Berita Pangkalpinang
Pelayanan Jamkesmas RSUD belum Maksimal
Sabtu, 06 April 2013 09:57 WIB | Dibaca 217 kali
Hasil Pemeriksaan BPK

PANGKALPINANG-Kepala Inspektorat Kota Pangkalpinang, Widiantono mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan pertanggungjawaban Program Jamkesmas dan Jamkesda TA 2010, 2011, dan Semester I tahun anggaran 2012 Pemerintah Kota Pangkalpinang oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bangka Belitung pada Jumat (5/4) ditemukan beberapa temuan yang mengindikasikan pelayanan Jamksemas di RSUD Depati Hamzah belum maksimal.  "Dari hasil pemeriksaan ditemukan kalau data base kepesertaan jamkesmas belum mutahir dan belum lengkap serta kebijakan pelayanan pasien jamkesmas di rumah sakit belum sepenuhnya berjalan maksimal. Masih ada proses berkas klaim pasien jamkesmas yang masih lambat. Selain itu juga masih terdapat duplikasi kepesertaan jamkesmas dan jamkesda," ujar Widiantono saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (5/4).

Pemeriksaan BPK menurut dia, dilakukan untuk mengetahui dan menilai apakah seluruh masyarakat miskin sudah terlayani jamkesmas. Apakah sistem pengendalian telah dirancang dan dikendalikan secara memadai, serta apakah dana jamkesmas telah digunakan tepat sasaran dan sesuai aturan yang berlaku.

Menurut dia, pemeriksaaan yang dilakukan oleh BPK, meliputi masalah peserta, pelayanan, pendanaan, monitoring serta evaluasi program, dan dari hasil pemeriksaaan didapatkan temuan tersebut. “Dengan adanya hasil pemeriksaan oleh BPK ini maka harus ditindak lanjuti selama 60 hari. Pihak Pemkot diminta mengkordinasikan dengan baik permasalahan data yang kurang mutakhir ini, dengan harapan pelayanan untuk masyarakat miskin jadi lebih baik kedepannya,"katanya.

Dia juga menyebutkan, ditemukan beberapa kekurangan oleh BPK ini akibat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) belum tidak terorganisir dengan baik dikarenakan kurang koordinasi dengan daerah. "Data yang ada belum mutahir. Orang yang meninggal masih terdata dan Pemda dalam hal ini ingin memberikan pelayanan terbaik berdasarkan data dari BPS," pungkasnya. (gue)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Lia Furniture Elektronik, Bisa Cash & Kredit
Lia Furniture Elektronik, Bisa Cash & Kredit
PANGKALPINANG - Sukses mengembangkan usahanya sejak 6 tahun silam, Marliani, pemilik galeri Lia Furniture & Elektronik kini melengkapi usahanya dengan beragam produk handpohone bermerk dan berkualitas. Beragam produk handphone ini dapat Anda miliki dengan pembayaran cash dan credit sesuai kemampuan Anda. Bahkan untuk kredit juga suku bunga sangat terjangkau dan tenor minimal 10 bulan.
Romario : Penjarakan PSSI Brazil!
Romario : Penjarakan PSSI Brazil!
BRASILIA-Legenda sepakbola Brasil Romario geram dengan hasil memalukan yang dituai tim nasional Brasil dalam Piala Dunia 2014. Pria yang kini berprofesi sebagai pengacara itu meminta para petinggi federasi sepakbola Brasil (CBF) dipenjara.
Dicari 100 Ribu Peserta Pelatihan Indonesia Digital Learning
Dicari 100 Ribu Peserta Pelatihan Indonesia Digital Learning
JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk meluncurkan program “Indonesia Digital Learning”. Program ini merupakan pelatihan dengan sertifikasi internasional meningkatkan pemahaman penggunaan internet.
Mitra Radar