Kejati Periksa Yusroni


Kejati Periksa Yusroni
TINGGALKAN KEJATI - Mantan Bupati Bangka Yusroni Yazid meninggalkan Kejati Babel, usai dimintai keterangan terkait pemberian izin aktivitas PT Pulomas dalam melakukan pengerukan alur muara sungai Jelitik, kemarin (6/4). Foto : Anjar/Radar Bangka

Roy : 30 Pertanyaan Kita Ajukan

    PANGKALPINANG - Mantan Bupati Bangka, Yusroni Yazid memenuhi panggilan pemeriksaan dari pihak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati) terkait adanya indikasi tindak pidana pengerukan alur muara sungai Jelitik, Sungailiat, Bangka. Kamis (6/4)

    Usai diperiksa selama kurang lebih 7 jam oleh penyidik, akhirnya Yusroni yang mengenakan baju kemeja bernuansa kelabu keluar dari ruang pemeriksaan. Dihadapan sejumlah wartawan, Yusroni membenarkan jika dirinya sedang diminta keterangan oleh penyidik terkait pemberian izin aktivitas PT Pulomas dalam melakukan pengerukan alur muara sungai Jelitik. "Hanya dimintai keterangan saja, terkait saya masih menjabat sebagai bupati," ujarnya.

    Menurutnya, izin pengerukan yang dikeluarkan oleh Pemkab Bangka tidak ada masalah. Dirinya membantah jika izin yang dikeluarkan tersebut disaat akhir masa jabatannya. "Tidak ada masalah, izin itu dikeluarkan tahun 2011 sedangkan saya habis masa jabatan tahun 2013," katanya. Lebih lanjut, Yusroni menjelaskan terkait keringanan retribusi ke Pemkab Bangka. Menurutnya, kegiatan pengerukan ini bukan di biayai oleh APBD sehingga pihak perusahaan meminta keringanan untuk pungutan retribusi.

    "Mereka meminta keringanan karena pengerukan ini tidak dibiayai oleh dana APBD atau APBN jadi dari itu maka retribusi minta di kurangi," jelasnya. Dirinya pun tidak mengetahui jika selama PT Pulomas beroperasi ternyata tidak hanya mengeruk pasir laut saja melainkan juga ada aktivitas pengerukaan pasir timah.

    "Mereka ini melakukan pengerukan, kalau ada penambangan itu diluar sepengetahuan saya," tuturnya. Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Babel Roy Arlan seijin Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Happy Hadiastuty membenarkan pihaknya melakukan pemeriksaan kepada 3 orang sebagai seorang saksi. "Ada 3 orang ini diperiksa semua masih sebagai saksi," ujar Roy.

    Dari 3 orang yang dipanggil, dikatakan Roy hanya satu orang yang memenuhi panggilan. Sementara 2 orang dari pihak perusahaan PT Pulomas tidak hadir. "Dijadwalkan ada 3 orang kita periksa hanya satu yang hadir, sedangkan 2 orang dari PT Pulomas yakni Suhartono sebagai direktur dan Sudarmaji sebagai pihak perusahaan tidak hadir. Dan nanti akan kita jadwalkan pemeriksaan kembali terhadap 2 orang ini," jelas Roy.

    Dikatakan Roy, ada 30 pertanyaan yang di lontarkan penyidik kepada para saksi yang hadir. "Kurang lebih ada 30 pertanyaan, termasuk bapak Yusroni," katanya. Untuk mengungkapkan dugaan adanya tidak pidana dalam pengerukan alur muara sungai Jelitik, Roy mengatakan pihaknya sejauh ini sudah melakukan pemeriksaan terhadap belasan para saksi. "Sudah ada belasan saksi yang sudah kita periksa terkait adanya dugaan tidak pidana kasus pengerukan alur sungai muara Jelitik ini. Terakhir saat ekspos lalu sudah 12 orang dan ini akan bertambah," ungkapnya.(bei)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Pemkot Resmikan Rumah Layak Huni
Pemkot Resmikan Rumah Layak Huni
Selasa, 12 Desember 2017 06:11 WIB
PANGKALPINANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus konsisten dalam pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kota Pangkalpinang pada tahun
Wow, Anggaran Mamin Dewan 4,5 Miliar
Wow, Anggaran Mamin Dewan 4,5 Miliar
Selasa, 12 Desember 2017 05:14 WIB
PANGKALPINANG - Anggaran makan dan minum (mamin) anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai angka Rp 4,5 miliar.
Jika Terbukti Malapraktik, DPRD Beri Ultimatum
Jika Terbukti Malapraktik, DPRD Beri Ultimatum
Selasa, 12 Desember 2017 05:31 WIB
PANGKALPINANG - Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Depati Gandhi mengatakan, setelah mendapatkan kabar miring tersebut pihaknya langsung melakukan crosscek kronologis
Dugaan Malapraktik RSUD Depati Hamzah : Saat Transfusi Tak Ada Reaksi
Dugaan Malapraktik RSUD Depati Hamzah : Saat Transfusi Tak Ada Reaksi
Selasa, 12 Desember 2017 05:25 WIB
PANGKALPINANG - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Syahrizal membantah jika pihaknya salah dalam memberikan informasi golongan darah