Harga Tiket Pesawat Pemicu Terbesar Inflasi Babel


Harga Tiket Pesawat Pemicu Terbesar Inflasi Babel

    PANGKALPINANG - Harga tiket pesawat yang tergolong mahal di Babel menjadi komponen "administred price" yang memiliki rata-rata inflasi tertinggi dalam dua tahun terakhir, baik inflasi bulanan maupun inflasi tahunan.

    "Peningkatan inflasi angkutan udara terjadi disebabkan oleh adanya faktor musiman yang mempengaruhi harga tiket perjalanan pesawat mahal terutama saat adanya hari raya Cheng Beng, Idul Fitri, Natal dan Tahun baru," ujar Manajer Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Kantor Perwakilan BI Babel, Sudarta pada kegiatan sosialisasi kebanksentralan dan program pengendalian inflasi Babel di Batam, Kamis (4/5).

    Ia menjelaskan, kota Pangkalpinang memiliki rata-rata inflasi angkutan udara 3 tahunan yang lebih tinggi dari kota Tanjungpandan. "Rata-rata inflasi bulanan selama 3 tahun, angkutan udara Pangkalpinang sebesar 6,04 persen (mtm), sedangkan kota Tanjungpandan sebesar 2,2 persen (mtm)," ujarnya.

    Ia menambahkan, sejalan dengan hal tersebut, rata-rata inflasi tahunan, Pangkalpinang sebesar 45,58 persen (yoy) dan Tanjungpandan sebesar 22,76 persen (yoy). Menurutnya, dihapusnya penerbangan Sriwijaya Air rute Pangkalpinang-Palembang jam keberangkatan 18.00 WIB sejak bulan September 2016 membuat para kompetitor cukup leluasa untuk menaikkan harga tiket. "Sebagai contoh, harga tiket Lion Air rute Pangkalpinang-Palembang pukul 18.00 WIB yang dulu dijual seharga Rp186.000 menjadi Rp525.000 pada tahun 2017 atau naik 182 persen. Hal ini berkontribusi terhadap tingginya inflasi angkutan udara," jelasnya.

    Lebih lanjut ia sampaikan, inflasi Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 1,02 (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi yang sebesar 0,38 persen (mtm). Sedangkan untuk Kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 0,93 persen (mtm), setelah pada bulan sebelumnya tercatat deflasi sebesar 1,49 persen (mtm).

    Ia menyebutkan, pada bulan April 2017, inflasi Pangkalpinang dan Tanjungpandan masih pada pola historis.  "Event Cheng Beng sampai awal April dan libur panjang di minggu ke dua dan empat bulan April memberikan andil inflasi terutama pada komponen tarif angkutan udara dan secara historis menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri juga memicu tingginya inflasi," jelasnya.(ant/rb)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Hadirkan 8 PNS Saksi Korupsi Bansos
Hadirkan 8 PNS Saksi Korupsi Bansos
Selasa, 19 September 2017 11:17 WIB
PANGKALPINANG - Sidang perkara kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) dengan terdakwa Silviana Prihartini alias Silvi sampai saat ini
135 Regu Meriahkan Pawai Taaruf
135 Regu Meriahkan Pawai Taaruf
Selasa, 19 September 2017 09:16 WIB
PANGKALPINANG - Antusias dan kegembiraan tampak jelas dalam raut wajah dari 135 regu para santri TPA/TKA, siswa SD, SMP hingga
Walikota Sampaikan Nota Keuangan dan Raperda APBD 2018
Walikota Sampaikan Nota Keuangan dan Raperda APBD 2018
Selasa, 19 September 2017 13:38 WIB
PANGKALPINANG - Memasuki tahun kelima atau tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pangkalpinang tahun 2013-2018, Pemerintah
Dinsos Tangani 29 Kasus Kekerasan Anak
Dinsos Tangani 29 Kasus Kekerasan Anak
Selasa, 19 September 2017 13:32 WIB
PANGKALPINANG - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sampai akhir Agustus 2017 telah