Nelayan Terganggu Oli KIP 14


Nelayan Terganggu Oli KIP 14

PT Timah : Crosscek Terakhir Hasilnya Nol

    TEMPILANG - Antisipasi yang dilakukan PT Timah dengan memasang oil boom agar tak melubernya tumpahan minyak dan oli Kapal Isap Produksi (KIP) 14, yang tenggelam di perairan laut Tempilang, Bangka Barat (Babar), beberapa waktu lalu, belum memuaskan para nelayan. 

    Hingga saat ini, minyak dan oli masih saja menggangu aktivitas nelayan yang ada di Kecamatan Tempilang khususnya nelayan Desa Air Lintang, Benteng Kota dan Tanjung Niur. Masdianto (37), nelayan Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang mengunggapkan, meski sudah dipasang oil boom namun minyak dan oli tersebut masih saja ada. 

    "Hingga sekarang masih tetap ada, terutama yang ada diwilayah tangkapan kami (nelayan,red). Ini sangat menggangu sekali terutama kami nelayan ini pak. Karena berpengaruh pada penghasilan kami," keluh Masdianto saat menghubungi harian ini, Senin (8/5) pagi. Menurutnya, minyak dan oli tersebut terbawa faktor cuaca terutama arus angin. "Dia ini kalau angin ke barat bukan ke arah kami ini tapi ke arah Tanjung Niur sana minyak oli ini. Kalau angin timur ini barulah ke kita dibawah arus ini," terangnya.

    Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Kelautan dan Perikanan (LKP) Kabupaten Bangka Suhaidir menyanyangkan pihak PT Timah yang tidak maksimal mengupayakan pencemaran minyak dan oli dari KIP 14 yang tenggelam beberapa waktu lalu. "Tentunya kita sangat menyesalkan ini karena upaya PT Timah tidak maksimal. Atas semua kejadian ini rakyat kecil seperti nelayan harus terkena imbasnya," sesal Suhaidir.

    Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Humas PT Timah Renny Hutagalung menjelaskan, pihaknya sudah melakukan upaya cepat mengantisipasi pencemaran minyak dan oli yang tumpah. "Berdasarkan hasil terakhir crosscek rekan-rekan di lapangan hasilnya nol, tidak ada minyak dan oli yang keluar. Namun, sekecil apapun informasi baik dari nelayan maupun dari rekan-rekan media kami menyambut baik dan akan segera kami tindaklanjuti," ujar Reni.

    Sekretaris PT Timah, Sutrisno Tatetdagat sebelumnya menjelaskan, H+1 pasca tenggelamnya KIP 14 pihaknya langsung memasang oil boom untuk mengantisipasi melubernya tumpahan minyak dari KIP 14. "Bahkan pada saat pemasangan oil boom, genangan BBM di sekitar lokasi kejadian masih sangat sedikit. Artinya, sejak awal kami langsung merespon dan mengantisipasi secepat mungkin hal-hal yang akan terjadi," ujar Sutrisno.

    Menurut Sutrisno dalam setiap aktivitas penambanga, pihaknya selalu memperhatikan dan mengedepankan aspek-aspek lingkungan, baik di darat maupun di laut. "Prinsip keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu priopritas yang selalu kami kedepankan dalam operasional perusahaan, jadi tidak mungkin kami melakukan pembiaran separah itu, " ujarnya.

    Dirinya memastikan tak ada lagi dampak dari tumpahan minyak dan oli KIP 14. Begitupula dengan lokasi tangkap nelayan yang berjarak 10 sampai 12 mil, tak lagi masuk daerah operasi PT Timah. "Kondisi clear tidak ada dampak dan pencemaran apapun. Nelayan juga daerah tangkapnya 10-12 mil bukan daerah operasional kami lagi," pungkasnya.

     KIP 14 milik PT Timah tenggelam di perairan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Senin (24/4) malam.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Meresahkan! SPBU Simpang Kelabat Layani Pengerit
Meresahkan! SPBU Simpang Kelabat Layani Pengerit
Jum'at, 20 April 2018 00:01 WIB
PARIT TIGA - Meski belum lama ini Pertamina mengaku sudah mengeluarkan warning atau peringatan kepada para pemilik SPBU di Provinsi
Kades Sekar Biru Ajak Warga Giatkan Gotong Royong
Kades Sekar Biru Ajak Warga Giatkan Gotong Royong
Kamis, 19 April 2018 23:55 WIB
PARITTIGA - Melihat mulai pudarnya semangat kerja bersama atau gotong royong dalam membersihkan lingkungan sekitarnya. Kepala Desa Sekar Biru, Kecamatan
Warga Keluhkan Banjir di Simpang Parit Empat
Warga Keluhkan Banjir di Simpang Parit Empat
Kamis, 19 April 2018 23:52 WIB
PARITTIGA - Sejumlah warga di Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat mengeluhkan kondisi jalan di simpang Parit Empat yang selalu tergenang
Dua Guru Bangka Barat Juara Olimpiade
Dua Guru Bangka Barat Juara Olimpiade
Kamis, 19 April 2018 20:04 WIB
MUNTOK -- Pada perlombaan Olimpiade guru yang dilaksanakan oleh Kementrian Kemendikbud tingkat propinsi dua guru dari Kabupaten Bangka Barat yakni