Satpam Tewas Usai Indehoy, PSK : "Iya Abang Lebih Kuat"


Satpam Tewas Usai Indehoy, PSK : "Iya Abang Lebih Kuat"

Keluarga Korban Enggan Diotopsi
Dugaan Polisi Karena Pakai Doping


TANJUNGPANDAN - Teka-teki penyebab kematian Sy di Penginapan Prima Jalan Sijuk Air Merbau, Selasa (10/10) sore, hingga saat ini masih misterius. Sebab, pihak keluarga enggan dilakukan otopsi, terkait meninggalnya pria asal Desa Membalong, yang berprofesi Satpam ini.

Sementara itu, dari kesimpulan kepolisian, korban meninggal dunia lantaran dugaan memakai doping, sebelum melakukan hubungan intim dengan Janda yang nyambi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), sebut saja Mawar (30).

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Robby Ansyari mengatakan, pihaknya sudah melakukan pra rekonstruksi dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada di lokasi, di antaranya pemilik, pekerja dan janda teman kencana korban tersebut.

Dari keterangan Mawar kepada pihak kepolisian, wanita asal Kuningan Jawa Barat ini mengaku sudah melakukan hubungan suami istri dengan SY, sebanyak empat kali dalam kurun waktu sebulan.

Saat melakukan hubungan, mulai yang pertama hingga ketiga kalinya, korban hanya mampu bermain dalam tempo lima menit. Namun, saat melakukan yang keempat kalinya, Satpam ini bermain lebih lama, bahkan sampai kurang lebih satu jam.

Saat water break (istirahat minum) di pertengahan menit ke 30, korban sempat bicara kepada Mawar yang sudah tiga menjanda, bahwa permainan kali ini beda dengan sebelumnya. "Lalu wanita ini menjawab, iya abang lebih kuat," AKP Robby, kepada Belitong Ekspres, Rabu (11/10).

Setelah beberapa menit kemudian, korban menghentikan permain dan merasa capek. Hingga, akhirnya pria ini memilih untuk tidur.  Setelah itu, wanita 30 tahun ini pulang, dan keesokan harinya Sy ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar hotel tersebut.
"Kami sudah memeriksa di seluruh bagian kamar, namun tidak ditemukan obat kuat. Kesimpulan kami, pelaku meninggal dunia akibat doping (obat kuat, tisu magic, maupun jamu) sebelum melakukan hubungan itu," ungkap Kapolsek.

"Dari hasil rekonstruksi, mulai dari korban janjian dengan Mawar, masuk penginapan hingga melakukan hubungan terlarang itu, tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap korban," imbuh Kasatreskrim jebolan AKPOL 2008 ini.

Sementara itu, Pihak RSUD Marsidi Judono masih belum bisa dikonfirmasi mengenai berita penyebab kematian Sy. Beberapa kali Direktur RSUD Marsidi Judono dr Hendra, dihubungi melalui seluler belum ada jawaban. 

Terpisah Mawar, dirinya mengakui melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban sebelum Sy tewas. Ia tak mengetahui persis, penyebabnya utama meninggalnya Satpam perusahaan di Kecamatan Membalong ini.

Usai melakukan hubungan badan, ia melihat korban masih bernafas. Setelah itu, wanita tersebut memilih untuk pulang. "Saat saya keluar dari kamar, aku melihat korban masih bisa bernafas," kata Mawar, kepada Wartawan. (kin)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Baku Tembak di Depok, Dua Teroris Terkapar
Baku Tembak di Depok, Dua Teroris Terkapar
Sabtu, 23 Juni 2018 20:36 WIB
DEPOK - Aksi baku tembak terjadi antara dua anggota teroris dengan tim tindak dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di
TI Ilegal Marak, DPRD Segera Surati Gubernur
TI Ilegal Marak, DPRD Segera Surati Gubernur
Jum'at, 22 Juni 2018 13:27 WIB
PANGKALPINANG - Belasan warga Belinyu, kabupaten Bangka mendatangi kantor DPRD Babel, guna manyampikan aspirasi terkait maraknya aktivitas Tambang Inkonvensi (TI)
Jembatan dan Gazebo Roboh, Fasilitas Hutan Pelawan Memprihatinkan
Jembatan dan Gazebo Roboh, Fasilitas Hutan Pelawan Memprihatinkan
Rabu, 20 Juni 2018 19:59 WIB
NAMANG - Kawasan wisata Hutan Pelawan terletak di desa Namang Kecamatan Namang, menjadi salah-satu icon wisata yang di miliki
Polisi Akan Tindak Tegas Balapan Liar
Polisi Akan Tindak Tegas Balapan Liar
Rabu, 20 Juni 2018 19:21 WIB
PANGKALPINANG - Menindaklanjuti laporan aksi balapan liar di Jalan Pulau Pelepas, Polres Pangkalpinang akan melakukan penindakan tegas kepada para pelaku