Cewek Tomboy Cabuli Siswi SD, Terbongkar dari SMS Mesra


Cewek Tomboy Cabuli Siswi SD, Terbongkar dari SMS Mesra

Terancam 15 tahun Penjara 

TANJUNGPANDAN - SA alias Dani (21) warga Jalan Pemuda Air Raya, diamankan Jajaran Satreskrim Polres Belitung, Selasa (30/1) kemarin. Dani ditenggarai telah melakukan pencabulan dengan anak di bawah umur, sebut saja Melati (11). 

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Robby Ansyari mengatakan, orang tua korban sudah melaporkan secara resmi, terkait kasus pencabulan anak di bawah umur ini. Sekarang Jajaran Perlindungan Perempuan Anak (PPA) masih melakukan pemeriksaan.

Peristiwa ini terbongkar saat orang tua mengetahui adanya SMS mesra antara korban dan pelaku. Setelah dicek dan telpon balik, ternyata nomor tersebut milik Dani. Dari situlah orang tua Melati mulai curiga.

"Biasanya anaknya pegang handpone untuk main facebook dan juga media sosial lainnya. Namun, dia terkejut saat Melati menulis pesan dengan mesra, hingga akhirnya ibu korban curiga," kata AKP Robby.

Mengetahui hal itu, ibu korban langsung menanyakan ke Melati. Awalnya, dia tidak mengakui, setelah didesak, akhirnya wanita yang masih berstatus pelajar SD kelas VI tersebut buka suara, tentang hubungan terlarangnya.

Dalam laporannya, korban mengaku mendapat perlakukan tak senonoh dari pelaku. Mulai dari mencium leher, pipi, bibir, memegang bagian dada hingga memasukan jari pelaku ke alat kelamin gadis yang masih lugu tersebut.

Bagai disampar petir di siang bolong, setelah mendengar pernyataan anaknya, orang tua korban langsung mendatangi pelaku. Setelah itu, dia melaporkan kasus pencabulan tersebut ke SPKT Polres Belitung.

"Sementara kita sudah amankan pelaku bebeserta barang bukti. Dan tindakan dari kepolisian masih melakukan visum terhadap korban. Untuk visum, hingga saat ini belum keluar," ungkap Pria Jebolan AKPOL 2008 ini.

Adanya kejadian ini, AKP Robby mengaku prihatin. Sebab, anak sekecil Melati telah melakukan atau menjadi korban hubungan terlarang. Dia meminta kepada masyarakat Belitung, untuk mengawasi anak-anaknya.

"Jangan sampai, peristiwa seperti ini kembali terjadi. Apalagi kejadian tersebut baru pertama kali di Belitung. Dalam hal ini, peran orang tua sangat penting untuk memberikan edukasi-edukasi kepada anak-anaknya," terangnya.

Dalam hal ini, pihak kepolisian menjerat pelaku dengan Pasal 82 Undang-undang Tentang Perlindungan anak.  Ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Saat ini, kami masih melakukan penyidikan dan penyelidikan," pungkasnya. Sementara itu, Dani mengakui perbuatannya. Dia melakukan hubungan terlarang itu atas dasar suka sama suka. Wanita tomboy ini mengatakan, dia menjalin cinta terlarang dengan korban sejak November 2017 lalu.

Wanita berusia 21 tahun tak menampik telah melakukan perbuatan tak senonoh kepada korban. "Saya dan Melati melakukan perbuatan itu, saat kondisi rumah sepi dan orang tua korban tidak ada," jelasnya. (kin)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Syaiful Zachri : Pilihan dan Partai Boleh Beda, Kedamaian Tetap Utama
Syaiful Zachri : Pilihan dan Partai Boleh Beda, Kedamaian Tetap Utama
Jum'at, 19 Oktober 2018 10:55 WIB
PANGKALPINANG - Kepolda Babel Brigjen Pol Drs Syaiful Zachri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama menjaga keamanan dan ketertiban
OTT di Bekasi, KPK Amankan 10
OTT di Bekasi, KPK Amankan 10
Senin, 15 Oktober 2018 12:58 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu
KPK Segel Ruang Kepala Dinas PUPR
KPK Segel Ruang Kepala Dinas PUPR
Senin, 15 Oktober 2018 12:52 WIB
BEKASI - Tiga petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penyegelan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi,
2 Bos Judi Pe Qyu  Berstatus IRT Tertangkap dilokasi Perjudian Belinyu
2 Bos Judi Pe Qyu Berstatus IRT Tertangkap dilokasi Perjudian Belinyu
Selasa, 09 Oktober 2018 10:25 WIB
PANGKALPINANG - Aksi perjudian di Bumi Serumpun Sebalai kian marak, ini terbukti dengan ditangkapnya 4 tersangka pemain judi Pe