Berita Pangkalpinang
Pengelolaan Sampah Babel Masih Buruk
Sabtu, 25 Juni 2011 11:39 WIB | Dibaca 716 kali
PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Penanganan dalam pengelolaan sampah di kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dinilai masih buruk. Imbasnya, tahun ini, tidak satu pun kabupaten kota yang mendapat Adipura.

"Pemberian nilai terhadap kabupaten dan kota kita yang masuk nominasi, namun tidak lolos itu objektif. Wajar dapat nilai jelek. Pengelolaan sampah di beberapa daerah dalam nominasi Adipura masih di bawah Passing Grade, apalagi yang tidak masuk nominasi," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Babel, Amrullah, Jumat (24/6) kemarin.

Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Babel, diketahui belum mampu mengelola ribuan ton sampah yang masuk tiap harinya. Mereka masing menggunakan sistem angkut-bawa-buang atau bakar.

"Sampah bukan hanya dibakar. Seharusnya tidak ’Angkut-Bawa-Buang atau Bakar’ lagi, tapi bagaimana me-Recyle. Di Babel ada satu di Suangailiat, tapi belum sesuai dengan pengaturan yang ditetapkan," ujarnya.

Amrullah menjelaskan, pihak di BLHD provinsi hanya mampu membina kabupaten dan kota dalam pengelolaan sampah, sebab wewenang tersebut menjadi milik daerah sesuai dengan PP Nomor 38 Tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan kabupaten dan kota. (dry) 




comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Dollar Melejit, Pelaku Usaha Traveling Menjerit
Dollar Melejit, Pelaku Usaha Traveling Menjerit
JAKARTA - Menguatnya dolar Amerika sampai Rp 14 ribuan hampir bisa dipastikan membuat masyarakat yang suka plesir ikut merana. Terutama, bagi yang kerap
Demi Neymar, MU Rela Pecahkan Rekor Dunia
Demi Neymar, MU Rela Pecahkan Rekor Dunia
BARCELONA - Manchester United berambisi untuk memboyong superstar Barcelona, Neymar. Dilansir dari AS, Selasa (25/8), Setan Merah
Penilaian Guru Diperketat
Penilaian Guru Diperketat
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menegaskan penilaian kinerja dan kompetensi guru harus menjadi syarat utama dalam pemberian tunjangan profesi.
Mitra Radar