Proyek Rusunawa Sungailiat Dinilai Janggal ?
Senin, 15 Oktober 2018 19:56 WIB
SUNGAILIAT - LSM KCBI Bangka Belitung menyangsikan jika pekerjaan rusunawa Sungailiat yang berdiri di lahan berstatus lahan Pemda Bangka beralamat
Delapan Fraksi di DPRD Bangka Menyetujui  Pembentukan DOB Bangka Utara
Delapan Fraksi di DPRD Bangka Menyetujui Pembentukan DOB Bangka Utara
Senin, 15 Oktober 2018 19:33 WIB
SUNGAILIAT - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhirnya menandatangani surat memorandum dukungan pembentukan Kabupaten