Gedung Asrama IAIN SAS Disebut Sarang Hantu


Gedung Asrama IAIN SAS Disebut Sarang Hantu

PANGKALPINANG - Berbagai polemik melanda tubuh Institut Agama Islam Negeri  Syaikh Abdurahman Siddik (IAIN SAS) Bangka yang dulu bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Setelah dilaporkan dugaan korupsi mega proyek gedung kembar ke Subdit Tipikor Polda Bangka Belitung.  Kini masalah lama muncul ke permukaan yang banyak dikeluahkan mahasiswa dan mahasiswi IAIN SAS.

Adalah gedung asrama berlantai tiga yang menjadi sarana pendukung tidak difungsikan secara maksimal atau terkesan mubazir. Gedung asrama yang sudah rampung sekira 5 tahun dengan nilai sekitar 10 miliar dari pos Kementerian PUPR tahun 2012 ini tidak ditempati para mahasiswanya. Keluhannya mahasiswa takut karena gedung asrama berhantu.

Keluhan tersebut disampaikan salah satu mahasiswinya, PI, mahasiswi fakultas Tarbiyah jurusan bahasa Inggris. Diakuinya, asrama tersebut tidak digunakan lantaran banyak faktor, diantaranya ada banyak mahasiswi yang kesurupan.

"Dulu pernah bang asrama itu ditempati sewaktu ospek. Akan tetapi, karena banyak yang kesurupan jadi tidak pernah ditempati lagi. Asrama atau mess itu kami sebut sarang hantu," ungkapnya.

Namun, PI mengatakan, saat ini gedung asrama itu sudah disterilkan. "Dengan kabar pihak IAIN SAS sudah disterilkan atau bahasanya sudah dibacakan doa. Mudah-mudahan kalau tidak angker lagi kami bisa menempati asrama tersebut," harapnya.

Senada dikatakan mahasiswi berinisial NT, dirinya sejak semester awal hingga akhir belum pernah mencicipi tinggal di gedung yang memang peruntukannya buat mahasiswa. "Sejak saya kuliah sampai mau susun skripsi gak pernah kesana. Banyak teman-teman yang mengeluhkan tidak ada tempat tinggal karena jauh mencari kontrakan atau kosan," keluhnya.

Terkait pemberitaan ini, Pembantu Rektor (PR) III, IAIN SAS Babel, Rusdi Sulaiman saat dihubungi Radar Bangka mengatakan bahwa kewenangan gedung asrama haji tersebut bukan pada dirinya. "Bukan saya itu yang mengurusi gedung asrama, saya lagi di Jawa Timur. Memang gedung tersebut sudah direvitalisasi (massa perawatan), nantinya juga akan digunakan untuk kepentingan mahasiswa," katanya dihubungi melalui ponselnya, Minggu (1/7).

Ditanya soal kesan angker gedung asrama yang disebutkan mahasiswa, Rusid Sulaiman tak menampik kabar tersebut. "Intinya sudah diseterilkan, nantinya dalam waktu dekat akan difungsikan," tandasnya.

Sekedar diketahui, sebetulnya masih banyak proyek-proyek dan pengadaan-pengadaan besar tetapi tak termanfaatkan bagi kepentingan mahasiswa. Seperti contohnya adanya bantuan pemerintah berupa mess penginapan buat mahasiswa yang sudah 5 tahun berdiri. Tetapi ternyata sampai sekarang belum juga termanfaatkan sehingga terkesan sia-sia, bahkan ada kesan menjadi sarang hantu.

Diketahui pihak kampus begitu semangat dalampengadaan-pengadaan proyek atas nama pengembangan kampus. Namun dari sisi pemanfaatan tak dirasakan mahasiswa.

“Khusus pengadaan seperti mebeler di mess tersebut sudah lama berlangsung mestinya mahasiswasudah bisa tinggal disana. Tetapi faktanya tak termanfaatkan bahkan terancam mebelernya memburuk dan rusak sehingga bukan tidak mungkin bakal ada pengadaan-pengadaan kembali. Seperti contohnya adanya bantuan pemerintah berupa mess penginapan buat mahasiswa yang sudah 5 tahun berdiri. Tetapi ternyata sampai sekarang belum juga termanfaatkan sehingga terkesan sia-sia, bahkan ada kesan menjadi sarang hantu,” ucap Amsori yang juga mantan pengurus BEM STAIN SAS dikutip dari Babelpos.

Selain itu, kata Amsori, kampus yang kini sudah berkembang menjadi IAIN menurutnya harus menjadi perhatian yang lebih besar. Dimana kampus -bagian belakang- jangan sampai terkesan semak dan kumuh akibat lingkunganya yang tak terawat. “Kalau kita lihat lingkungan kampus sangat semak dan tak terawat, padahal sudah jadi IAIN. Hal sederhana, tetapi membuat citra kampus terperosok di mata publik,” ingatnya.

Menurutnya Rektor IAIN SAS, Dr. Zayadi, agar terbuka serta mampu bekerjasama  baik dengan penyidik  guna menjelaskan kondisi proyek-proyek yang menjadi tanggung jawabnya selaku KPA.

Jangan sampai citra kampus terus terjun bebas setelah adanya pengalaman buruk dimana mantan ketua STAIN dan wakil lama yang harus berurusan hukum.

“Sebagai mantanmahasiswa kita berharap pengelolaan kampus  lebih baik oleh pihak Rektorat. Dengan begitu menjadi kebanggaan tersendiri dan bukanya kita justeru dibuat miris dengan dipertontonkan persoalan hukum yang membelit tak berkesudahan sejak awal kampus berdiri,” ingatnya.

Kasus yang membelit saat ini berupa persoalan detail engineering design (DED) proyek pembangunan gedung kuliah kembar jilid 1 yang  merembet  kepada  proyek SBSN 2018 yang sudah selesai lelang dan dimenangkan oleh kontraktor dari Surabaya.

Penyidik mempertanyakan penunjukan panitia proyek 2018 tersebut yang diangkat oleh KPA diduga bermasalah. Dimana pembuatan DED awal di proyek pertama menyebabkan molornya penyelesaian gedung.

“Kita segera panggil pejabat penanggung jawab pembuatan DED dan konsultan dalam proyek itu. Semua pejabat yang terkait akan kita periksa sama,” ujar Kasubdit Tipikor AKBP Slamet Adypurnomo.

Adapun pejabat PPK dalam proyek 2018 senilai Rp 35 milyar  yakni Zahwan Zaki dan sekretaris Inggi. Zayadi sendiri saat harian ini hubungi melalui whatsapp belum memberikan konfirmasi dan klarifikasinya. Sementara Zahwan Zaki dan Inggi sedang diusahakan untuk konfirmasinya.

Seperti sudah diketahui kalau mega proyek tersebut terbagi ke dalam  2  proyek masing-masing bersumber surat berharga syariah negara (SBSN) tahun 2017 berupa gedung kuliah terpadu 1 senilai Rp 27 milyar. Dimana gedung jilid 1 ini sudah mencapai penyelesaian dan sedang finishing.

Sementara  di tahun  2018 gedung kuliah terpadu 2 senilai Rp 35 milyar sedang dimulai pelaksanaan. Dimana keberadaan dari 2 gedung tersebut nantinya bernuansa kembar. (don)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Ombudsman RI Kunjungi Radar Bangka
Ombudsman RI Kunjungi Radar Bangka
Kamis, 19 Juli 2018 11:15 WIB
PANGKALPINANG - Anggota Ombudsman RI yang berjumlah empat orang mengadakan kunjungan silahturahmi ke Kantor Harian Radar Bangka, Rabu (18/7).
Satu Pelaku Curas Dibonus Pelor
Satu Pelaku Curas Dibonus Pelor
Rabu, 18 Juli 2018 19:26 WIB
PANGKALPINANG - Unit Opsnal Sub Dit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kepulauan Bangka Belitung melakukan konferensi pers
TI Ilegal di Pangkalpinang Dapat Sorotan Tajam
TI Ilegal di Pangkalpinang Dapat Sorotan Tajam
Rabu, 18 Juli 2018 19:24 WIB
PANGKALPINANG -- Maraknya Penambangan TI ilegal diwilayah kota Pangkalpinang mendapatkan sorotan tajam dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi
Pol PP Bongkar Lapak Pedagang Duren
Pol PP Bongkar Lapak Pedagang Duren
Kamis, 12 Juli 2018 13:17 WIB
PANGKALPINANG - Satuan Pol PP Kota Pangkalpinang mulai melakukan razia penjual durian musiman yang banyak berjualan di bahu jalan kota