Rumah Tangga Hancur Akibat Tambang Ilegal


Rumah Tangga Hancur Akibat Tambang Ilegal

200 Personil Bersenjata Lengkap Bakal Lakukan Penertiban

    MUNTOK - Munculnya tambang ilegal di wilayah aliran Sungai Rambat, Kecamatan Simpang Teritip ternyata menyebabkan banyak kerugian. Tidak hanya persoalan kamtibmas semata, melainkan juga persoalan sosial. Salah satunya banyak rumah tangga yang hancur akibat terjadinya perselingkuhan.

    Roaidi, perwakilan warga Desa Rambat menceritakan, tidak sedikit warga pribumi, baik laki-laki maupun perempuan selingkuh dengan para penambang. Akibatnya dipastikan, rumah tangga mereka menjadi berentakan. "Oleh karena itu sebelum warga mengambil tindakan sendiri kami mengharapkan dengan hormat dan sehormat-hormatnya, pemda maupun aparat kepolisian mengambil tindakan tegas," sebutnya disela-sela audensi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) di gedung OR 1 kantor Bupati, Selasa (10/1) sore.

    Roaidi mengatakan, kondisi kamtibmas di desanya juga sudah sangat terganggu dengan sikap maupun ulah pendatang yang seolah-olah tidak pernah hirau dengan masyarakat pribumi setempat. "Selain gejolak dan gangguan kamtibmas, sejak ada aktivitas tangkapan nelayan menurut drastis. bagaimana tidak, karena bakau, laut dan DAS menjadi tempat beroperasinya TI," tegas Roadi.

    Dia pun meminta agar pihak terkait untuk dapat mengambil tindakan. "Kami datang kesini, karena sudah resah banyak persoalan di Desa Rambat. Ini disebabkan karena maraknya aktivitas TI di Desa Rambat. Seperti perselingkuhan, percobaan pencabulan dan pemerkosaan," sebutnya.

    Menanggapi itu, Sekda Babar Yunan Helmi bakal menginstruksikan dinas terkait untuk segera mengambil langkah tegas. "Saya perintahkan dinas terkait dengan hal ini segera bentuk tim satgas penertiban Ti rajuk di Desa Rambat, jangan menunda-nunda lagi. Segera koordinasikan dengan kepolisian dan TNI, "tegas Yunan Helmi. Nantinya kata Yunan, tim ini lah yang akan memantau aktibitas TI Rambat.

    Kabag Ops Polres Babar Kompol Andi Rahmadi menambahkan, penertiban tambang tersebut sudah dibahas di tingkat internal Polres Babar. Hanya saja beberapa hari ini pihaknya masih melaksanakan beberapa kegiatan di lingkungan internal Polres Babar. "Sudah kita bahas dan harus ditertibkan segera mungkin. Karena ini ilegal melanggar, selain melanggar UU Minerba, aktivitas ini juga melanggar UU tentang Kehutanan," tegas Kompol Andi Rahmadi.

    Dalam penertiban nanti tambahkanya, kepolisian akan menurunkan anggota bersenjata lengkap. "Kita akan turunkan 200 personil bersenjata lengkap pada saat penertiban nanti," tegasnya. Tim gabungan tersebut melibatkan, sejumlah personil Polres, Polsek, TNI dan Sat Pol PP. Saat ini, Andi mengaku tengah berkordinasi dengan pemkab Babar terkait penertiban tersebut.(ray)





Berikan Komentar

Muntok Lainnya
​Berikan Pengabdian Terbaik Untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara
​Berikan Pengabdian Terbaik Untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara
Kamis, 17 Agustus 2017 13:25 WIB
MUNTOK - Kapolres Bangka Barat AKBP Hendro Kusmayadi, S.IK MH pada Kamis (17/8) pagi memimpin langsung upacara peringatan HUT RI
​Paskibraka Harus Mampu Menunjukkan Keteladanan
​Paskibraka Harus Mampu Menunjukkan Keteladanan
Kamis, 17 Agustus 2017 13:14 WIB
MUNTOK - Bupati Bangka Barat H Parhan Ali pada Selasa (15/8) malam mengukuhkan 65 anggota Paskibraka yang akan bertugas
​Satpol PP Pengguna Sabu Menyesal
​Satpol PP Pengguna Sabu Menyesal
Rabu, 16 Agustus 2017 15:20 WIB
MUNTOK - Haris Saputra alias Putra (27) oknum anggota Sat Pol PP Bangka Barat (Babar) yang ditangkap jajaran Satuan Reserse
Mahasiswa KKN UBB Sosialisasikan Trichoderma sp
Mahasiswa KKN UBB Sosialisasikan Trichoderma sp
Selasa, 15 Agustus 2017 14:51 WIB
TEMPILANG - Sebanyak 40 Mahasiswa KKN Tematik Universitas Bangka Belitung di Desa Benteng Kota Kecamatan Tempilang, Bangka Barat