Anies-Sandi Raih Suara Terbanyak, Darah Kita Sama, Indonesia!


Anies-Sandi Raih Suara Terbanyak, Darah Kita Sama, Indonesia!

    JAKARTA - Hasil pahit bakal ditelan duet Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta. Versi quick count, perolehan suara calon dari petahana itu tertinggal cukup jauh dari rivalnya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Basuki yang beken disapa Ahok itu telah mengaku kalah. Bahkan, secara gamblang dia sudah mengucapkan selamat kepada Anies-Sandi. Kenyataan itu diakui Ahok memang mengecewakan. Terutama bagi para pendukung dan relawan.

    "Pendukung kami pasti sedih, kecewa, enggak apa-apa," kata Ahok di Pullman Hotel, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/4). Bagi eks Anggota Komisi II DPR itu, kekuasaan hanyalah titipan Tuhan semata. "Percayalah kekuasaan itu Tuhan yang kasih dan Tuhan pula yang ambil," tegasnya. Oleh sebab itu, dia berani mengatakan bahwa tanpa seizin Yang Maha Kuasa, siapapun tak bisa menjabat sebagai gubernur. "Jangan sedih, Tuhan selalu tahu yang terbaik," imbuhnya.

    Ahok telah mengucapakan selamat kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang unggul cukup jauh usai penghitungan cepat. "Selamat untuk Anies-Sandi dan timses pendukung. Kita semua sama, ingin Jakarta baik karena Jakarta rumah kita bersama," kata Ahok. Setelah ini, dia berharap agar masyarakat segera melupakan semua konflik yang terjadi selama kampanye pilkada. Jika hasil quick count tidak meleset, mantan Bupati Belitung Timur itu berjanji akan bekerja sebaik mungkin, menuntaskan periode kepemimpinannya hingga Oktober 2017.

    Diakuinya, semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya saat ini tak akan selesai sampai masa jabatan berakhir. Itulah kenapa, dia berharap agar Anies-Sandi dapat meneruskan apa yang menjadi program kerjanya selama mengemban tugas sebagai gubernur. "Kami harapkan program kita bisa berjalan cepat sehingga Anies-Sandi bisa lebih ringan," tandasnya. 

    Sementara, suasana haru mewarnai konferensi pers kubu Anies-Sandi di Kertanegara, Rabu (19/4). Dua aktor utama, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tampak gembira usai hasil hitung cepat menempatkan mereka unggul jauh ketimbang Ahok-Djarot. Kemenangan pasangan nomor urut tiga memang sudah sangat di depan mata. Anies Rasyid Baswedan mengatakan akan terus membawa persatuan Indonesia tanpa membeda-bedakan latar belakang. Dia menegaskan, perbedaan boleh saja ada, tapi pada akhirnya tetap satu yakni Indonesia.

    "Kita boleh saja berbeda bahasa, agama, etnis tapi darah kita sama, darah Indonesia," kata Anies di kantor DPP Partai Gerindra, di Jakarta Selatan, Rabu (19/4). "Ini yang akan kita bawa terus ikhtiar, insyaallah persatuan di Indonesia," tambahnya. Menurut Anies, fase kampanye maupun perbedaan harus disudahi. Sekarang saatnya fase bekerja sama dimulai. Tugas tidak berhenti di sini saja. "Bukan hanya untuk Anies-Sandi, tapi untuk semua," ujarnya.

    CEO PollMark Indonesia Eep Saifullah Fattah mengatakan, besarnya selisih suara antara pasangan Ahok-Djarot dengan Anies-Sandi salah satunya disebabkan sikap masyarakat yang tidak suka dengan kekuasaan. "Saya tidak lihat dari berbagai macam teori, tapi saya menemukan sendiri fakta di lapangan. Rakyat secara eksplisit menunjukkan kemuakannya kepada kekuasaan," kata Eep. Hal yang sama diungkapkan Effendy Gazali, pengamat komunikasi politik. Effendy melihat, besarnya pengaruh kekuasaan membuat rakyat jengah. Paslon dua yang terkait kasus Almaidah terkesan dilindungi sehingga warga beralih memilih Anies-Sandi. 

    Dia menyebutkan, sebagian warga DKI berkomentar, "posko pemenangan Ahok-Djarot kok mirip Istana Negara ya?". Komentar ini ada karena warga melihat betapa kuatnya pengaruh kekuasaan terhadap paslon nomor dua. "Masyarakat DKI tidak suka bila pengaruh Istana kuat di pemerintahan DKI," ujarnya.

    Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang didirikan Denny JA sendiri merilis pasangan Basuki Tjaha Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (Djarot) meraih 42,33 persen. Sedangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memperoleh 57,67 persen. Warga DKI Jakarta yang tidak menggunakan hal pilih alias Golput pada putaran dua ini mencapai 21,69 persen.

    Ada tiga faktor yang melahirkan kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. "Pertama, suara yang dulunya ke pasangan Agus Yudhoyono-Slyviana Murni sekitar 17 persen itu, 13 persennya ke pasangan Anies-Sandi, terus yang dulunya 'golput' pindah ke Anies dan Sandi," kata Direktur Lembaga Survei Indomatrik, Husin Yazid.

    Faktor dua, lanjut Husin, Anies-Sandi diuntungkan dengan gerakan antipati dari masyarakat yang mengecam gerakan bagi-bagi bahan pokok (sembako) pada minggu tenang. "Pada saat minggu tenang, tim dari Ahok-Djarot kan sempat bagi-bagi sembako. Benar-benar tenang mereka melancarkan money politic, masyarakat ini jadi antipati dengan Ahok-Djarot. Aparat juga mengetahui hal ini tapi seakan-akan melakukan pembiaran," jelasnya. Terakhir, terkait sikap Anies yang berwibawa, tenang dan sopan. Faktor ketiga ini membuat pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKS ini meraup banyak suara di putaran yang pertama. 

    "Jadi, faktor-faktor inilah yang membuat suara Anies dan Sandi terdongkrak berdasarkan quick count hari ini," ujar Husin. (uya/ald/jpg)





Berikan Komentar

Nusantara Lainnya
Fadli Zon Beber Faktor Utama Ustadz Abdul Somad Dipersekusi
Fadli Zon Beber Faktor Utama Ustadz Abdul Somad Dipersekusi
Selasa, 12 Desember 2017 14:03 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, persekusi yang menimpa Ustaz Abdul Somad di Bali akhir pekan kemarin terjadi
Penuhi Panggilan KPK, Kwik Kian Gie Blakblakan soal SKL BLBI
Penuhi Panggilan KPK, Kwik Kian Gie Blakblakan soal SKL BLBI
Selasa, 12 Desember 2017 06:13 WIB
JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan Kwik Kian Gie memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dimintai keterangan sebagai saksi
Kasat Reskrim Polres Manggarai Dikabarkan Terjaring OTT
Kasat Reskrim Polres Manggarai Dikabarkan Terjaring OTT
Selasa, 12 Desember 2017 04:54 WIB
JAKARTA - Kasat Reskrim Polres Manggarai Iptu AF dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar
Dayang Donna Siapkan Program Rp 5 M Setiap Desa per Tahun
Dayang Donna Siapkan Program Rp 5 M Setiap Desa per Tahun
Selasa, 12 Desember 2017 04:53 WIB
PENAJAM PASER UTARA - Dayang Donna sudah berkontribusi untuk pembangunan Kaltim. Dan ke depan untuk warga Penajam Paser Utara.