Calon Pelanggan PLN Kembali Ngeluh. Pasang KWH 1.300, Diminta Rp 3,5 Juta


Calon Pelanggan PLN Kembali Ngeluh. Pasang KWH 1.300, Diminta Rp 3,5 Juta

KOBA (radarbangka.co.id) - Keluhan terhadap tingginya biaya sambungan baru listrik kembali muncul. Setelah pekan lalu warga Sungailiat, kali ini giliran warga Koba yang mengeluhkannya. Rev, warga Berok Kelurahan Arung Dalam Kecamatan Koba, salah satu calon pelanggan baru PLN mengeluhkan tingginya tarif pemasangan baru PLN yang ditetapkan pihak instalatir yang menjadi mitra kerja PT PLN.

Rev mengaku, untuk pemasangan KWH 1300 V.A ia diminta oleh pihak instalatir sebesar Rp 3,5 juta. Padahal sepengetahuannya biaya resmi dari PLN hanya sebesar Rp 995 ribu saja.

“Kalau biaya pemasangan baru yang kita bayar kepada PLN sebesar Rp 995.000 untuk 1.300 VA tidak masalah, tapi biaya instalatir ini yang memberatkan kita,” ungkap Rev kepada RB, Jumat (17/6).

Rev menceritakan, awalnya pihak instalatir mematok biaya sebesar Rp 3,5 juta, namun kemudian ditawar menjadi Rp 3 juta. “Kita minta dikurangi biayanya, sebab kita sudah ada jaringan instalasi. Jujur kita merasa berat untuk membayar biaya instalaltir sebesar Rp 3 juta,” ungkapnya.

Karena belum ada kesepakatan harga, menurut Rev, pihak instalatir tersebut urung memasang KWH miliknya.

“Kami bingung sebenarnya berapa sih biaya untuk pemasangan listrik baru kepada instalatir yang menjadi mitra PLN tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala PLN Ranting Koba, M. Isra menjelaskan, biaya pemasangan PLN sudah ada standarnya yakni, untuk 900 VA sebesar Rp 775.000 dan 1.300 VA  biaya sebesar Rp. 975.000, sedangkan untuk biaya pemasangan sambungan jaringan instalatir itu dilakukan perusahaan mitra PLN. 

“Secara detail kita tidak tahu berapa rincian biaya setiap item, namun jika tidak salah jika rumah tersebut sudah ada jaringan standar instalatir, maka konsumen hanya dikenakan biaya sebesar 50 persen,” jawab Isra. (fer)



Berikan Komentar

Koba Lainnya
Aset Koba Tin Sering Dijarah
Aset Koba Tin Sering Dijarah
Senin, 23 Januari 2017 09:42 WIB
KOBA - Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah Apri Panzupi mengkritisi seringnya aset milik PT Koba Tin dijarah oknum masyarakat
PPL Diminta Lakukan Deteksi Dini
PPL Diminta Lakukan Deteksi Dini
Senin, 23 Januari 2017 09:38 WIB
KOBA - Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bangka Tengah Yudi Purwanto meminta Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) melakukan deteksi dini
SMKN 2 Koba Kini Miliki Hotel untuk Praktek
SMKN 2 Koba Kini Miliki Hotel untuk Praktek
Jum'at, 20 Januari 2017 08:19 WIB
KOBA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah (Bateng) membangun hotel yang digunakan sebagai bengkel pariwisata bagi siswa SMKN 2
Surat Suara Mulai Dikelompokkan
Surat Suara Mulai Dikelompokkan
Jum'at, 20 Januari 2017 08:15 WIB
KOBA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Tengah (Bateng) mulai mengelompokkan surat suara guna dibagikan ke kecamatan