Tahura Bukit Mangkol Dirusak Penambang


Tahura Bukit Mangkol Dirusak Penambang

SIMPANGKATIS - Akses jalan utama Desa Teru Kecamatan Simpangkatis Kabupaten Bangka Tengah lambat laun akan terancam rusak oleh aktivitas tambang inkonvensional (TI). Tak hanya jalan, namun jika dibiarkan maka seputaran taman hutan raya (Tahura) bukit Mangkol pun turun semakin rusak.

Pantauan harian ini Senin (9/7) pagi, tampak dua front mesin TI masih beroperasi sekitar 20 meteran saja dari pinggir jalan utama, sementara kolong-kolong kecil bekas ditambang sebagian ditinggal pekerjanya.

Terpantau tak jauh dari lokasi tambang terpampang tiga plang besar yang menyatakan kawasan  itu merupakan wilayah pengelolaan taman hutan raya (tahura) bukit mangkol kawasan konservasi bukit mangkol dengan SK.575/Menlhk/Setjen/PLA.2/7/2016 tanggal 27 Juli 2016, Pemda Kabupaten Bateng Dinas Lingkungan Hidup.

Kemudian plang himbauan Dishut Babel, hingga plang sanksi berat hukumantpenjara paling lama 15 tahun hingga denda hingga Rp.15 miliar bagi siapa saja yang beraktivitas tanpa ijin atau merusak kawasan tahura.

Dari hasil wawancara harian ini kepada penambang di lokasi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jika mereka hanya penambang kecil dengan hasil kisaran dibawah 10 kg pasir timah persatu frontnya.

"Hasilnya ya dibawah 10 kg pak, kami jual bebas dengan kisaran harga Rp.100 ribuan per Kg pasir timah yang didapat," ujarnya. 
Sementara saat disinggung mengenai aktivitas mereka yang terlalu ke pinggir jalan raya, penambang pun berkilah jika tailing dari TI sengaja dibuang untuk menutup bekas galian di pinggir jalan setelah sebelumnya sudah ada teguran dari pihak terkait.

"Baru-baru ini, kami juga sudah ditegur oleh Satpolpp. Sebagian sudah ada yang mengangkat mesin, namun tersisa dua front ini saja," katanya. 

Ia juga menambahkan, aktivitas tambang mereka lakukan bukan tanpa sebab. Karena saat ini, dirasa tidak ada pekerjaan yang cukup pasti selain nambang. "Untuk berkebun, saat ini harga lada anjlok total. Biaya modal bertani besar, panen belum tentu berhasil disamping harga yang tak menentu bahkan tak sesuai," ungkapnya.

Sementara Kasat Pol PP Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Mulyanto mengungkapkan, jika baru-baru ini pihaknya telah menertibkan aktivitas TI di dalam kawasan Tahura yang selama ini beroperasi di malam hari.

"Dari keterangan BKO dan PAM-HUT Tahura Bateng, bahwa setidaknya 3 TI diperkirakan beoperasi pada mlm hari dengan titik lokasi msing-masing berjarak 2 Km yang medannya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 jam. Dan 1 mesin TI berhasil kami musnahkan," ungkap Mulyanto kepada Radar Bangka.

Sementara untuk aktivitas TI yang masih membandel beroperasi di pinggir jalan tak jauh dari muara plang kawasan Tahura. Maka Mulyanto menegaskan, pihaknya akan kembali turun ke lokasi untuk melakukan penertiban. 

"Yang masih membandel beroperasi di pinggir jalan itu, segera kami tertibkan agar tak memperparah kerusakan," pungkas Mulyanto. (and) 





Berikan Komentar

Koba Lainnya
Menkumham: Ego Nasional dan Ego Daerah Harus Dapat Dihilangkan
Menkumham: Ego Nasional dan Ego Daerah Harus Dapat Dihilangkan
Senin, 17 September 2018 11:39 WIB
PANGKALPINANG - Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia Yasonna H. Laoly mendapat jamuan makan malam dari Pemerintah
Rumah Marjunto Hangus Terbakar
Rumah Marjunto Hangus Terbakar
Minggu, 09 September 2018 20:23 WIB
LUBUKBESAR - Diduga akibat korsleting aliran listrik, rumah Marjunto warga Dusun B1 Desa Lubukbesar, Kecamatan Lubukbesar, Bangka Tengah, ludes terbakar,
Tabrakan Maut Panther Vs Vixion, Denis Tewas di TKP
Tabrakan Maut Panther Vs Vixion, Denis Tewas di TKP
Sabtu, 08 September 2018 04:09 WIB
KOBA - Jika sebelumnya pada Kamis (6/9) sebelumnya kecelakaan Lalu lintas terjadi di ruas jalan raya desa Belilik tepatnya di
Polsek Sungaiselan Sambang Duka Korban Tewas Tenggelam
Polsek Sungaiselan Sambang Duka Korban Tewas Tenggelam
Kamis, 06 September 2018 16:37 WIB
SUNGAISELAN - Polsek Sungaiselan terus melakukan kegiatan sambang duka di kediaman keluarga Andika bin Moko bocah berusia 11 tahun korban