Berita Muntok
Di Muntok, Rusip untuk Berbuka
Kamis, 04 Agustus 2011 00:04 WIB | Dibaca 222 kali
MUNTOK (radarbangka.co.id) - Warga Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, meminati makanan khas daerah jenis rusip untuk disantap saat berbuka puasa, karena rasanya yang khas mampu menggugah selera.
Rusminah, seorang pedagang makanan jenis rusip di Muntok, Selasa (2/8) mengaku permintaan makanan tradisional khas Kota Muntok itu meningkat dalam Ramadhan tahun ini untuk menu berbuka puasa.
"Biasanya dalam sehari hanya terjual dua hingga tiga botol rusip dengan harga Rp15 ribu per botol, namun dalam Ramadhan permintaan mencapai puluhan botol sehingga saya kehabisan stok," ujarnya.
Menurut dia, rusip hanya bisa ditemukan di warung-warung tertentu, karena produksinya terbatas dan hanya dibuat kalangan home industri yang diantar langsung ke warung dengan sistem pesanan.
"Saya memesannya dari pembuat rusip dan langsung diantar ke warung saya, pada Ramadhan saya memesan stok lebih banyak karena tingginya permintaan," ujarnya.
Ia mengatakan, rusip merupakan makanan tradisional masyarakat Bangka yang terbuat dari ikan teri yang difermentasikan dan diminati warga sebagai pengganti sambal untuk lalapan. Rusip diproduksi secara merata di setiap daerah di Pulau Bangka.
Namun, penjualan rusip masih skala rumah tangga dan jenis makanan ini hanya bisa ditemukan di toko-toko menjual makanan khas daerah dan ada juga yang dijajakan langsung dari rumah ke rumah.
"Bahan rusip terbuat dari ikan teri segar, garam dan gula aren. Kemudian peralatannya terdiri baskom, saoki toples atau botol," ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pembuatan rusip yaitu ikan teri segar dibersihkan dari kotoran dan kepalanya dibuang, kemudian dicuci hingga benar-benar bersih lalu tiriskan hingga benar-benar kering.
"Kemudian campur ikan dengan garam sambil diremas hingga benar-benar tercampur rata dan diamkan selama satu hari di dalam wadah yang tertutup rapat. Selanjutnya masak gula aren dengan air hingga gula aren larut ke dalam air," ujarnya.
Setelah satu hari, kata dia, buka asinan ikan teri dan campurkaan air gula aren dengan asinan ikan teri, kemudian masukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat.
"Wadah yang tertutup rapat tersebut dibiarkan selama satu minggu dan jika sudah menghasilkan aroma yang khas dan rasanya agak asam, maka rusip sudah siap dikonsumsi," ujarnya.
Kelebihan dari makanan khas daerah Muntok ini, dapat dimakan tanpa dimasak atau dimasak sesuai selera dengan menambahkan irisan bawang merah dan cabai rawit.
Sementara itu, Yogi seorang warga Muntok mengaku rusip merupakan jenis makanan lalapan yang bisa menggugah selera makan karena aroma ikan busuk yang khas, asam dan benar-benar terasa pedas.
"Dalam Ramadhan ini kami mencari rusip sebagai menu khas saat berbuka dan terutama untuk makan sahur agar bisa membangkitkan selera makan," ujarnya.
Menurut dia, rusip sebagai makanan khas daerah Muntok ini tidak hanya diminati warga setempat tetapi juga para pendatang dari berbagai daerah.
"Kalau saya pulang kampung, keluarga di rumah selalu minta dibawakan rusip asli dari Muntok," kata Rendi, seorang perantau asal Palembang. (atr/rb)




comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
PANGKALPINANG - Ingin membuat hari pernikahan Anda berkesan istimewa? Paket pernikahan Hotel Bumi Asih Pangkalpinang dapat menjadi pilihan tepat Anda dalam merencanakan pernikahan.
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
VALENCIA - Bukan kalah atau menang yang menjadi target timnas senior Indonesia selama menjalani rangkaian tur Spanyol. Alfred Riedl selaku pelatih timnas senior hanya ingin melakukan evaluasi dalam laga uji coba di Negeri Matador tersebut.
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah - Siti Aisyah Pulungan (8) mencium ayahnya Muhammad Nawawi Pulungan (54) yang dirawat di RS Pirngadi pada hari pertama ia kembali bersekolah di Medan, Sumut, Jumat (21/3). Sejak setahun terakhir Aisyah tidak ke sekolah karena merawat ayahnya yang sakit di atas becak. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Mitra Radar