Apa Kabar Kasus OTT Pegawai Pajak Pratama?


Apa Kabar Kasus OTT Pegawai Pajak Pratama?

PANGKALPINANG - Sampai saat ini kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oknum pegawai pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka terjaring operasi Tim Saber Pungli Polda Kepulauan Bangka Belitung masih tahap kelengkapan berkas atau dengan kata lain masih tahap P19.

Hal itu dikatakan oleh Kasubdit III Tipikor Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Slamet Riyadi pada Rabu (8/8/2018) melalui pesan Whats App kepada wartawan.  Menurut Slamet dalam kasus itu masih ada kekurangan yang mesti dilengkapi jadi sampai saat ini kasusnya belum P21 artinya masih tahap P19. 

"Belum bang P21 bang.., masih ada kekurangan yg harus di lengakapi lg. Walaikumsallam wr.wb.., jawab Slamet singkat.
Kasus ini bermula saat oknum pegawai pajak yang ditangkap tersebut berinisial HR yang bertugas mengawasi dan memberikan konsultasi kepada wajib pajak. Dalam OTT itu, pihak Tipikor Polda Kepulauan Bangka Belitung sudah menetapkan tersangka berinisial HR.

HR ditangkap oleh Tipikor Polda Kepulauan Bangka  Belitung pada Senin (9/4/2018) dan saat penangkapan, Tim Tipikor Polda sempat mengamankan uang tunai sejumlah Rp 50 juta yang teebungkus dalam amplop coklat.

Kepala KPP Pratama Bangka Dwi Hariyadi saat dikonfirmasikan sejumlah wartawan di kantornya, tidak membantah adanya penangkapan dalam OTT tersebut. "Ya jadi memang oknum pegawai kita yang terjaring OTT. Masalah sanksi pegawainya ada tahapan setelah ada keputusan pengadilan. HR ini adalah pegawai yang memang mengawasi dan memberikan konsultasi bagi wajib pajak," ujarnya, Rabu (11/4). 

Seperti diberitakan di media lokal, pegawai pajak HR diamankan di depan Ayam Teriak Air Itam, Senin (9/4/2018) siang. Sayangnya saat kejadian pihak Polda Babel belum memberikan keterangan secara resmi mengenai penangkapan tersebut yang sempat gambarnya diabadikan oleh masyarakat. Dalam penangkapan tersebut terlihat sejumlah aparat berpakaian putih mengamankan uang segepok.

Kepala KPP Pratama Bangka Dwi Hariyadi, ketika dikonfirmasi media lokal pada Selasa sore (10/4) mengatakan masih menunggu konfirmasi dari Polda Babel, apakah benar yang tertangkap OTT oleh Tim Saber Pungli adalah pegawai KPP Pratama Bangka. Jika benar yang diamankan tadi adalah pegawainya, berjanji Dwi akan menindak tegas.  

"Secara institusi saya sangat marah dan kesal, kalo benar pegawai saya terjaring OTT. Ini saya masih menunggu kabar dari Polda, apakah benar itu pegawai saya, jika terbukti, akan saya sanksi terbuka seperti sanksi pecat," papar Dwi.

Terkait benar atau tidaknya OTT pegawainya, Dwi juga meminta agar pegawainya dalam melaksanakan tugas mengacu pada standar pelayanan yang sesuai aturan.

"Jangan memberi peluang adanya pungli. Yang ingin pelayanannya cepat dan tak ingin berbelit harus bayar. Masyarakat pun juga jangan mau dan juga harus ikut aktif melakukan pemberantasan pungli dengan tidak memberikan imbalan apapun," harap Dwi. 

Sedangkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumsel dan Babel, M Ismiriansyah M Zain atau yang akrab disapa Rendi ketika dihubunggi  media lokal melalui Handphone di nomor 081219568 xxx, meski aktif namun sayangnya HP yang bersangutan tidak diangkat. (sumber media lokal).

Ternyata masih ada oknum pajak  gentayangan di kota Pangkalpinang. Sebelumnya berita OTT ini sempat ditutup-tutupi namun akhirnya bisa terbongkar juga. KPP Pajak Pratama yang gencar sosialisasi soal pajak ternyata pemain juga.

Sementara itu kepada pihak penyuap sampai saat ini belum ada keterangan resmi apakah akan dijadikan tersangka ataupun tidak. 

Tetapi dalam kasus ini ada apa dengan Menkiong alias Leo Wijaya Bos Elpiji di Bangka Barat karena setelah di OTT, pengusaha ini langsung memberikan apresiasi lewat media, "saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polda Kepulauan Bangka Belitung yang berhasil melaksanakan OTT terhadap pegawai pajak itu", ujar Menkiong pada Saptu ( 15/4/2018) seperti dikutip dari media lokal.(don)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Oknum Penambang Ilegal Kawasan Parit Enam Kebal Hukum?
Oknum Penambang Ilegal Kawasan Parit Enam Kebal Hukum?
Selasa, 14 Agustus 2018 18:15 WIB
PANGKALPINANG - Tampaknya para oknum pelaku tambang timah ilegal tidak jera untuk terus melakukan kegiatan tambangnya, terkesan kebal hukum, pasalnya
SPBU A Yani Tutup Saja
SPBU A Yani Tutup Saja
Selasa, 14 Agustus 2018 18:06 WIB
PANGKALPINANG – Tim investigasi Pertamina ternyata sudah turun ke lokasi terbakarnya mobil pengerit stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)
RS Siloam Membuka Layanan BPJS Kesehatan
RS Siloam Membuka Layanan BPJS Kesehatan
Selasa, 14 Agustus 2018 18:04 WIB
PANGKALPINANG - Rumah Sakit (RS) Siloam Bangka merealiasikan komitmennye untuk melayani masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di Bangka Belitung (Babel), dengan
​Kebakaran di Jalan Masjid Jami, Satu Korban Alami Luka Bakar
​Kebakaran di Jalan Masjid Jami, Satu Korban Alami Luka Bakar
Selasa, 14 Agustus 2018 12:26 WIB
PANGKALPINANG - Kebakaran terjadi di RT 01. RW 01, Kelurahan Masjid Jami, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang mengakibatkan satu rumah milik Merry