Hari ini, KPK Garap Anas.


Hari ini, KPK Garap Anas.

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum terkait penyelidikan dugaan korupsi proyek sport center Hambalang, Rabu (27/6). "Anas dijadwalkan akan dimintai keterangan besok (hari ini, red)," ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi melalui pesan singkatnya, Selasa (26/6).
Menurutnya, Anas akan dimintai keterangan terkait penyelidikan proyek sport center Hambalang yang anggarannya membengkak dari hingga Rp1,1 triliun menjadi  Rp2,5 triliun. Sebelumnya istri Anas, Athiyah Laila juga pernah diperiksa KPK terkait perusahaan yang menjadi subkontrkaot proyek Hambalang.
Dalam penyelidikan Hambalang, KPK sudah meminta keterangan dari banyak pihak termasuk anggota DPR, mantan Kepala BPN Joyo Winoto dan juga dari perusahaan kontraktor proyek Kemenpora itu. "Sampai hari ini mungkin sudah 70 pihak yang diminta keterangan. Hal ini menunjukkan bahwa KPK serius," kata Johan.
Penyelidikan yang dilakukan KPK di Hambalang untuk mengetahui apakah dalam proses tersebut ada penyalahgunaan kewenangan atau tidak. Kemudian, apakah prosesnya sudah sesuai dengan yang telah dianggarkan. "Apakah ada mark up atau mark down," ujar Johan Budi.
Bisikan lain KPK adalah dugaan adanya suap dalam proyek Hambalang ke para penyelenggara negara. Anas Urbaningrum sendiri akan memenuhi panggilan KPK. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustofa mengatakan, saat ini Anas masih berada di luar kota untuk menghadiri berbagai acara partai. Rencananya, kata dia, Anas akan kembali hari Kamis nanti. "Tapi karena ada permintaan keterangan, Insya Allah hadir meskipun belum baca suratnya (pemanggilan). Anas baru tahu infonya (pemeriksaan) dari berita," kata Saan.
Ketua Fraksi Partai Demokrat di Parlemen Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, pihaknya mendukung pemeriksaan itu. Pasalnya, kata dia, selama ini Anas terus disebut-sebut terlibat tanpa ada kepastian hukum. "Saya kira langkah KPK ini bagus. Mas Anas juga akan senang. Proses hukumnya dijalankan agar tidak menyandera mas Anas dan Demokrat," kata Nurhayati.(fat/jpnn/rmol)



Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
Ikut Konser Ungu, Pasha Terancam Kena Sanksi
Ikut Konser Ungu, Pasha Terancam Kena Sanksi
Rabu, 29 Maret 2017 14:53 WIB
JAKARTA - Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said alias Pasha dikabarkan ikut konser Ungu di Singapura beberapa waktu lalu.
DPR Siap Temui Delegasi Massa Aksi 313
DPR Siap Temui Delegasi Massa Aksi 313
Rabu, 29 Maret 2017 14:51 WIB
JAKARTA - Forum Umat Islam (FUI) berencana menggelar demonstrasi pada Jumat, 31 Maret 2017, atau aksi 313.
Indonesia Desak Penghapusan Total Senjata Nuklir
Indonesia Desak Penghapusan Total Senjata Nuklir
Rabu, 29 Maret 2017 11:39 WIB
INDONESIA mendesak negara-negara pemilik senjata nuklir agar segera memulai proses pelucutan senjata mereka.
Hanura Pangkas 7 Sayap Partai
Hanura Pangkas 7 Sayap Partai
Rabu, 29 Maret 2017 11:38 WIB
JAKARTA - Organisasi sayap atau underbow tengah dilakukan evaluasi secara marathon oleh Partai Hanura.