Berita Pangkalpinang
Ahok Tolak Jadi Cawagub Eko
Jum'at, 26 Agustus 2011 12:37 WIB | Dibaca 259 kali
 SELAIN menetapkan Eko Maulana Ali sebagai Cagub Golkar, DPP Partai Golkar melalui Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) juga ternyata berencana  menempatkan kadernya yang juga anggota DPR-RI, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) mendampingi Eko.

Ahok kepada RB tadi malam (25/8) mengatakan, beberapa hari lalu dia dihubungi Bapilu DPP Partai Golkar wilayah Sumatera, dan ditawarkan posisi Cawagub mendampingi Eko.

"Kata Bapilu kan saya masih muda, bisa lima tahun lagi. Tapi saya tak mau, ngapain saya jadi Wakilnya Eko. Wakil kan gak bisa ngapa-ngapain," tandas Ahok yang bahkan menegaskan, kalaupun dia dipasang dengan Eko dengan posisi sebaliknya, dia Cagub dan Eko sebagai Cawagub, dia tetap tidak mau. Namun dia juga tidak akan maju menggunakan partai lain selain Golkar.
 "Saya nonton saja, saya juga tidak bisa mendukung dan tidak mendukung Eko, karena pendukung saya dan Eko itu berbeda, tidak bisa dialihkan. Pendukung saya tidak mungkin mendukung Eko dan sebaliknya," tambahnya.

Namun Ahok mempertanyakan hasil survei yang dijadikan DPP Partai Golkar sebagai acuan menetapkan Eko sebagai Cagub Golkar. Menurut Ahok, biasanya hasil survei tersebut disampaikan kepada calon-calon yang disurvei secara terbuka. Namun di Babel, hasil tersebut tidak disampaikan kepadanya.

"Ada apa ini? Seperti apa hasil surveinya? Apakah Eko unggul tipis dari saya, atau saya unggul tipis dari Eko? Karena survei partai lain yang diberitahu kepada saya, saya potensi untuk menang," imbuhnya.

Karena itu lanjut Anggota Komisi II DPR-RI ini, ada dua kemungkinan dari hasil survei yang tidak disampaikan DPP kepadanya tersebut. "Pertama, Eko lebih unggul dari saya, jadi saya tidak usah nyalon. Tapi kedua, DPP Golkar tidak transparan, kalau dirahasiakan berarti DPP mengkhianati suara Golkar suara Rakyat," tandasnya.

Hasil survei yang jadi dasar DPP Golkar menetapkan Cagub Babel ini menurut Ahok akan diuji dalam Pilgub 2012 nanti. Karena dia sebagai saingan terkuat Eko tidak maju, maka sebagai incumbent Eko menurutnya harus menang telak. "Harus menang diatas 50%, karena kalau menang dibawah 50% itu namanya tidak laku. Apalagi sampai kalah," tukasnya seraya menambahkan, salah satu alasannya tidak maju karena tidak mau disalahkan jika Eko yang diusung Golkar kalah dalam Pilgub nanti. "Saya tidak mau disalahkan jadi pemecah suara Eko. Nanti kalau kalah,dibilang "gara-gara Ahok maju, suara Eko pecah". Saya tidak mau disalahkan seperti itu, saya nonton saja," tambahnya.

 Karena tidak maju di Pilgub Babel, Ahok mengatakan akan mengincar kursi Gubernur DKI Jakarta melalui Pilgub yang juga akan digelar 2012. Pilgub DKI menurutnya akan menjadi parameter elektabilitas dia jika ikut Pilgub Babel. "Jika saya nomor 2 saja di DKI, berarti kan saya lebih populer," pungkasnya. (rb)
    
    
          



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
PT Dina Tawarkan Paket Umroh Murah
PT Dina Tawarkan Paket Umroh Murah
PANGKALPINANG-PT. Dina Setya Rahma Tour dan Travel, Biro Perjalanan Umroh & Haji yang berada di Jalan Kutilang 1 nomor 21 Bukit Baru Pangkalpinang kini menghadirkan spesial price untuk paket umroh dalam rangka memeriahkan milad perusahaan tersebut pada tahun ini.
Zulfiandi Bisa Dimainkan Lawan Barcelona B
Zulfiandi Bisa Dimainkan Lawan Barcelona B
VALENCIA - Ada kabar baik dari skuat Timnas Indonesia U-19. Salah satu gelandangnya, Zulfiandi, bisa dimainkan saat Timnas U-19 berujicoba melawan Barcelona B, Selasa (23/9) besok.
Madrasah Kini Jadi Trendsetter
Madrasah Kini Jadi Trendsetter
WONOSOBO-Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pesantren dan madrasah kini mampu tampil percaya diri dalam melakukan perubahan-perubahan, bahkan menjadi "trendsetter" bukan "follower".
Mitra Radar