Tega Jual Teman Sekampung ke Hidung Belang


Tega Jual Teman Sekampung ke Hidung Belang

SURABAYA - Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap Kusmi Lacatun, perempuan asal Sokaraja, Banyumas, Jateng. Dia dibekuk polisi gara-gara menjual teman sekampungnya sendiri. Perempuan 28 tahun itu awalnya menjajakan dirinya. Sejak 2017. Dia lebih dikenal para pelanggannya sebagai Deby.

Nama samaran tersebut dia gunakan saat mencari pria hidung belang di aplikasi WeChat.

"Bukan cuma WeChat, dia juga pakai WhatsApp," jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran.
Lantaran sudah banyak pelanggan, taraf hidupnya pun naik. Sejak Februari 2018 dia memilih pindah ke sebuah apartemen di kawasan Menur Pumpungan.

Sekali berkencan, dia mematok Rp 700 ribu. Itu tarif untuk layanan short time saja.
Bisnis haram tersebut menghasilkan uang banyak dalam tempo singkat. Berdasar hasil pemeriksaan, Deby sudah mengantongi uang Rp 25 juta dalam dua bulan saja. Lantaran ketagihan dengan uang yang banyak itu, dia berusaha melebarkan bisnis dengan menjadi mucikari.
Deby merekrut teman masa kecilnya di kampung halaman. Korban Deby tersebut berinisial SAR alias Jesika. Jesika dikontak pelaku sejak Februari lalu. Namun, dia sempat menolak. Rupanya Deby punya cara jitu untuk menggaet calon anak buahnya itu.
Dia menawarkan kehidupan yang mewah. Tersangka berusaha merayu korban selama dua bulan.
April lalu Jesika baru mau datang ke Surabaya. Dari Sokaraja ke Surabaya dia menempuh perjalanan dengan menggunakan bus. Deby pun menjemputnya. Jesika lantas dibawa menuju apartemen. Perjanjian jahat pun dimulai.
"Nah, mulai saat itu dia jadi muncikari," kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni. Jesika menyepakati bahwa ada uang yang harus diserahkan kepada Deby saat mendapatkan pelanggan.

Total, ada Rp 1,7 juta yang dia setorkan sejak April lalu. Berdasar hasil pemeriksaan, Jesika mendapatkan pelanggan dari pria hidung belang yang kerap berkencan dengan Deby. Selama April hingga Mei dia sudah mendapatkan uang Rp 7,5 juta.
Ruth mengatakan, tersangka biasanya menerima pesanan pria hidung belang melalui WeChat.

Setelah itu proses transaksi berpindah ke WhatsApp. Deby dan calon pelanggan biasanya menyepakati adanya persekot terlebih dahulu saat bertemu. Jumlahnya Rp 200-300 ribu.

Lokasi tindak pidana perdagangan orang itu adalah apartemen Deby.

Setelah menerima uang muka, Deby lantas mempersilakan tamunya masuk. Di dalam sudah ada Jesika yang menunggu.(mir/c9/ano/jpnn)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Syaiful Zachri : Pilihan dan Partai Boleh Beda, Kedamaian Tetap Utama
Syaiful Zachri : Pilihan dan Partai Boleh Beda, Kedamaian Tetap Utama
Jum'at, 19 Oktober 2018 10:55 WIB
PANGKALPINANG - Kepolda Babel Brigjen Pol Drs Syaiful Zachri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama menjaga keamanan dan ketertiban
OTT di Bekasi, KPK Amankan 10
OTT di Bekasi, KPK Amankan 10
Senin, 15 Oktober 2018 12:58 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu
KPK Segel Ruang Kepala Dinas PUPR
KPK Segel Ruang Kepala Dinas PUPR
Senin, 15 Oktober 2018 12:52 WIB
BEKASI - Tiga petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penyegelan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi,
2 Bos Judi Pe Qyu  Berstatus IRT Tertangkap dilokasi Perjudian Belinyu
2 Bos Judi Pe Qyu Berstatus IRT Tertangkap dilokasi Perjudian Belinyu
Selasa, 09 Oktober 2018 10:25 WIB
PANGKALPINANG - Aksi perjudian di Bumi Serumpun Sebalai kian marak, ini terbukti dengan ditangkapnya 4 tersangka pemain judi Pe