Berita Pangkalpinang
Pengelolaan Sampah Babel Masih Buruk
Sabtu, 25 Juni 2011 11:39 WIB | Dibaca 395 kali
PANGKALPINANG (radarbangka.co.id) - Penanganan dalam pengelolaan sampah di kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dinilai masih buruk. Imbasnya, tahun ini, tidak satu pun kabupaten kota yang mendapat Adipura.

"Pemberian nilai terhadap kabupaten dan kota kita yang masuk nominasi, namun tidak lolos itu objektif. Wajar dapat nilai jelek. Pengelolaan sampah di beberapa daerah dalam nominasi Adipura masih di bawah Passing Grade, apalagi yang tidak masuk nominasi," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Babel, Amrullah, Jumat (24/6) kemarin.

Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Babel, diketahui belum mampu mengelola ribuan ton sampah yang masuk tiap harinya. Mereka masing menggunakan sistem angkut-bawa-buang atau bakar.

"Sampah bukan hanya dibakar. Seharusnya tidak ’Angkut-Bawa-Buang atau Bakar’ lagi, tapi bagaimana me-Recyle. Di Babel ada satu di Suangailiat, tapi belum sesuai dengan pengaturan yang ditetapkan," ujarnya.

Amrullah menjelaskan, pihak di BLHD provinsi hanya mampu membina kabupaten dan kota dalam pengelolaan sampah, sebab wewenang tersebut menjadi milik daerah sesuai dengan PP Nomor 38 Tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan kabupaten dan kota. (dry) 




comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Bank Sumsel Babel Layani Penukaran Uang Riyal
Bank Sumsel Babel Layani Penukaran Uang Riyal
PANGKALPINANG - Untuk memudahkan nasabah yang ingin beribadah haji tahun ini, Bank Sumsel Babel siap melayani penukaran uang Riyal, baik pecahan 1, 5, 10, 20, 100, 200 maupun 500 real.
Sterling Bakal Dapat Kontrak Baru
Sterling Bakal Dapat Kontrak Baru
LIVERPOOL-Brendan Rodgers berencana mengapresiasi performa Raheem Sterling dengan kenaikan nilai kontrak di awal musim Premier League musim ini. Namun, manajer The Reds itu menyatakan harus berhati-hati membuat klausul kontrak agar pas dengan usia Sterling.
Bateng Kekurangan Buku Paket
"Jumlah buku paket untuk guru dan siswa masih kurang dari Kementerian Pendidikan Nasional dan kami diperbolehkan untuk memperbanyak,"
Mitra Radar