Air PDAM Tak Kunjung Ada


Air PDAM Tak Kunjung Ada

Sudah Seminggu Air PDAM Tidak Keluar
Tunggakan Pembayaran PLN Hingga Rp228 Juta


    PA​NGKALPINANG - Pelanggan tetap air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pinang kembali mengeluhkan tidak tersubsidinya aliran air bersih ke rumah-rumah mereka dalam kurun waktu hampir satu minggu ini, tak ayal untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat harus membeli air isi ulang ataupun air bersih lainnya.

    Rafa (39) salah satu warga Graha Puri Selindung menjelaskan, dirinya beserta warga yang lain sudah sejak seminggu ini tidak mendapatkan aliran air bersih dari PDAM Tirta Pinang dan dirinya juga sempat menanyakan dan mengadukan hal ini kepada petugas PDAM akan tetapi hingga saat ini belum ada juga. "Sudah seminggu ini air tidak ada, jadi untuk memenuhi kebutuhan air kami terpaksa membeli. Tidak tahu sampai kapan, kita sudah melaporkan tetapi belum ada hasilnya," ujarnya Senin (9/1) kemarin.

    Sementara, Ervany, Kabag Teknik PDAM Tirta Pinang, saat dikonfirmasi mengatakan, terputusnya aliran air bersih ke pelanggan PDAM Tirta Pinang di daerah Selindung dikarenakan listrik untuk menghidupkan Intake (Bangunan Penangkap Air) yang berada di kolong retensi Kacang Pedang diputuskan oleh pihak PLN. "Memang karena kami sudah tiga bulan tidak membayar listrik makanya diputuskan, makanya intake ini tidak dapat kami hidupkan. Jadi untuk para pelanggan yang mengambil rute aliran dari Kacang Pedang sampai saat ini tidak mendapatkan air bersih," ucapnya.

    Lanjutnya, memang sebelum diputuskan sudah ada tiga kali peringatan dari pihak PLN untuk segera melunasi tunggakan ini, akan tetapi katanya karena anggarannya tidak memadai jadi belum bisa diselesaikan. "Secepatnya akan kita selesaikan, tunggakan PLN kita untuk tiga bulan ini ada sekitar Rp228 juta. Sedangkan kas keuangan kita sedang minim makanya belum bisa kita lunasi," jelasnya.

    Masih katanya, untuk mendrop mobil tangki ke rumah-rumah warga untuk saat ini tidak bisa, itu dikarenakan jumlah mobil tangki yang ada saat ini hanya ada satu unit dan juga air bakunya tidak memadai. "Pasalnya intake (bangunan penangkap air baku-red ) di tiga sumber air seperti di Mangkol, Pedindang dan Kacang Pedang tidak dapat digunakan karena rusak roboh dan tidak ada aliran listrik. Jadi untuk sementara waktu PDAM Tirta Pinang tidak bisa mendistribusikan air PDAM karena berbagai sebab," paparnya.

    "Awalnya sumber air baku kita ada tiga. Sumber air dari Mangkol rusak karena banjir. Di Pedindang intakenya roboh karena banjir juga. Dan yang di Kacang Pedang tidak bisa digunakan karena listrik untuk operasional dicabut oleh PLN. Jadi saat ini, kita tidak bisa distribusi air," tambahnya.

    Adapun enam kecamatan yang terancam tidak dapat aliran air bersih efek dari pemutusan listrik ini lanjutnya, yakni Kecamatan Pangkalbalam, Gerunggang, Tamansari, Rangkui, Gabek dan Girimaya. Yang sudah satu pekan lebih warga mengeluhkan rumah mereka tidak lagi dialiri air oleh PDAM Tirta Pinang. "Sampai kapan warga bisa dialiri air, ini sedang kita usahakan dan bahas. Kalau yang bangunan Intake di Pedindang sudah diperbaiki dan dibangun oleh SDA, namun belum ada serah terima ini, juga yang sedang kita usahakan, semoga cepat," tutupnya. (tya)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Dua Dewan Ini Digoda Nyalon di Pilwako
Dua Dewan Ini Digoda Nyalon di Pilwako
Rabu, 29 Maret 2017 11:59 WIB
PANGKALPINANG - Dua anggota DPRD Bangka Belitung (Babel) dapil Pangkalpinang,
Musda DPD Demokrat Babel Digelar Mei
Musda DPD Demokrat Babel Digelar Mei
Rabu, 29 Maret 2017 11:52 WIB
PANGKALPINANG - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Parta Demokrat baru akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) pada Mei mendatang.
Subari Ambil Alih Pimpinan Paripurna
Subari Ambil Alih Pimpinan Paripurna
Rabu, 29 Maret 2017 11:50 WIB
PANGKALPINANG - Ada yang lain pada rapat Paripurna yang digelar oleh DPRD Kota Pangkalpinang Senin (27/3) kemarin. Achmad Subari,
PLN Mulai Bangun Gardu Induk Mentok
PLN Mulai Bangun Gardu Induk Mentok
Rabu, 29 Maret 2017 11:48 WIB
PANGKALPINANG - PLN mulai membangun Gardu Induk Mentok kapasitas 1 X 30 MVA.