Berita Muntok
Rencana Penghijauan oleh FMPL Babar. Ada Pihak Berusaha Menggagalkan
Selasa, 31 Mei 2011 08:50 WIB | Dibaca 580 kali
MUNTOK (radarbangka.co.id) - 1500 batang ketapang yang direncanakan akan digunakan untuk penghijauan lahan kritis di kampung Tanah Merah Kelurahan Tanjung Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat (Babar) terancam mati. Pohon tersebut rencanakan akan ditanamkan di kawasan hutan lindung pantai (HLP) yang sudah tidak ada pohon lagi akibat aktifitas penambangan timah. Kegiatan ini sendiri merupakan swadaya masyarakat sekitar dan nelayan yang peduli dengan lingkungan.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) Babar Davit Karim mengatakan, terancam matinya pohon ketapang lebih diakibatkan ada pihak yang kontra dengan rencana tersebut. 

“Program swadaya yang semestinya mendapatkan dukungan terancam gagal, karena sudah ditunggangi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan di bidang pertimahan,” ungkap Davit Karim kepada RB, Senin (30/5).

Kata Davit, selain melakukan penghijauan, rencananya masyarakat juga akan membangun tambatan perahu nelayan, namun rencananya tambatan perahu yang masih satu lokasi dengan penghijauan tersebut juga ikut dipermasalahkan.

“Lokasinya masuk HLP tapi tidak ada pohon lagi, sedangkan membangun tambatan perahu harus menggunakan alat berat, karena alur untuk dilewati perahu harus didalamkan. Namun belum sempat kami berjalan, malah dituduh melakukan penambangan timah, itu yang menjadi penyesalan kami,”ujarnya saat didampingi Ketua LSM Gempar, Alfani.

Masih dikatakannya, masyarakat nelayan Tanah Merah dan sekitarnya sangat membutuhkan tambatan perahu karena selama ini kalau mau melaut harus menggotong perahunya sejauh 200 meter begitujuga usai melaut. 

“Seharusnya hal-hal yang seperti ini perlu didukung bukan malah memperkeruh suasana karena dengki semata.

Terhadap masalah tersebut, pihaknya juga pernah berkonsultasi dengan dinas terkait untuk mengajukan pembangunan tambatan perahu, namun Pemda tidak berani membangun karena termasuk HLP. 

“Jadi masyarakat bergotong royong membangun dengan swadaya namun ada yang “ngeroh” jadi terpaksa dihentikan. Kami sendiri sudah mengajak pihak yang tidak senang untuk bersama-sama bekerja biar mengetahui apakah memang sosial atau menambang,”jelasnya.(dv)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Ditandai Pemancangan Tiang Pertama, Papinka Mall Jadi Proyek Megah
Ditandai Pemancangan Tiang Pertama, Papinka Mall Jadi Proyek Megah
PANGKALPINANG-Papinka Valley, Jumat (23/1) kemarin secara resmi melakukan pemancangan tiang pertama (ground breaking) Papinka Mall. Pembangunan tersebut tersebut merupakan bagian dari proyek megah yang akan berdiri di tengah Pangkalpinang dengan dihadiri Direksi,Team Work Provident Depelopment serta investor Papinka Mall.
La Liga Nomor Masih Satu, Liga Indonesia Peringkat 74
La Liga Nomor Masih Satu, Liga Indonesia Peringkat 74
JAKARTA - La Liga kembali menjadi liga terkuat di dunia versi International Federation of Football History & Statistics (IFFHS). Liga kasta tertinggi di Spanyol itu menjadi terbaik 2014 mengungguli liga-liga papan atas lainnya seperti Serie A Italia maupun English Premier League Inggris.
Babel Kekurangan 250 Guru Madrasah
Babel Kekurangan 250 Guru Madrasah
PANGKALPINANG - Provinsi Bangka Belitung saat ini masih kekurangan guru Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kekurangan itu sebanyak 250 guru untuk mata pelajaran umum.
Mitra Radar