Komunis Tak Boleh Muncul di NKRI


Komunis Tak Boleh Muncul di NKRI

    PANGKALPINANG - Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya menegaskan, paham komunis tidak boleh muncul di negeri ini terkhusus di Babel. Paham komunis itu, kata Didit, dikhawatirkan akan memecah belah keutuhan bangsa yang selama ini berhasil di perjuangkan oleh para pahlawan Indonesia dari berbagai suku dan daerah yang berbeda.

    "Paham komunis diharamkan hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kita harus waspadai terjadi riuk gelombang demokrasi memunculkan riak kecil perbedaan persepsi sehingga masing-masing punya persepsi, dan berakibat memecahbelah keutuhan bangsa," tegasnya menyikapi pemasangan foto tokoh PKI D.N Aidit di salah satu warung kopi (Warkop) Manggar, Belitung Timur (Beltim), pekan kemarin.

    Lebih jauh, dia mengatakan Indonesia hadir dengan perjuangan para pahlawan di berbagai daerah seperti Pattimura, Cut Nyak Dien, Tuanku Imam Bonjol dan beberapa pahlawan lainnya. Artinya, Indonesia lahir karena keanekaragaman daerah itu sendiri. Para penerus bangsa seperti kita harus menjaga NKRI yang kita cintai ini.

    "Indonesia lahir berkat keanekaragaman daerah itu sendiri, maka NKRI harus di jaga. Kalau timbul paham komunisme yang ingin menggerogoti keutuhan bangsa mau tidak mau pemerintah harus segera bertindak,"terangnya.

    "Kita sarankan, pemerintah melakukan deteksi dini terhadap muncul masalah ini jangan sampai dibiarkan walau hanya satu atau dua foto. Apalagi di Babel jangan sampai berkembang paham komunis. Kita susah sepakati sejak lama, bahwa komunisme tidak boleh muncul di negeri ini,"tandas Didit.

    Seperti diberitakan sebelumnya, indikasi bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) mencuat di Belitung Timur (Beltim), dimana salah satu warung Kopi (Warkop) di kawasan 1001 Manggar, memajang foto DN Aidit (Tokoh PKI).

    Beruntung Jajaran Kodim 0414 Belitung melalui Koramil 414/02 Manggar berhasil melepas foto itu, setelah negosiasi dengan pemilik kedai kopi tersebut. Danramil 02 Manggar Mayor Inf Tri Joyo membenarkan adanya informasi tersebut. Katanya, indikasi bangkitnya PKI di Beltim sudah terlihat. Meski begitu, pihaknya terus berupaya agar PKI tidak lahir kembali di Beltim.

    Mayor Inf Tri Joyo menjelaskan mengenai adanya foto atau lukisan yang dipajang di salah satu warung tersebut. Saat itu, pihaknya mendapat informasi mengenai hal itu, setelah dikroscek ternyata benar. Setelah itu jajaran TNI datang ke lokasi untuk meminta lukisan itu diturunkan. "Setelah negosiasi, akhirnya pemilik mau menurunkan lukisan itu. Selain itu, kita juga bakar lukisan tersebut," ujar Mayor Inf Tri Joyo, kepada Belitong Ekspres, Kamis (5/1) di Koramil Manggar.

    Untuk mencegah lahirnya PKI di Beltim, Danramil terus berkoordinasi dengan tokoh pemuda, masyarakat dan tokoh agama di Beltim. Selain itu, Jajaran Kodim 0414 Belitung, memasang sejumlah spanduk bertuliskan penolakan terhadap PKI ke sejumlah lokasi di Beltim. Kodim 0414 Belitung, juga mengerahkan intelijen ke sejumlah distro baju dan pasar, di Beltim untuk mengantisipasi penjualan baju berlogo palu arit yakni kaos kebesaran Partai Komunis Indonesia ini.

    "Kita hanya memantau. Kami tidak men sweeping, dari hasil pantauan untuk saat ini kami belum menemukan adanya indikasi itu. Meski begitu, kita tetap waspada agar baju berlogo palu arit tak muncul di Beltim," pungkasnya.

    Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Belitung Timur Supriyono menyatakan siap perang terhadap PKI jika benar-benar lahir ke Beltim. Katanya, dirinya sudah mengetahui adanya indikasi hal tersebut. Apalagi Pulau Belitung mayoritas hampir dikuasi etnis-etnis pendukung PKI. Pemimpin Garda Bangsa Nadhlatul Ulama (NU) Beltim ini, mendukung apa yang dilakukan Jajaran Kodim 0414 Belitung untuk memberantas lahirnya partai komunis ini di Beltim. "Kami siap membantu Kodim 0414 Belitung, perang menumpas PKI di Beltim," ungkapnya.

    Mengantisipasi perang melawan komunis, GP Ansor Beltim akan mengoptimalkan peran fungsi pemuda dan organisasi Islam. Supriyono meminta TNI dan Polri serta unsur pemerintahan bersatu untuk memerangi PKI. "Sebab Komunis tidak ada tempat di Indonesa apalagi di Beltim," pungkasnya. (iam/kin)





Berikan Komentar

Pangkalpinang Lainnya
Siswanto Dewan Bantah Edarkan Sabu
Siswanto Dewan Bantah Edarkan Sabu
Rabu, 17 Mei 2017 16:13 WIB
PANGKALPINANG - Anggota DPRD Bangka Belitung (Babel), Siswanto membantah jika dirinya dianggap sebagai pengedar sabu-sabu dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba
Kasus Pembebasan Jalan Lintas Timur Kembali Bergulir
Kasus Pembebasan Jalan Lintas Timur Kembali Bergulir
Rabu, 17 Mei 2017 16:04 WIB
PANGKALPINANG - Tim Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Kejaksaan Tinggi (Kejati), Babel melakukan penyelidikan untuk mendalami dugaan korupsi pembebasan lahan
Erzaldi Ingin Sertijab di Lapangan Terbuka
Erzaldi Ingin Sertijab di Lapangan Terbuka
Selasa, 16 Mei 2017 19:03 WIB
PANGKALPINANG - Ada yang berbeda dalam serah terima jabatan gubernur dan wakil gubernur Bangka Belitung (Babel) nantinya. Jika biasanya dilakukan
Pangkalpinang Krisis Guru
Pangkalpinang Krisis Guru
Selasa, 16 Mei 2017 18:54 WIB
PANGKALPINANG - Kota Pangkalpinang saat ini mengalami krisis guru. Baik itu guru Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk