Aparat Penegak Hukum "Dikangkangi" Penambang


Aparat Penegak Hukum "Dikangkangi" Penambang

PARITTIGA- Operasi Pertambangan Ilegal (PETI) Menumbing yang digaung-gaungkan aparat kepolisian Polda Kepulauan Bangka Belitung sepertinya tidak sepenuhnya ditakuti oleh penambang. Meski sempat diberitakan, aktivitas penambangan pasir timah yang diduga ilegal, serta menggarap kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) di daerah Tanjung Layang, Sungai Drum, di Dusun Penganak, Desa Air Gantang serta wilayah TK 8, di Dusun Jebu Laut, Desa Kelabat kini kembali beraktivitas.
    
Kuat dugaan, membandelnya para pemilik tambang ilegal tersebut, karena memiliki backing orang kuat. Terbukti, meski sempat tutup setelah sempat diberitakan, kini aktivitas tersebut kembali berjalan. Itu sama saja aparat penegak hukum di Bumi Serumpun Sebalai "DIKANGKANGI" (baca:bisa diatur) oleh kuasa tambang. 
    
M, salah seorang pemilik tambang di daerah Tanjung Layang, ketika dihubungi melalui pesan WhatsAap membenarkan jika tambang miliknya kembali beroperasional, namun ketika ditanya sejak kapan mulai kembali berjalan, M enggan menjawab.
    
Sementara itu, Kapolsek Jebus, AKP Andi Purwanto SIK ketika dihubungi Radar Bangka mengatakan, dirinya akan mengecek kebenaran terkait kembali beraktivitasnya tambang di wilayah tersebut. "Nanti akan saya cek mas, terima kasih infonya," jawab Kapolsek beberapa waktu lalu.Terpisah, salah seorang warga mengatakan, adalah bohong jika tambang disana tidak akan kembali beroperasional.
    
"Jika masih ada mesin dan sakan disana, berarti mereka masih akan tetap jalan, namun jika mesin serta sakan sudah tidak ada lagi, itu baru benar sudah tidak jalan lagi. Kalau masih ada mesin biarpun malam mereka akan tetap berusaha untuk kembali beraktivitas," jelas warga yang meminta namanya tidak ditulis itu 
    
Direktur Eksekutif WALHI Babel, Ratno Budi mengatakan terkait maraknya aktifitas penambangan yang menggarap hutan lindung, aparat penegak hukum wajib turun melakukan penegakan hukum dan jangan dibiarkan saja. 
    
"Harusnya institusi penegak hukum ada Kepolisian, Dinas Kehutanan, Gakkum KLHK harus bergerak cepat melakukan penindakan dan harus serius. Disana bisa dilihat ada kerugian negara dan kasus penambangan di Babel ini sudah dipantau oleh pihak KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Jika ada membackingi dari pihak kepolisian atau pihak lainnya harus dilaporkan segera," tandanya beberapa waktu lalu.
    
Sementara itu, Kasat Pol PP Babel, Yamoa'a Harefa juga sependapat akan ikut melakukan penertiban di lokasi penambangan yang menggarap hutan lindung. "Saya sudah baca beritanya dan saya juga baru tahu kalau masih berani penambang beraktivitas disana. Nanti pihak kami akan melakukan mapping (pemetaan) dan segera turun ke lokasi," jelasnya, Senin (6/8).
    
Diberitakan sebelumnya, belasan alat berat (eksavator) berukuran besar terpantau secara berjamaah (baca: bersama-sama) menggarap hutan lindung yang berada persis di kawasan pesisir pantai wilayah TK 8, Dusun Jebu Laut, Desa Penganak, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tepatnya di dearah Sungai Drum serta Tanjung Layang.
        
Aktivitas penambangan pasir timah ilegal tersebut diketahui milik penambang besar yang sama sekali sejak dulu hingga sekarang belum pernah 'tersentuh' aparat penegak hukum. Pengusaha tambang dimaksud adalah berinisial SM, warga Parittiga. Sedangkan bos tambang sekaligus pemilik alat berat diketahui berinisial SN, warga Pangkalpinang.  
      
Ironisnya, aktivitas ekspolitasi pasir timah di daerah dimaksud jarang sekali 'tersentuh, aparat penegak hukum. Bahkan, pihak kepolisian disini terkesan adanya pembiaran?
        
Hasil pantauan Radar Bangka pada Jumat (20/7), di lokasi dimaksud, aktivitas penambangan sudah tak terbendung. Eksavator atau biasa disebut PC telah menjadi alat utama mengeksploitasi pasir timah dalam porsi banyak. Di daerah TK 8, Dusun Jebu laut, terdapat 6 unit PC yang nampak tengah membendung kawasan pantai. Salah seorang warga Dusun Jebu Laut mengatakan, ada beberapa tambang yang menggarap pantai di Dusun mereka.
         
"Itu milik salah seorang pengusaha besar Parit Tiga pak, milik SM, namun dikelola oleh anak buahnya berinisial PN. Kalau yang itu milik AL pak, warga Parit Tiga juga. Kalau AL sudah lama disitu, tapi kalau milik SM baru, dulu disana, beberapa kilometer saja dari sini pak," bebernya.
        
Begitu juga dengan di daerah Sungai Drum dan Tanjung Layang, yang masuk wilayah Dusun Penganak, Desa Air Gantang. Nampak di salah satu tambang milik pria berinisial SN terdapat 5 unit PC, begitu juga di Tanjung Layang, terdapat 2 unit PC.
        
Menurut warga, tambang milik SN, yang merupakan warga Pangkal Pinang ini, dalam satu hari bahkan bisa menghasilkan satu ton pasir timah. SN, pria asal Pangkalpinang ini, juga disebut sebagai salah satu pemilik tambang di kawasan tambang besar yang dikelola oleh TA, begitu juga tambang yang dikelola oleh AS, yang merupakan kawasan Hutan Lindung, juga diduga milik SN.
        
Namun yang lebih menarik, dari beberapa tambang tersebut, seperti di wilayah Sungai Drum dan TK 8, pasir timah yang dihasilkan, diambil oleh kolektor timah besar di Parittiga.
        
"Yang menampung timah para kolektor  timah besar di Parittiga yang jarang tersentuh pak, ada dugaan dia (kolektor) dekat dengan kalangan penegak hukum. Saya tidak mau menyebutkan nama-nama mereka. Yang pasti kolektor  mendapatkan pasir timah dari penambangan ilegal atau bahasanya asal usul timahnya ilegal dan dijual atau ditampung oleh smelter yang ada di Sungailiat," beber salah seorang warga. (rb)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Bina Pamong Air Kuang, Gali Potensi Kecamatan Kelapa
Bina Pamong Air Kuang, Gali Potensi Kecamatan Kelapa
Jum'at, 19 Oktober 2018 11:49 WIB
MUNTOK - Desa Kayu Arang salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Kelapa yang menjadi tempat penyelenggaraan rapat bina pamong
1.235 Orang Melamar CPNS Bangka Barat
1.235 Orang Melamar CPNS Bangka Barat
Jum'at, 19 Oktober 2018 10:58 WIB
MUNTOK - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bangka Barat Heru Warsito mengatakan, sebanyak 1.235 orang sudah
Eksekusi Dua Rumah di Sekar Biru, Ali Gunawan Cuma Bisa Pasrah
Eksekusi Dua Rumah di Sekar Biru, Ali Gunawan Cuma Bisa Pasrah
Jum'at, 19 Oktober 2018 10:17 WIB
PARITTIGA - Tim Juru sita Pengadilan Negeri Sungailiat mengeksekusi dua unit rumah milik Ali Gunawan terletak di Desa Sekar Biru
Parhan Lantik Empat Anggota Majelis TP-TGR
Parhan Lantik Empat Anggota Majelis TP-TGR
Senin, 15 Oktober 2018 20:05 WIB
MUNTOK - Bupati Bangka Barat, Parhan Ali, melantik empat anggota kepengurusan Majelis Tuntutan Ganti Rugi Keuangan Dan Barang Milik