KPK Pastikan Novanto Lunasi Uang Pengganti USD 7,3 Juta


KPK Pastikan Novanto Lunasi Uang Pengganti USD 7,3 Juta

JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, terpidana kasus korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto belum melunasi uang pengganti senilai USD 7,3 juta yang sudah ditetapkan dalam amar putusan Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta. Hingga saat ini, mantan Ketua DPR ini masih membayar cicilan uang pengganti tersebut.

"SN masih mencicil uang pengganti, sesuai putusan hakim" ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (18/6).

Febri menambahkan, tidak ada tenggat waktu batas pembayaran uang denda dan pengganti. Maka dari itu, pihak Jaksa akan memastikan mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut melunasi denda maupun uang pengganti."Jaksa eksekusi KPK tentu akan terus memastikan seluruh kewajiban tersebut dipenuhi, mulai dari uang pengganti hingga denda," tukasnya.

Selain itu, lembaganya juga akan fokus untuk memaksimalkan pemulihan aset dari kasus yang menjerat Novanto. Untuk diketahui, Setya Novanto terakhir kali mencicil uang pengganti pada Rabu (30/5) sejumlah USD 100.000. Sebelumnya, dia juga telah mengembalikan uang sebesar Rp 5 miliar.

Informasi yang berbeda disampaikan oleh Kuasa Hukum Novanto, Firman Wijaya yang mengakui kliennya sudah membayar lunas uang pengganti senilai USD 7,3 Juta. Namun, saat ditanya lebih lanjut perihal waktu pelaporan, dia belum dapat memastikan.

"Sudah (membayar). Saya belum sempat pastikan, tapi sudah proses kok," katanya saat dikonfirmasi.

Sedangkan, Kuasa Hukum Maqdir Ismail menyatakan, tidak bisa berkomentar banyak terkait uang pengganti yang dibebankan kepada kliennya. Menurutnya, pihak keluarga yang pantas memberikan informasi tersebut karena mereka sudah berkoordinasi dengan lembaga antikorupsi.

"Masalah uang pengganti itu lebih baik ditanyakan kepada keluarga saja. Pembicaraan dulu dilakukan langsung oleh keluarga dengan KPK," tuturnya.

Sekadar informasi, Majelis Hakim Yanto telah menjatuhkan vonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan kepada suami Deisti Astriani Tagor. Selain itu, Novanto juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar USD 7,3 juta.

Hak politik Novanto selama lima tahun setelah bebas juga dicabut. Pada 4 Mei lalu, Novanto dieksekusi oleh jaksa KPK ke lembaga pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. (ipp/JPC)





Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
Gubernur Erzaldi Terima Penghargaan Platinum Potensial Pelayanan Publik dari Mendagri
Gubernur Erzaldi Terima Penghargaan Platinum Potensial Pelayanan Publik dari Mendagri
Sabtu, 15 September 2018 09:45 WIB
JAKARTA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali menererima anugerah bergengsi di tingkat nasional. Penghargaan Platinum Provinsi Potensial Pelayanan Publik
SK Keluar, Rikky Resmi Jabat Ketua DPW HPI Babel
SK Keluar, Rikky Resmi Jabat Ketua DPW HPI Babel
Sabtu, 08 September 2018 19:11 WIB
JAKARTA - Susunan kepengurusan Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel resmi terbentuk, hal ini berdasarkan Surat Keputusan No. 001/K-DPP/HPI/VIII/2018 yang dikeluarkan
Timnas Indonesia U-16 Juara Piala AFF 2018
Timnas Indonesia U-16 Juara Piala AFF 2018
Sabtu, 11 Agustus 2018 21:39 WIB
TIMNAS Indonesia U-16 menjadi juara Piala AFF U-16 2018 setelah dalam laga final berhasil mengalahkan Thailand dengan skor
Pasca Gempa, PLN Berhasil Nyalakan Kembali Listrik di 3 Gili
Pasca Gempa, PLN Berhasil Nyalakan Kembali Listrik di 3 Gili
Sabtu, 11 Agustus 2018 18:59 WIB
LOMBOK, RADARBANGKA,- PLN memastikan pasokan listrik untuk Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan hari ini sudah menyala kembali