Berita Muntok
Rencana Penghijauan oleh FMPL Babar. Ada Pihak Berusaha Menggagalkan
Selasa, 31 Mei 2011 08:50 WIB | Dibaca 1.243 kali
MUNTOK (radarbangka.co.id) - 1500 batang ketapang yang direncanakan akan digunakan untuk penghijauan lahan kritis di kampung Tanah Merah Kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat (Babar) terancam mati. Pohon tersebut rencanakan akan ditanamkan di kawasan hutan lindung pantai (HLP) yang sudah tidak ada pohon lagi akibat aktifitas penambangan timah. Kegiatan ini sendiri merupakan swadaya masyarakat sekitar dan nelayan yang peduli dengan lingkungan.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Babar Davit Karim mengatakan, terancam matinya pohon ketapang lebih diakibatkan ada pihak yang kontra dengan rencana tersebut. 

“Program swadaya yang semestinya mendapatkan dukungan terancam gagal, karena sudah ditunggangi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan di bidang pertimahan,” ungkap Davit Karim kepada RB, Senin (30/5).

Kata Davit, selain melakukan penghijauan, rencananya masyarakat juga akan membangun tambatan perahu nelayan, namun rencananya tambatan perahu yang masih satu lokasi dengan penghijauan tersebut juga ikut dipermasalahkan.

“Lokasinya masuk HLP tapi tidak ada pohon lagi, sedangkan membangun tambatan perahu harus menggunakan alat berat, karena alur untuk dilewati perahu harus didalamkan. Namun belum sempat kami berjalan, malah dituduh melakukan penambangan timah, itu yang menjadi penyesalan kami,”ujarnya saat didampingi Ketua LSM Gempar, Alfani.

Masih dikatakannya, masyarakat nelayan Tanah Merah dan sekitarnya sangat membutuhkan tambatan perahu karena selama ini kalau mau melaut harus menggotong perahunya sejauh 200 meter begitujuga usai melaut. 

“Seharusnya hal-hal yang seperti ini perlu didukung bukan malah memperkeruh suasana karena dengki semata.

Terhadap masalah tersebut, pihaknya juga pernah berkonsultasi dengan dinas terkait untuk mengajukan pembangunan tambatan perahu, namun Pemda tidak berani membangun karena termasuk HLP. 

“Jadi masyarakat bergotong royong membangun dengan swadaya namun ada yang “ngeroh” jadi terpaksa dihentikan. Kami sendiri sudah mengajak pihak yang tidak senang untuk bersama-sama bekerja biar mengetahui apakah memang sosial atau menambang,”jelasnya.(dv)




comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
270 Tahun PT Pos Indonesia Unit Pangkalpinang, Bagikan Voucher & Diskon kepada Pelanggan
270 Tahun PT Pos Indonesia Unit Pangkalpinang, Bagikan Voucher & Diskon kepada Pelanggan
PANGKALPINANG - PT Pos Indonesia, Jumat (26/8) lalu tepat berusia 270 tahun. Memasuki usia itu, Seluruh karyawan PT Pos Indonesia Unit Pangkalpinang turut memeriahkan dengan menggelar berbagai kegiatan untuk menyapa pelanggan, pemberian voucher, potongan harga atau diskon, hingga sampai acara syukuran.
2 Pemain PS Bangka Masuk Skuad Timnas U-19
2 Pemain PS Bangka Masuk Skuad Timnas U-19
PANGKALPINANG - Dua pemain PS Bangka dipastikan masuk dalam skuad Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19. Keduanya yakni Habibi (bek) dan Sandi Pratama (gelandang). Asisten Manager PS Bangka dr Yogi Yamani, SpB dikonfirmasi tadi malam (23/8) mengaku bersyukur jika ada pemain PS Bangka yang terpilih skuad Timnas U-19.
Anggaran TPG Dikepras, Pemda Harus Cairkan Dana Mengendap
Anggaran TPG Dikepras, Pemda Harus Cairkan Dana Mengendap
JAKARTA - Pemangkasan anggaran tunjangan profesi guru (TPG) akan memaksa pemerintah daerah (pemda) segera mencairkan dana yang diendapkan di bank. Pemda dituntut proaktif mencairkan dana yang mengendap itu supaya arus pencairan TPG tidak terhambat.
Mitra Radar