Berita Nusantara
Hari ini, KPK Garap Anas.
Rabu, 27 Juni 2012 11:08 WIB | Dibaca 2.909 kali
JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum terkait penyelidikan dugaan korupsi proyek sport center Hambalang, Rabu (27/6). "Anas dijadwalkan akan dimintai keterangan besok (hari ini, red)," ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi melalui pesan singkatnya, Selasa (26/6).
Menurutnya, Anas akan dimintai keterangan terkait penyelidikan proyek sport center Hambalang yang anggarannya membengkak dari hingga Rp1,1 triliun menjadi  Rp2,5 triliun. Sebelumnya istri Anas, Athiyah Laila juga pernah diperiksa KPK terkait perusahaan yang menjadi subkontrkaot proyek Hambalang.
Dalam penyelidikan Hambalang, KPK sudah meminta keterangan dari banyak pihak termasuk anggota DPR, mantan Kepala BPN Joyo Winoto dan juga dari perusahaan kontraktor proyek Kemenpora itu. "Sampai hari ini mungkin sudah 70 pihak yang diminta keterangan. Hal ini menunjukkan bahwa KPK serius," kata Johan.
Penyelidikan yang dilakukan KPK di Hambalang untuk mengetahui apakah dalam proses tersebut ada penyalahgunaan kewenangan atau tidak. Kemudian, apakah prosesnya sudah sesuai dengan yang telah dianggarkan. "Apakah ada mark up atau mark down," ujar Johan Budi.
Bisikan lain KPK adalah dugaan adanya suap dalam proyek Hambalang ke para penyelenggara negara. Anas Urbaningrum sendiri akan memenuhi panggilan KPK. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustofa mengatakan, saat ini Anas masih berada di luar kota untuk menghadiri berbagai acara partai. Rencananya, kata dia, Anas akan kembali hari Kamis nanti. "Tapi karena ada permintaan keterangan, Insya Allah hadir meskipun belum baca suratnya (pemanggilan). Anas baru tahu infonya (pemeriksaan) dari berita," kata Saan.
Ketua Fraksi Partai Demokrat di Parlemen Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, pihaknya mendukung pemeriksaan itu. Pasalnya, kata dia, selama ini Anas terus disebut-sebut terlibat tanpa ada kepastian hukum. "Saya kira langkah KPK ini bagus. Mas Anas juga akan senang. Proses hukumnya dijalankan agar tidak menyandera mas Anas dan Demokrat," kata Nurhayati.(fat/jpnn/rmol)




comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Paket Kebijakan Sebelumnya Terus Dipantau
Paket Kebijakan Sebelumnya Terus Dipantau
JAKARTA - Pemerintah hari ini telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi X. Namun, kebijakan paket ekonomi tersebut belakangan dikritik sejumlah kalangan.
Evan Dimas Pamit ke Spanyol, Menpora Beri Sarung Bukan Uang Saku
Evan Dimas Pamit ke Spanyol, Menpora Beri Sarung Bukan Uang Saku
JAKARTA - Evan Dimas akhirnya dipastikan berangkat ke Spanyol untuk menjalani program kerja sama dan berlatih di klub RCD Espanyol B. Sebelum berangkat, Evan sempat menolak dan nyaris dituntut secara hukum oleh Nine Sport, pihak yang menjalin kerja sama dengan La Liga Spanyol.
Kuliah Umum di Universitas Mataram (3/habis) Tips Meningkatkan Minat Baca ala Dahlan Iskan
Kuliah Umum di Universitas Mataram (3/habis) Tips Meningkatkan Minat Baca ala Dahlan Iskan
MATARAM - Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) sangat antusias mengikuti kuliah umum dari mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Kuliah Umum bertajuk “Buka Mata Mari Bekerja di Media, Baca Buku Kuasai Dunia”
Mitra Radar