Berita Pangkalpinang
Penetapan UMK Pangkalpinang Deadlock
Rabu, 14 November 2012 14:13 WIB | Dibaca 810 kali
SPSI dan APINDO tak Sepakat

Armada : Kami Serahkan ke Pemprov 

PANGKALPINANG-Penetapan upah minimum regional (UMR) Kota Pangkalpinang mengalami deadlock sebab para unsur yang terlibat tidak mencapai kata sepakat dalam pembahasan.

Pembahasan serta penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Pangkalpinang untuk tahun 2013 antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) berjalan alot. Tak ayal, pertemuan yang dijembatani Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Pangkalpinang beberapa hari lalu berakhir ’deadlock’ atau tidak ada kesepakatan antar pihak. "Pembahasan UMK telah kami lakukan beberapa hari yang lalu. Kedua pihak (SPSI dan Apindo-red. ) tidak menemui kata sepakat, pertemuan berakhir deadlock," kata Armada, Kepala Dinsosnaker Kota Pangkalpinang, kepada Radar Bangka, kemarin (12/11).

Ia mengatakan, kedua pihak sama-sama gigih atas usulan masing-masing yakni usulan kenaikan UMK pada 2013 mendatang. SPSI mengajukan UMK Pangkalpinang pada 2013 mendatang mengalami kenaikan sebesar 14 persen dari UMK di tahun ini yang besarannya Rp 1,3 juta lebih. Sedangkan APINDO mengajukan kenaikan UMK pada 2013 hanya sebesar 7 persen saja. "SPSI mengajukan upah minimum sebesar Rp 1,5 juta lebih, APINDO mengusulkan Rp 1,4 juta lebih. Keduanya sama-sama mempertahankan usulannya, Setelah dibahas, tidak menemui kata sepakat, deadlock," jelasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, selaku instansi pemerintah daerah, Armada pun mengambil keputusan penetapan UMK Pangkalpinang diserahkan pada Dinas Tenaga Kerja (Distaker) Provinsi Babel. "Karena deadlock kami serahkan ke provinsi saja," tukasnya.

Ia menambahkan, setelah diserahkan ke Distaker Provinsi, maka wewenang menetapkan UMK Pangkalpinang berada di Distaker Provinsi Babel. Mengenai upah minimum di ibukota provinsi yang layak pada tahun mendatang, menurut Armada, berdasarkan kebutuhan hidup layak pekerja usia produktif yang belum menikah, upah minimum yang layak sebesar Rp 1,4 juta lebih. Hal tersebut berdasarkan perhitungan 61 item yang menjadi kebutuhan dasar hidup pekerja. "Masalahnya sebagian besar pekerja di Pangkalpinang ini telah menikah. Kebutuhan hidup layak tentu berbeda," jelasnya. (cr48) 



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
SS Auto Shop Promo Car Leather Seat
SS Auto Shop Promo Car Leather Seat
PANGKALPINANG-Bagi anda yang ingin memiliki mobil baik untuk menunjang pekerjaan maupun bisnis andan, SS Auto Shop dapat menjadi pilihan anda. SS Auto Shop melayani jual beli mobil baru dan bekas, car wash, auto detailing, car audio, car leather seat, body painting, fiber work, accessories.
Olympiacos 1-0 Juventus, Pogba Menyesal Sudah Buang Peluang
Olympiacos 1-0 Juventus, Pogba Menyesal Sudah Buang Peluang
PIRAEUS - Gelandang Juventus Paul Pogba berduka usai timnya gagal membawa satu poin pun dari lawatan ke markas Olympiacos di Stadio Georgios Karaiskakis, Piraeus, Kamis (23/10). Dalam duel sengit tersebut, Juventus takluk 0-1.
Bateng Miliki TK Terpadu Holistic Integratif
Bateng Miliki TK Terpadu Holistic Integratif
KOBA - Bangka Tengah (Bateng) akan menjadi objek percontohan Taman Kanak-kanak (TK) terpadu Holistic Integratif untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Setelah belum lama ini menerima Anugerah Peduli Pendidikan (APP) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Mitra Radar