Berita Koba
42 Siswa SMP Bateng Tak Lulus
Senin, 04 Juni 2012 12:10 WIB | Dibaca 287 kali
KOBA - Pada kelulusan siswa SMP sederajat tahun ini, sebanyak 42 siswa dinyatakan tidak lulus, yakni terdiri dari 39 siswa SLTP dan 3 siswa MTs. Siswa yang tidak lulus tersebut terdapat di Kecamatan Koba sebanyak 7 siswa, Kecamatan Namang 1 siswa, Kecamatan Sungai Selan 19 siswa, Kecamatan Pangkalan Baru 8 siswa dan Kecamatan Lubuk Besar 7 siswa. Secara keseluruhan, persentase kelulusan siswa SMP sederajat di Kabupaten Bateng sebesar 97,66 %.
Terkait kelulusan tahun ini, Kabid Dikmen Disdik Bateng, Paizal, mengatakan bahwa NEM tertinggi Kabupaten Bateng tahun 2012 diraih siswa SLTPN 1 Pangkalan Baru, atas nama Yohanes Belymanto dengan total NEM 37,80 dan nilai rata-rata 9,45. Lalu, peringkat kedua diraih 2 orang siswa SLTPN I Koba dengan nilai sama besarnya yakni 37,45 atas nama Vira Prisandi dan Gradiska Oktavianti dengan rata-rata 9,36. Sementara, peringkat ketiga diraih Munaffidul Ihsan dari SLTPN I Namang dengan NEM sebesar 35,35 dan nilai rata-rata 8,84. "Persentase kelulusan SLTP tahun 2012 ini sebesar 97,56 %, dan untuk MTs sebesar 98,68 %," jelasnya, saat menghadiri pengumuman kelulusan di SLTPN I Koba, Sabtu (2/6).
Lebih lanjut, Paizal mengingatkan para siswa yang belum lulus untuk tidak berkecil hati karena masih ada kesempatan mengulang tahun depan atau mengikuti ujian kesetaraan Paket B. Sementara bagi siswa yang lulus, dia berharap mereka dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Terpisah, Kepala SLTPN I Koba, Mataris, mengaku lega dan bangga setelah sekolah yang dipimpinnya dinyatakan lulus 100 %, sama seperti tahun 2011 lalu. "Ini bentuk hasil usaha kita semua, mulai dari sekolah, guru, anak, orang tua dan pemerintah yang memang dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah. Alhamdulillah, dari 147 siswa, hari ini anak-anak lulus 100 %. Apalagi tadi diumumkan 2 orang siswi kita meraih predikat NEM tertinggi kedua se-Bateng. Ini luar biasa dan kebanggaan bagi kami khususnya," ungkapnya.
Sementara, pemandangan berbeda terjadi di SLTP Muhammaddiyah Koba yang 4 orang siswanya dinyatakan tidak lulus, dari 20 siswa yang mengikuti UN 2012. Walaupun terlihat suasana ceria dari para siswa yang lulus, 4 orang siswa tersebut tampak diliputi perasaan sedih. Dari mereka, diketahui ada 1 orang yang nilainya kurang pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, lalu 2 orang pada Bahasa Inggris, Matematika dan IPA, serta 1 orang yang nilainya kurang pada Bahasa Inggris dan IPA.
3 Siswa Basel Tak Lulus

Basel 3 Tak Lulus
Sebanyak 3 siswa tingkat SMP dan sederajat di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), tidak lulus ujian nasional (UN). Siswa yang tidak lulus antara lain 1 siswa dari SMP negeri 2 Toboali dan 2 siswa dari SMP YPK Toboali. Kepala Dinas Pendidikan Basel, Sopian AP, melalui Kabid Dikmen (Pendidikan Menengah) Dinas Pendidikan Pemkab Basel, Edy Supriadi, menjelaskan bahwa pihaknya sudah berupaya maksimal dan akan terus meningkatkan kualitas sekolah swasta.
“Alhamdullilah, hanya 3 orang yang belum berhasil yaitu 2 SMP YPK dan 1 dari SMP Negeri 2 Toboali. Sekolah lainnya 100 persen lulus,” terang Edy kepada RB, Sabtu (2/6). Edy meminta, para siswa yang tidak lulus UN untuk tidak terlalu kecewa karena masih bisa mengikuti Kejar Paket B. "Sekolah yang siswanya tidak lulus UN diharapkan segera mendaftarkan siswanya untuk ikut program Kejar Paket B," himbaunya, sembari mengatakan bila tahun ini tidak mengikuti Kejar Paket B, maka siswa bersangkutan terpaksa mengulang ikut UN tahun depan.
Adapun peringkat pertama se-Basel berasal dari SMP Negrei 2 Toboali atas nama Rino Gautama Bindo, dengan nilai Bahasa Indonesia 9.80, Bahasa Inggris 8.80, Matematika 10, Ipa 9.00 dengan jumlah 37.60. Sementara, rata-rata nilai tingkat SMP/Mts Negeri dan Swasta Basel 7.32. Terpisah, anggota DPRD Basel dari Komisi B, Samsir, secara kualitas mengapresi kelulusan SMP di Basel. “Yang lebih penting adalah apakah secara kuantitas ada engak siswa di Basel yang menduduki peringkat tinggi dalam hal nilainya. Hal yang paling penting semua yang lulus tersebut 100 persen melanjutkan ke jenjang SMA,SMK atau sederajat. Karena hal itu juga menjadi indikator SKPD pendidikan berapa presentase angka melanjtukan sekolah  dan angka putus sekolah ” ungkap Samsir.
Menurut Samsir, untuk meningkatkan mutu pendidikan, ranah pendidikan tidak bisa dikerjakan hanya oleh SKPD pendidikan saja, tetapi menjadi tanggung orang banyak seperti orang tua  dan beberapa stake holder terkait.  “Ke depan, indikator pendidikan yang mengenai kelulusan itu bukan hanya pada kualitas dalam aspek presentase tetapi sudah harus kearah prosentase  jumlah berapa nilai tertinggi yang diraih oleh Basel. Jika perlu targetkan bahwa peringat satu sampai peringkat 10 semuanya  ada di Basel, Intinya tahun ini apakah ada kenaikan rata-rata nilai UN dibandingkan dengan nilai rata-rata UN tahun 2011. Dan berapa disparitas antara UN dan UAS” papar Samsir. (fer/RB)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Lia Furniture Elektronik, Bisa Cash & Kredit
Lia Furniture Elektronik, Bisa Cash & Kredit
PANGKALPINANG - Sukses mengembangkan usahanya sejak 6 tahun silam, Marliani, pemilik galeri Lia Furniture & Elektronik kini melengkapi usahanya dengan beragam produk handpohone bermerk dan berkualitas. Beragam produk handphone ini dapat Anda miliki dengan pembayaran cash dan credit sesuai kemampuan Anda. Bahkan untuk kredit juga suku bunga sangat terjangkau dan tenor minimal 10 bulan.
Romario : Penjarakan PSSI Brazil!
Romario : Penjarakan PSSI Brazil!
BRASILIA-Legenda sepakbola Brasil Romario geram dengan hasil memalukan yang dituai tim nasional Brasil dalam Piala Dunia 2014. Pria yang kini berprofesi sebagai pengacara itu meminta para petinggi federasi sepakbola Brasil (CBF) dipenjara.
Dicari 100 Ribu Peserta Pelatihan Indonesia Digital Learning
Dicari 100 Ribu Peserta Pelatihan Indonesia Digital Learning
JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk meluncurkan program “Indonesia Digital Learning”. Program ini merupakan pelatihan dengan sertifikasi internasional meningkatkan pemahaman penggunaan internet.
Mitra Radar