Terbuai Janji Dinikahi, Remaja Rela Digituin 6 Kali


Terbuai Janji Dinikahi, Remaja Rela Digituin 6 Kali

BENGKAYANG - Melati (14, bukan nama sebenarnya) rela digituin sebanyak enam kali oleh Marin, warga Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Melati mau digituin karena termakan janji manis Marin yang akan menikahinya.

Saat ini, kasus itu sedang ditindaklanjuti oleh Polres Bengkayang. Melati mengaku kali pertama melakukan perbuatan asusila itu di aula kantor Kecamatan Capkala pada 11 November lalu.

“Saya sebelumnya diajak dia jalan selama seminggu. Kemudian diajak begituan,” kata Melati saat ditemui di Polres Bengkayang, Rabu (29/11). Setelah itu, mereka kembali melakukan perbuatan asusila untuk kali kedua di tempat yang sama pada 25 November.

Awalnya, Melati nekat kabur dari rumah karena khawatir dilarang bertemu kekasihnya itu, Minggu (26/11).

Dia memilih tinggal di saudaranya, Al, selama enam bulan. Di sana, Melati berkenalan dengan Manin. Benin cinta tumbuh di hati mereka.

Gaya mereka berpacaran ternyata kebablasan. Melati dan Manin nekat melakukan perbuatan asusila. Kasus ini terkuak ketika Al mengetahui Melati kabur dari jendela rumah.

Sebagai saudara, dia khawatir Melati mengalami kejadian yang tak diinginkan. Apalagi, dia sudah mengetahui Melati menjalin asmara dengan Manin.

Melati sempat tak ditemukan selama empat hari. Al akhirnya menghubungi AN (49), ibu Melati. Mereka bersama-sama mencari Melati. Melati akhirnya ditemukan di Desa Samalantan.

Melati mengaku dibawa menginap di rumah saudara angkat Manin di Jirak selama tiga hari empat malam. Setelah mengetahui kejadian yang menimpa Melati, pihak keluarga langsung melapor ke Polsek Samalantan.

Kapolres Bengkayang AKBP Permadi Syahids Putra menerangkan, Manin diringkus pada Rabu (29/11).

"Saat ini sedang berlangsung proses pemeriksaan oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Bengkayang terhadap korban dan pelaku serta para saksi," terang Permadi.

Dia menambahkan, Manin dijerat pasal 81 jo 76 D sub pasal 82 jo 76 E UU RI No 35 tahun 2014 tetang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu, Manin mengaku melakukan perbuatan asusila itu atas dasar suka sama suka. "Kami sama-sama cinta. Saya berniat ingin menjadikan dia istri," kata Manin.

Dia menambahkan, selain di kantor kecamatan, perbuatan asusila itu juga dilakukan di hutan. "Saya menyesal. Apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur," ujar Manin. (Kurnadi/Ocsya Ade CP)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Pria Inisial YK yang Penuhi Hasrat Roro Fitria
Pria Inisial YK yang Penuhi Hasrat Roro Fitria
Kamis, 15 Februari 2018 18:58 WIB
JAKARTA -Tim dari Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya telah menangkap artis Roro Fitria dan pria berinisial WH. Keduanya ditangkap
Petani Air Gegas Kedapatan Jual Sabu
Petani Air Gegas Kedapatan Jual Sabu
Kamis, 15 Februari 2018 15:52 WIB
TOBOALI -Jajaran Polsek Air Gegas berhasil melakukan penangkapan tersangka Bandar dan juga pengedar narkoba di Desa Air Gegas Kecamatan Air
Polisi Tempilang Tangkap Penjual Mikol
Polisi Tempilang Tangkap Penjual Mikol
Kamis, 15 Februari 2018 15:50 WIB
MUNTOK- Polisi Sektor Tempilang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menangkap dua orang laki-laki yang diduga menjual minuman beralkohol jenis arak.
Dit Polair Polda Babel Tangkap Perompak
Dit Polair Polda Babel Tangkap Perompak
Kamis, 15 Februari 2018 15:46 WIB
PANGKALPINANG - Direktorat Polisi Air Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil membekuk perompak yang meresahkan nelayan di perairan Kepulauan Bangka Belitung.