Pengakuan Syarif, Keluarga Terdakwa Minyak Goreng Oplosan, Banyak Keluar Duit, Handry Divonis 6 Bulan


Pengakuan Syarif, Keluarga Terdakwa Minyak Goreng Oplosan, Banyak Keluar Duit, Handry Divonis 6 Bulan
Terdakwa

PANGKALPINANG-Malam sehari sebelum sidang vonis kasus perkara minyak goreng 'oplosan', keluarga terdakwa Handry Solichin alias Handry (45) mengakui sudah melakukan lobi-lobian agar sidang vonis yang digelar Selasa (7/11) jangan sampai diberitakan.

Syarif, salah satu keluarga terdakwa sempat menelpon redaktur Radar Bangka dan mengajak ketemuan di Pangkalpinang tepatnya di salah satu kafe. Dalam pertemuannya sekitar pukul 21.00 WIB, Syafir berangkat dengan keluarganya dari Sungailiat ke Pangkalpinang.

    
"Minta tolong bang agar berita ini jangan diekspos. Soalnya sidang putusan agar digelar Senin besok. Kalau tidak bisa diundur Kamis nanti," katanya mengawali perbincangan. 
    
Dikatakan Syarif kalau pihak keluarga sudah banyak keluar duit untuk mengurus perkara yang menimpa Handry. "Kami sudah banyak habis duit buat meringankan perkara ini," kata Syarif yang mengaku juga berkerja di PT Nusantara Jaya Sejahtera Makmur (NJSM). Namun dalam pertemuan tersebut, Radar Bangka tetap berkomitmen akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas apapun hasil dari putusan hakim.  
    
Keesokan harinya, Selasa (7/11), sidang vonis dengan terdakwa Handry Solichin digelar. Ternyata benar kalau majelis hakim memvonis ringan dengan menjatuhkan 6 bulan penjara dengan perintah tetap berada di dalam tahanan. 

Dalam pembacaan vonis di ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang dengan hakim dan jaksa yang sama yakni kasus perkara pupuk oplosan.  
    
Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim pengadilan setempat (PN Pangkalpinang) siang itu terhadap terdakwa (Handry) yakni 6 bulan kurungan penjara.
    
"Bagaimana JPU terhadap putusan ini," tanya majelis yang menyidang perkara tersebut.
Dalam kesempatan itu, seorang jaksa penuntut umum (JPU) asal Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel), Dodi SH menyatakan pihaknya saat ini masih 'pikir-pikir'."Pikir-pikir dulu," kata JPU itu di hadapan majelis hakim.
   
Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim PN Pangkalpinang yakni 6 bulan kurungan penjara atau sedikit lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan pihak JPU terhadap si terdakwa (Handry) sebelumnya yakni 8 bulan kurungan penjara.

    
Pantaua Radar Bangka di ruang sidang, adapun amar putusan hakim yakni hal-hal yang memberatkan kalau perbuatan terdakwa merugikan masyarakat. Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan, terdakwa tidak memberikan keterangan berbelit-belit dan terdakwa belum penah dihukum. 

Sebelum berjalannya persidangan, wartawan koran ini sempat menemui Humas PN Pangkalpinang, Iwan Gunawan SH MH yang juga menjadi majelis anggota sidang terdakwa Handry Solichin. Sempat ditanyakan soal lobian dari keluarga terdakwa ke media."Ya kita lihat saja nanti jalannya sidang. Hari ini jadwal sidang putusannya," kata Iwan.

Selama menunggu sidang di ruang Garuda, keluarga terdakwa, JPU, pengacara dan wartawan sempat lama menunggu kapan kepastian sidang akan dimulai. Apakah ditunda apa tetap sidang. Selama satu jam lebih menunggu akhirnya majelis hakim yang diketuai Surono yang sebentar lagi hengkang dari Pulau Bangka Belitung karena tersandung kasus pupuk oplosan akhirnya dimulai.      
Dalam berita sebelumnya disebutkan jika Handry sesungguhnya diketahui selaku General Manager PT Nusantara Jaya Sejahtera Makmur (NJSM). Handry sendiri terseret dalam perkara kasus minyak goreng oplosan berawal dari pengungkapan kasus oleh tim satgas pangan bersama tim Subdit I Indag Direskrimsus Polda Kepulauan Babel sempat menemukan karyawan PT NJSM yang sedang melakukan pengoplosan minyak goreng di perusahaan tersebut berlokasi di jalan raya Selindung Baru, Kota Pangkalpinang.

Sementara aksi atau modus kejahatan yang dilakukan saat itu diketahui yakni dengan cara membuka kemasan minyak goreng merek Hemart dan Fitri yang sudah mendekati kadaluarsa dan tanpa izin edar.

Selanjutnya, minyak goreng tersebut untuk disaring dengan menggunakan kain dan dikemas kembali kedalam jerigen ukuran 5 liter yang selanjutnya dijual seharga Rp 45 ribu kepada masyarakat.

Hari itu juga tim Satgas Pangan dan Polda Babel pun berhasil mengamankan pula sekitar 22.193,44 liter atau sebanyak 22 ton minyak goreng hasil oplosan yang dikemas dalam plastik.

Perkara kasus minyak goreng oplosan dan kadaluarsa ini pun sebelumnya sempat menjadi sorotan pimpinan Polda Kepulauan Babel saat masih dijabat oleh Brigjen Pol Anton Wahono.


Anton sendiri di hadapan wartawan, Jumat (11/8) saat itu ia sempat mengatakan jika minyak goreng oplosan itu berhasil diungkap berawal dari laporan masyarakat ke pihaknya (Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepulauan Babel).

"Setelah mendapat informasi dari masyarakat tim Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Babel bersama tim Satgas Pangan melakukan pengecekan tehadap gudang itu dan menemukan salah satu karyawan sedang mengoplos minyak," kata Anton saat meninjau langsung lokasi gudang PT NJSM.     

Sementara itu, Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (Amak) Bangka Belitung (Babel) angkat bicara terkait rendahnya putusan tersebut. 
    
Ketua Amak Babel, Hadi Susilo mengatakan luar biasa vonis Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang atas kasus minyak goreng oplosan. "Lagi-lagi putusan majelis hakim sangat mengecewakan khalayak yang selama ini dirugikan oleh pemasok minyak goreng oplosan," ujar Hadi.
    
Dikatakan Hadi Susilo, dengan vonis-vonis yang terkesan berbau kolusi korupsi dan nepotisme (KKN), masyarakat pun menjadi pesimis. "Mungkingkah supremasi hukum di ibu kota negeri Serumpun Sebalai dapat ditegakkan," tegas Hadi. Wallahu a'llam bis sawab!!! (don/wah)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Anggota Parpol Rangkap Anggota PPS
Anggota Parpol Rangkap Anggota PPS
Jum'at, 24 November 2017 13:01 WIB
PANGKALPINANG - Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Pangkalpinang, Wahyu Gusna membenarkan adanya indikasi pelanggaran dalam tahapan pilkada
"Ibu Kite" Keliling Bagikan Seragam Sekolah
"Ibu Kite" Keliling Bagikan Seragam Sekolah
Jum'at, 24 November 2017 12:50 WIB
PANGKALPINANG - Ibu Kite, Endang Kusumawaty kembali berkeliling kota Pangkalpinang untuk membagikan seragam dan paket peralatan sekolah gratis bagi anak-anak
Kembalikan Duit Negara 400 Juta, Mantan Kepala Rupbasan Jual Timah
Kembalikan Duit Negara 400 Juta, Mantan Kepala Rupbasan Jual Timah
Jum'at, 24 November 2017 12:46 WIB
PANGKALPINANG - Joko Surono, tersangka kasus dugaan penukaran dan penjualan barang bukti 1,6 ton balok timah logo SN di Rupbasan
Polda Gelar Pelatihan Cuber Troops
Polda Gelar Pelatihan Cuber Troops
Jum'at, 24 November 2017 12:44 WIB
PANGKALPINANG - Polda Kepulauan Bangka Belitung bekerjasama dengan ICITAP menggelar pelatihan Cyber Troops dengan tema pelatihan Cyber Troops Polda Kepulauan