Berita Pangkalpinang
BPKP Babel Sulit Lacak Aset Pemda
Rabu, 11 Juli 2012 09:44 WIB | Dibaca 115 kali
PANGKALPINANG - Badan Pemeriksaan Keuangan Perwakilan(BPKP) Provinsi Bangka Belitung mengakui hingga kini sulit melacak keberadaan dan kejelasan aset yang dimiliki pemerintah daerah baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/kota. Tak heran, sampai saat ini pemda sulit meraih wajar tanpa pengecualian (WTP) kecuali Pemkab Bangka Tengah dan Bangka Selatan.
Demikian diungkapkan Kepala Sub Bagian Auditor BPKP Provinsi Babel Ian Kartiwan dalam jumpa persnya usai peresmian gedung baru, Selasa(10/7) kemarin. Akan tetapi, diakuinya, sejak hadirnya BPKP Babel secara perlahan persoalan aset tersebut bisa diselesaikan. "Selain lemah dalam pencatatan aset, kebanyakan persoalan yang dialami pemda kita adalah masalah piutang pajak daerah yang masih terakumulasi data lama," kata Ian.
Di sisi lain, lanjut Ian, belanja daerah pun sampai sekarang masih banyak yang lalai. Namun demikian, hal tersebut bukan merupakan persoalan yang baru lagi dalam setiap pemeriksaan yang dilakukan BPKP Babel.
Lebih jauh dijelaskannya, pada umumnya pemda selalu bersikap terbuka dalam setiap pemeriksaan. Hanya saja, yang menjadi persoalan ialah terkadang dalam pelaporannya pemda masih bertele-tele, sehingga menghambat tugas BPKP Babel.  "Keterbukaan itu wajib dilakukan pemda. Makanya, audit ini saya anggap itu seni karena memiliki tantangan yang berat dalam membuka keterbukaan itu," terangnya.
Oleh sebab itu, Ian mengimbau agar seluruh pemda bisa melengkapi semua data-data aset yang dimiki mengingat persoalan tersebut sudah berlarut-larut. "Ya setidaknya ada ada klarifikasi asetlah dari pemda kita. Dengan begitu, tidak ada lagi yang namanya wajar dengan pengecualian(WDP)," tandasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Provinsi Babel Iskandar Zulkarnaen juga mengakui hal tersebut. Menurutnya, hingga saat ini persoalan aset memang menyebabkan Pemprov sulit meraih WTP. "Kita memang dikatakan plin-plan dalam hal ini. Tapi itu faktanya mau gimana lagi. Tapi yang jelas, untuk memperbaiki hal ini kita sudah anggarkan anggaran untuk pembuatan database aset tahun ini," tegasnya.(Cr43)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
PANGKALPINANG - Ingin membuat hari pernikahan Anda berkesan istimewa? Paket pernikahan Hotel Bumi Asih Pangkalpinang dapat menjadi pilihan tepat Anda dalam merencanakan pernikahan.
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
VALENCIA - Bukan kalah atau menang yang menjadi target timnas senior Indonesia selama menjalani rangkaian tur Spanyol. Alfred Riedl selaku pelatih timnas senior hanya ingin melakukan evaluasi dalam laga uji coba di Negeri Matador tersebut.
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah - Siti Aisyah Pulungan (8) mencium ayahnya Muhammad Nawawi Pulungan (54) yang dirawat di RS Pirngadi pada hari pertama ia kembali bersekolah di Medan, Sumut, Jumat (21/3). Sejak setahun terakhir Aisyah tidak ke sekolah karena merawat ayahnya yang sakit di atas becak. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Mitra Radar