Berita Koba
Calon Pelanggan PLN Kembali Ngeluh. Pasang KWH 1.300, Diminta Rp 3,5 Juta
Senin, 20 Juni 2011 11:43 WIB | Dibaca 1.125 kali
KOBA (radarbangka.co.id) - Keluhan terhadap tingginya biaya sambungan baru listrik kembali muncul. Setelah pekan lalu warga Sungailiat, kali ini giliran warga Koba yang mengeluhkannya. Rev, warga Berok Kelurahan Arung Dalam Kecamatan Koba, salah satu calon pelanggan baru PLN mengeluhkan tingginya tarif pemasangan baru PLN yang ditetapkan pihak instalatir yang menjadi mitra kerja PT PLN.

Rev mengaku, untuk pemasangan KWH 1300 V.A ia diminta oleh pihak instalatir sebesar Rp 3,5 juta. Padahal sepengetahuannya biaya resmi dari PLN hanya sebesar Rp 995 ribu saja.

“Kalau biaya pemasangan baru yang kita bayar kepada PLN sebesar Rp 995.000 untuk 1.300 VA tidak masalah, tapi biaya instalatir ini yang memberatkan kita,” ungkap Rev kepada RB, Jumat (17/6).

Rev menceritakan, awalnya pihak instalatir mematok biaya sebesar Rp 3,5 juta, namun kemudian ditawar menjadi Rp 3 juta. “Kita minta dikurangi biayanya, sebab kita sudah ada jaringan instalasi. Jujur kita merasa berat untuk membayar biaya instalaltir sebesar Rp 3 juta,” ungkapnya.

Karena belum ada kesepakatan harga, menurut Rev, pihak instalatir tersebut urung memasang KWH miliknya.

“Kami bingung sebenarnya berapa sih biaya untuk pemasangan listrik baru kepada instalatir yang menjadi mitra PLN tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala PLN Ranting Koba, M. Isra menjelaskan, biaya pemasangan PLN sudah ada standarnya yakni, untuk 900 VA sebesar Rp 775.000 dan 1.300 VA  biaya sebesar Rp. 975.000, sedangkan untuk biaya pemasangan sambungan jaringan instalatir itu dilakukan perusahaan mitra PLN. 

“Secara detail kita tidak tahu berapa rincian biaya setiap item, namun jika tidak salah jika rumah tersebut sudah ada jaringan standar instalatir, maka konsumen hanya dikenakan biaya sebesar 50 persen,” jawab Isra. (fer)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Kondisi Indonesia Saat Ini Mirip 1998
Kondisi Indonesia Saat Ini Mirip 1998
JAKARTA - Tingginya nilai tukar dolar AS dan lesunya kondisi ekonomi yang dipadukan dengan kekeringan panjang saat ini agak mirip dengan kondisi Indonesia saat mengalami krisis 1998.
Barcelona Sudah Dijual ke Qatar
Barcelona Sudah Dijual ke Qatar
BARCELONA Joan Laporta masih memiliki ambisi besar untuk menduduki Presiden Barcelona. Sebagai mantan presiden, Laporta tak tega melihat perubahan
Angklung Jadi Primadona di Jambore Pramuka Internasional
Angklung Jadi Primadona di Jambore Pramuka Internasional
YAMAGUCHI - Indonesia menggelar acara Indonesian Day di Jambore Internasional Pramuka ke-23 di Kirarahama, Yamaguchi, Jepang yang berlangsung hingga hari ini
Mitra Radar