Berita Muntok
Kian Menjamur, Bangka Barat mesti Miliki Perda Tower
Sabtu, 17 Maret 2012 09:29 WIB | Dibaca 549 kali
MUNTOK – Menjamurnya keberadaan tower di Bangka Barat (Babar) membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Babar diminta segera membuat aturan mengenai hal tersebut. Ketua Badan Legislatif (Banleg) DPRD Bangka Barat Rdo Sri Sardi Buman, S. Pdi, di Muntok, kamis (15/3) kemarin, mengatakan, ada beberapa perimbangan, kenapa harus segera dibuatkan perda. Pertama, kata dia, sesuai UU no 28 tahun 2009, tentang pajak dan retribusi daerah. Pada UU tersebut disebutkan dalam pasal 110 ayat (1) huruf N disebutkan adanya retribusi pengendalian telekomunikasi, tower masuk di dalam UU itu. Pertimbangan berikutnya, adalah berdasarkan UU itu pula, ada penyesuaian mengenai semua retribusi harus disahkan sebelum tahun 2012.
   
“Jika sampai tidak, bisa menjadi kecelakaan sejarah. Apalagi potensi dari tower ini sangat tinggi juga,” ungkapnya.  Potensi pendapatan dari retribusi tower nanti kata dia, akan lebih besar dari pada biaya pengendalian dan pengawasan. Selain itu, tower kata dia dalam UU no 28 tahun 2009 juga masuk dalam kategori jasa umum.
   
“Terhadap hal itu kita mendesak pemerintah untuk segera membuat draf mengenai tower ini,” jelas dia.  Bahkan tidak ada alasan lagi untuk menolak, apalagi banyak pertimbangan legal yang memungkinkannya. “Jadi perlu kami tegaskan di tahun 2012, sudah harus dipungut. Jika tidak, bisa jadi kecelakaan sejarah,” tandasnya.
   
Menurut politisi PPP ini, salah satu masalah krusial dalam penataan wilayah itu adalah soal telekomunikasi. “Hal ini menjadi perhatian kita, untuk masalah telekomunikasi harus disiapkan mengenai regulasinya segera,” jelas dia. Adanya regulasi itu juga untuk menekan menjamurnya tower dari berbagai operator. “Jika dibiarkan terus, pada gilirannya Bangka Barat bisa menjadi kota seribu tower, bukan kota bersejarah lagi,” ungkapnya. (dv)




comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Tarik Napas! Siap-siap Tarif Listrik Naik
Tarik Napas! Siap-siap Tarif Listrik Naik
JAKARTA Terhitung mulai Mei ini, tarif dasar listrik (TDL) lebih mahal ketimbang April. Tren penurunan TDL sejak Desember 2015 berhenti karena berangsur naiknya harga minyak.
Rio Kembali Gagal Finis
Rio Kembali Gagal Finis
JAKARTA - Pebalap Formula 1 Indonesia, Rio Haryanto, terhenti pada perlombaan Grand Prix Rusia 2016, di Sirkuit Sochi Autodrom, Rusia, Minggu, karena tertabrak mobil pebalap Force India, Nico Hulkenberg. Tabrakan itu menurut akun Twitter resmi Formula 1,
Hanya 1 Persen Siswa Ikut UNBK, Kontribusi Pemda Dipertanyakan
Hanya 1 Persen Siswa Ikut UNBK, Kontribusi Pemda Dipertanyakan
JAKARTA-Minimnya alokasi anggaran pendidikan yang masuk dalam APBD menjadi salah satu kendala belum seluruhnya sekolah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Padahal dengan UNBK, kualitas siswa lebih terukur.
Mitra Radar