Berita Pangkalpinang
Kesbangpol Akan Jadi Badan Vertikal. Wawako: Koordinasi Lebih Mudah
Senin, 25 Juni 2012 10:27 WIB | Dibaca 1.074 kali
PANGKALPINANG-Pemerintah pusat berencana mengambil alih Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Bila selama ini Kesbangpol mejadi tanggung jawab Kepala Daerah, ke depan badan ini akan menjadi instansi vertikal. Perubahan tersebut pun akan diatur lewat revisi UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Alasan Mendagri Gamawan Fauzi untuk mengambil alih karena kesatuan bangsa merupakan tugas pusat. Penggambil kebijakan terhadap Kesbangpol di daerah berada di tangan Gubernur selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat. 
Menanggapi rencana tersebut, Wakil Walikota (Wawako) Pangkalpinang Malikul Amjad siap menerima instruksi dari pemerintah pusat. Menurutnya, dengan Kesbangpol di tangan pusat, maka koordinasi mengenai kesatuan bangsa akan menjadi lebih seperti halnya koordinasi dengan pihak kepolisian. “Itu tentang organisasi kepemerintahan. Kalau sudah ada instruksi dari pusat bahwa badan akan lepas dari Pemkot jadi vertical, tidak masalah. Sama saja. Tinggal efektifitas dan koordinasi harus sinergis. Akan lebih mudah koordinasinya mengenai kebangsaan sama seperti koordinasi dengan kepolisian,” ujarnya, Sabtu (23/6).
Fungsi Kesbangpol akan dalam ranah fungsi pemerintahan umum. Termasuk di dalamnya, adalah fungsi pengawasan.  Di era otonomi daerah, fungsi itu diserahkan ke daerah. Namun dalam pelaksanaannya, Gamawan mengakui tak optimal. Maka harus ada revisi, dimana fungsi Kesbangpol akan langsung dikontrol pusat. 
Gamawan mengatakan, bila fungsinya dan keberadaan Kesbangpol  masih seperti sekarang, akan menjadi problem ketika yang melakukan pelanggaran itu adalah kepala daerah. Pengangkatan kepala Kesbangpol ke depan harus disetujui pemerintah pusat.
Salah satu fungsi Kesbangpol yang akan diatur di revisi UU 32 adalah menjadi pembina ormas di daerah. Dengan perubahan itu, setidaknya jaringan pusat di daerah cukup kuat. Di revisi UU Pemda juga nanti juga akan diatur kriteria ormas berskala daerah dan nasional. Selama ini, kriterianya belum ada. Dengan begitu pembinaan akan lebih mudah lagi.  Diwawancarai Rabu (20/6) pekan lalu, Kepala Kesbangpol Pangkalpinang Anggo Rudi menyatakan bila pihaknya kesulitan mendata Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Organisasi Kemasyarakatan (Orkesmas). Hingga saat ini, sedikitnya lima LSM maupun Orkesmas tersebut baru terdata. “LSM di Pangkalpinang cukup susah didata. Hingga saat inipun kita baru mengantongi data lima LSM atau Orkesmas. Kalau yayasan cukup banyak. Dikhawatirkan mereka kesulitan mendapat bantuan dari Pemerintah Kota,” katanya. 
Dijelaskannya, LSM atau Orkesmas merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan. Tiap tahunnya Pemerintah Kota (Pemkot) menganggarkan bantuan kepada LSM atau Orkesmas tersebut. Hanya, bantuan diberikan kepada LSM atau Orkesmas yang telah terdaftar dan mengajukan bantuan. “Orkesmas adalah mitra kerja Pemerintah. Misalkan, ada Orkesmas yang ingin buat jalan tapak di Kelurahan bisa mengajukan bantuan dana. Tapi bantuan tersebut akan dianggarkan tahun berikutnya untuk Orkesmas yang telah didata di Kesbanpol. Bila tidak, tentu tidak bisa,” jelasnya.
Meski sudah terdaftar di Kesbanpol tingkat Provinsi, LSM atau Orkesmas tersebut masih harus mendaftar di tingkat Kabupaten/ Kota. Untuk didata di Kesbangpol Pangkalpinang, LSM atau Orkesmas kata Anggo, harus memenuhi sebanyak 22 syarat.  “LSM atau Orkesmas harus mendaftar di Kesbangpol tingkat Provinsi dan Kabupaten atau Kota. Mereka harus memenuhi 22 persyaratan agar tedaftar. Jika sudah, mereka bisa diberikan bantuan. Jangan hanya mendekati Pilkada baru bermunculan,” sentil Anggo. (dry)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Mulai 1 Februari 2015, Garuda Gabungkan PSC ke Tiket
Mulai 1 Februari 2015, Garuda Gabungkan PSC ke Tiket
JAKARTA - PT Garuda Indonesia akan menyatukan biaya Passenger Service Charge (PSC) ke dalam tiket mulai 1 Februari 2015. Pihak Garuda akan melakukan pengutipan biaya PSC pada saat penumpang membeli tiket penerbangan di berbagai channel distribusi seperti kantor penjualan Garuda Indonesia, contact center,travel agent,
La Liga Nomor Masih Satu, Liga Indonesia Peringkat 74
La Liga Nomor Masih Satu, Liga Indonesia Peringkat 74
JAKARTA - La Liga kembali menjadi liga terkuat di dunia versi International Federation of Football History & Statistics (IFFHS). Liga kasta tertinggi di Spanyol itu menjadi terbaik 2014 mengungguli liga-liga papan atas lainnya seperti Serie A Italia maupun English Premier League Inggris.
Babel Kekurangan 250 Guru Madrasah
Babel Kekurangan 250 Guru Madrasah
PANGKALPINANG - Provinsi Bangka Belitung saat ini masih kekurangan guru Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kekurangan itu sebanyak 250 guru untuk mata pelajaran umum.
Mitra Radar