Rencana Penghijauan oleh FMPL Babar. Ada Pihak Berusaha Menggagalkan


Rencana Penghijauan oleh FMPL Babar. Ada Pihak Berusaha Menggagalkan

MUNTOK (radarbangka.co.id) - 1500 batang ketapang yang direncanakan akan digunakan untuk penghijauan lahan kritis di kampung Tanah Merah Kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat (Babar) terancam mati. Pohon tersebut rencanakan akan ditanamkan di kawasan hutan lindung pantai (HLP) yang sudah tidak ada pohon lagi akibat aktifitas penambangan timah. Kegiatan ini sendiri merupakan swadaya masyarakat sekitar dan nelayan yang peduli dengan lingkungan.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Babar Davit Karim mengatakan, terancam matinya pohon ketapang lebih diakibatkan ada pihak yang kontra dengan rencana tersebut. 

“Program swadaya yang semestinya mendapatkan dukungan terancam gagal, karena sudah ditunggangi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan di bidang pertimahan,” ungkap Davit Karim kepada RB, Senin (30/5).

Kata Davit, selain melakukan penghijauan, rencananya masyarakat juga akan membangun tambatan perahu nelayan, namun rencananya tambatan perahu yang masih satu lokasi dengan penghijauan tersebut juga ikut dipermasalahkan.

“Lokasinya masuk HLP tapi tidak ada pohon lagi, sedangkan membangun tambatan perahu harus menggunakan alat berat, karena alur untuk dilewati perahu harus didalamkan. Namun belum sempat kami berjalan, malah dituduh melakukan penambangan timah, itu yang menjadi penyesalan kami,”ujarnya saat didampingi Ketua LSM Gempar, Alfani.

Masih dikatakannya, masyarakat nelayan Tanah Merah dan sekitarnya sangat membutuhkan tambatan perahu karena selama ini kalau mau melaut harus menggotong perahunya sejauh 200 meter begitujuga usai melaut. 

“Seharusnya hal-hal yang seperti ini perlu didukung bukan malah memperkeruh suasana karena dengki semata.

Terhadap masalah tersebut, pihaknya juga pernah berkonsultasi dengan dinas terkait untuk mengajukan pembangunan tambatan perahu, namun Pemda tidak berani membangun karena termasuk HLP. 

“Jadi masyarakat bergotong royong membangun dengan swadaya namun ada yang “ngeroh” jadi terpaksa dihentikan. Kami sendiri sudah mengajak pihak yang tidak senang untuk bersama-sama bekerja biar mengetahui apakah memang sosial atau menambang,”jelasnya.(dv)



Berikan Komentar

Muntok Lainnya
Penambang : Ekonomi Tempilang Bisa Lumpuh
Penambang : Ekonomi Tempilang Bisa Lumpuh
Kamis, 08 Desember 2016 15:41 WIB
MUNTOK - Sejumlah penambang meminta Bupati Bangka Barat (Babar) untuk dapat mengizinkan kembali beroperasinya Tambang Inkonvensional
Imigrasi Tiba, WNA Cina Kabur
Imigrasi Tiba, WNA Cina Kabur
Kamis, 08 Desember 2016 15:38 WIB
TOBOALI - Tim Imigrasi Pangkalpinang bersama Kesbangpol dan Dinsosnakertrans Basel mendadak mendatangi tempat kontrakan dua WNA
Nelayan Temukan Mayat Berkepala Tengkorak
Nelayan Temukan Mayat Berkepala Tengkorak
Kamis, 08 Desember 2016 15:36 WIB
MUNTOK - Sosok jenazah tanpa identitas ditemukan mengambang di tepi pantai Pasir Panjang Desa Ketap, Kecamatan
Kapal Isap RIM Diduga Hilangkan Bubu Nelayan
Kapal Isap RIM Diduga Hilangkan Bubu Nelayan
Kamis, 08 Desember 2016 15:28 WIB
MUNTOK - Bubu atau alat tangkap ikan milik salah satu nelayan Dusun Selindung Desa Air Putih Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka