Warga Tanjung Niur Datangi PT Sawindo Desak Jangan Panen Diluar HGU


Warga Tanjung Niur Datangi PT Sawindo Desak Jangan Panen Diluar HGU

MUNTOK - Sejumlah warga yang mengatasnamakan warga Deda Tanjung Niur Kecamatan Tempilang mendatangi lokasi kebun kelapa sawit milik PT Sawindo Kencana blok 004. Kedatangan warga pada Sabtu (14/4) pagi tersebut meminta pihak perusahaan untuk menghentikan aktivitas panen yang dilakukan sejumlah karyawan PT Sawindo Kencana di blok 004.

Pasalnya, lahan kebun kapa sawit yang berada di blok 004 tersebut berada di luar HGU sebagaimana yang di persoalkan warga dari sejumlah desa yang ada di Kecamatan Tempilang salah satu nya yakni Desa Tanjung Niur. 

Aksi desakan dari beberapa desa tersebut berlangsung aman tanpa ada kejadian apapun. Hal itu, tak luput kesigapan aparat kepolisian dalam hal ini Polsek Tempilang yang langsung turun ke lokasi untuk memberikan pengamanan terhadap aksi penolakan atau desakan warga terhadap PT Sawindo Kencana untuk menghentikan aktivitas panen di blok 004. 

Adanya aksi desakan warga Desa Tanjung Niur Kecamatan Tempilang terhadap PT Sawindo Kencana untuk menghentikan aktivitas panen di blok 004 pada Sabtu (14/4) pagi dibenarkan langsung oleh Kades Tanjung Niur Arsah.

Kepada harian ini Arsah mengakui bahwa beberapa warga nya mendatangi lokasi kebun kelapa sawit PT Sawindo Kencana blok 004 untuk menghentikan aktivitas panen yang dilakukan oleh karyawan perusahaan.

Namun sayang nya, saat harian ini ingin mengkonfirmasi lebih jauh telepon seluler milik Arsah terputus. Hingga berita ini diturunkan Arsah belum bisa di konfirmasi kembali dan telepon miliknya hanya terdengar nada tidak aktif.

"Informasi nya memang ada bos," ungkap Arsah saat di hubungi harian ini, Minggu (15/4) siang. Selain Kades Tanjung Niur Arsah harian ini mengkonfirmasi Kapolsek Tempilang Iptu Bobory. Kapolsek membenarkan adanya insiden tersebut. Hanya saja, selama aspirasi tersebut disampaikan oleh warga yang mendatangi lolasi kondisi dalam keadaan kondusif. 

"Iya memang ada, tetapi semuanya berjalan lancar dan aman. Tidak banyak yang datang hanya 6 orang," ungkap Kapolsel Tempilang Iptu Bobory mewakili Kapolres Bangka Barat AKBP Firman Andreanto. Minggu (15/4) siang.

Iptu Bobory atau yang biasa di sapa Bobo menerangkan pada aksi yang dilakukan sejumlah warga yang mengatasnamakan warga Desa Tanjung Niur terhadap PT Sawindo Kencana pada Sabtu (14/4) kemarin diantaranya untuk menghentikan aktivitas panen buah kelapa sawit yang berada di blok 004. Menurut warga, perkebunan tersebut sudah berada di luar HGU PT Sawindo Kencana.

"Warga minta kepada perusahaan untuk tidak lagi melakuman aktivitas panen disitu (blok 004,red). Buah yang sudah terlanjur di panen hari itu warga pun mempersilakan perusahaan untuk mengambilnya. Hanya saja, selanjutnya tidak boleh lagi ada aktivitas panen lagi di lokasi itu," terang kapolsek.

Seperti dilansir beberapa media cetak lokal di Bangka Belitung beberapa waktu lalu, total luasan kebun milik PT Sawindo Kencana yang diketahui berada di luar HGU seluas kurang lebih 370 hektar dan terletal di 6 desa yang ada di Kecamatan Tempilang seperti Desa Tanjung Niur 74 hektar,  Tempilang 25 hektar, Sangku 59 hektar, Penyampak 30 hektar, Buyan Kelumbi 29 hentar dan di Desa Sinar Surya 153 hektar.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bangka Belitung pun telah beberapa kali memediasi antara pihak perusahaan dengan perwakilan masyarakat dari 6 desa yang masing masing di wakilkan oleh kades dari masing masing desa untuk duduk bersama mencari solusi dari permasalahan tersebut. Namun sayangnya, hingga saat ini belum ada titil temu atau kata sepakat antara warga dengan pihak perusahaan.

Dari hasil pertemuan terakhir antara kedua belah pihak yang di fasilitasi Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung baru baru ini bahwa masyarakat dari 6 desa itu meminta lahan kebun yang berada di luar HGU untuk di kembalikan kepada masing masing desa sesuai dengan total luasan. Selanjutnya, kebun tersebut dikelola oleh desa melalui BUMDes.

Namun pihak perusahaan dalam hal ini PT Sawindo Kencana yang diwakili oleh Manager Opersional Robby Sitorus menawarkan sistim bagi hasil sebesar 65 persen dan 35 persen. Yang mana 65 persen untuk perusahaan 35 persen nya untuk desa. Tetapi, pengelolaan nya semua nya merupakan tanggung jawab perusahaan.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Warga Temukan Mayat di Tanjung Ru, Identitasnya Warga Belinyu
Warga Temukan Mayat di Tanjung Ru, Identitasnya Warga Belinyu
Jum'at, 10 Agustus 2018 11:28 WIB
PARITTIGA - Warga Desa Bakit, Kecamatan Parit Tiga Kabupaten Bangka Barat di hebohkan dengan penemuan sesosok mayat yang tergeletak di
Bangkai Buaya Ramaikan Dunia Maya
Bangkai Buaya Ramaikan Dunia Maya
Kamis, 09 Agustus 2018 14:57 WIB
MUNTOK - Seekor buaya berukuran kurang lebih tiga meter ditemukan sudah menjadi bangkai di pesisir pantai dekat kawasan Dermaga Peltim
Gubernur Erzaldi Bersama Bupati dan Walikota Tandatangani 17 Kesepakatan
Gubernur Erzaldi Bersama Bupati dan Walikota Tandatangani 17 Kesepakatan
Rabu, 08 Agustus 2018 21:52 WIB
MUNTOK – Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dengan Bupati dan Walikota se-Babel, yang berlangsung selama dua hari,
Annisa Parhan : Indonesia Damai Berawal Dari Keluarga
Annisa Parhan : Indonesia Damai Berawal Dari Keluarga
Rabu, 08 Agustus 2018 12:46 WIB
MUNTOK - Ketua Tim Pengerak (TP) PKK kabupaten Bangka Barat (Babar), Hj Annisa Parhan mengatakan jika keluarga adalah titik utama