Kasus Pembebasan Jalan Lintas Timur Kembali Bergulir


Kasus Pembebasan Jalan Lintas Timur Kembali Bergulir

Pemilik Lahan Dipanggil Kejati
Sudah Belasan Saksi Diperiksa


    PANGKALPINANG - Tim Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Kejaksaan Tinggi (Kejati), Babel melakukan penyelidikan untuk mendalami dugaan korupsi pembebasan lahan di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kabupaten Bangka pada tahun 2011 silam. Penyelidikan kembali dilakukan dengan memanggil Rohayati selaku pemilik lahan yang telah menerima dana ganti rugi, Selasa (15/5), kemarin.

    Rohayati sendiri diperiksa sebagai saksi terkait dana yang telah diterima dalam ganti rugi lahan Jalintim yang sempat menyeret tim sembilan Pemkab Bangka yang kala itu diketuai Sekda Bangka. Terkait pemanggilan Rohayati, penyidikan diduga fokus dalam penerimaan dana pembebasan lahan yang diterima saksi, pasalnya ada dugaan dana yang dianggarkan dan yang diterima oleh pemilik lahan terdapat perbedaan.

    Kejati Babel Happy Hadiastuti melalui Kepala Seksi (Kasi), Penegakan Humum Kejati, Roy Arlan mengatakan pemeriksaan yang dilakukan saat ini masih dalam tingkat penyidikan, namun bukan berarti dalam proses penyidikan yang dilakukan, penyidik tersebut tidak akan ada peningkatan status pada para saksi yang sudah dipanggil.

    "Iya untuk hari ini, penyidik memanggil RH selaku pemilik lahan yang sudah menerima ganti rugi pada saat pembebasan lahan di Jalan Lintas Timur. Dia ditanya berkaitan dengan penerimaan dana lahan yang diterima," ujar Roy ditemui RB di ruang kerjanya, kemarin (16/5).

    Dikatakan Roy, Rohayati sendiri bukanlah satu-satunya saksi yang telah dipanggil oleh penyidik, pasalnya sejak masih ditangani Kasi Intel, sudah sekitar sepuluh saksi yang telah dipanggil. Sedangkan, pada saat proses ditangani oleh Aspidsus sendiri setidaknya sudah lima orang saksi yang dimintai keterangan.

    "Waktu masih di intel sudah 10 orang, dan  sekarang sudah mencapai 15 keatas. Penetapan tersangka belum, karena masih cukup rumit makanya perlu lidik secara mendalam. Sabar, kita terus mendalami kasus ini," tegasnya.

    Dijelaskan Roy, adapun saksi yang sebelumnya dipanggil diantaranya Asmawi Alie yang diketahui merupakan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bangka, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kominfo Bangka.

    Saat pembebasan lahan sendiri, Asmawi tercatat sebagai salah satu anggota Tim 9, yang bertugas mendata lahan milik masyarakat yang terkena proyek pembangunan Jalan Lintas Timur pada tahun 2011 silam. Selain itu Kabag Pertanahan Kabupaten Bangka, Camat Merawang Toni Merza, Kades setempat dan juga Sekda Bangka yang saat ini masih menjabat bupati Bangka aktif, Tarmizi.(wah)
 





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
2 Calon Anggota Panwas Dinyatakan Gugur
2 Calon Anggota Panwas Dinyatakan Gugur
Sabtu, 22 Juli 2017 22:33 WIB
PANGKALPINANG - 82 orang peserta tes calon Panwas tersebar di 7 Kabupaten kota se Bangka Belitung (Babel), saat ini harap
Hanura Terima Pengembalian Formulir Cawako Endang
Hanura Terima Pengembalian Formulir Cawako Endang
Sabtu, 22 Juli 2017 19:59 WIB
PANGKALPINANG - Salah satu srikandi kota Pangkalpinang Ir Endang Kusumawati benar-benar serius menunjukkan keinginannya mendapatkan dukungan dari partai politik,
Dugaan Tipikor penyertaan Modal Bank Sumselbabel Segera di SP3
Dugaan Tipikor penyertaan Modal Bank Sumselbabel Segera di SP3
Sabtu, 22 Juli 2017 18:37 WIB
PANGKALPINANG - Dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dalam penyertaan modal Bank Sumselbabel akan dihentikan penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati),
Kajati : Baru 3 Milyar Uang Negara Diselamatkan
Kajati : Baru 3 Milyar Uang Negara Diselamatkan
Sabtu, 22 Juli 2017 13:40 WIB
PANGKALPINANG - Jika ditahun 2016 lalu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel masuk sepuluh besar sebagai Kejati di Indonesia dengan angka pengembalian