Satpam Tewas Usai Indehoy, Diduga Karena Obat Kuat


Satpam Tewas Usai Indehoy, Diduga Karena Obat Kuat
Tim identifikasi jajaran Polres Belitung mengevakuasi korban yang tewas di kamar Penginapan Prima, Jalan Sijuk, Desa Air Merbau Selasa (10/10) kemarin. Foto : Belitung Ekspres

TANJUNGPANDAN - Kabar mengejutkan datang dari Penginapan Prima yang beralamat di Jalan Sijuk Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung. Diduga minum obat kuat untuk indehoy dengan pekerja seks komersial (PSK), seorang pria paruh baya ditemukan tewas mengenaskan di salah satu kamar penginapan tersebut.

Korban yang diketahui berinisial Sy (55) warga Jalan Kesehatan Desa Membalong, Kecamatan Membalong ini, pertama kali ditemukan oleh pekerja penginapan bernama Rusmini. Awalnya, ia hendak membangunkan korban yang menginap di sebuah kamar seharga Rp100 ribu lantaran jam sewa sudah habis. Namun, saat pintu dibuka pria yang bertubuh kekar ini sudah tidak bernyawa. 

Mengetahui korban yang meninggal dengan kondisi mulut mengeluarkan darah dan muka lebam, Rusmini langsung melaporkan ke pemilik hotel. Setelah itu, mereka langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Belitung. Mendapat laporan itu, Jajaran kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan visum terhadap korban.

Kapolres Belitung AKBP Sunandar melalui Kasatreskrim Polres Belitung AKP Robby Ansyari membenarkan adanya seorang pria yang ditemukan meningggal di salah satu kamar penginapan Prima itu. Hingga saat ini tim dokter dan Inafis Satreskrim Polres Belitung, masih melakukan penyelidikan terkait misteri kematian pria yang diketahui berprofesis sebagai Satpam ini.

Menurut AKP Robby, saat ditemukan kondisi mulut korban mengeluarkan darah dan wajahnya mengalami lebam seperti habis dipukul. Namun, dari hasil visum sementara tidak ada indikasi kekerasan pada tubuh pria yang berpostur gempal ini.

Polisi menduga korban meninggal dunia akibat dua faktor. Pertama karena sakit jantung dan pengaruh obat kuat yang dia konsumsi sebelum melakukan hubungan seks dengan PSK. Dijelaskan AKPOL 2008 ini, kemungkinan besar korban meninggal lanataran mengkonsumsi obat kuat tersebut.

"Pengaruh obat kuat bisa menimbulkan terjadinya pecah pada pembulu darah. Sehingga, mengakibatkan luka lebam pada wajah hingga tubuh korban," kata AKP Robby, kepada Belitong Ekspres.

Hal itu juga dibuktikan saat polisi meminta keterangan kepada wanita yang sempat menemani korban tidur. "Katanya, sebelum melakukan hubungan seks, korban meminum obat kuat," ungkap pria penghobi sepeda ini. Diperkirakan korban meninggal dunia, pada Senin (9/10) sore.

Sementara itu, pemilik penginapan Yono mengaku tidak mengenal korban. Bahkan, saat chek in (masuk) ia tidak mengetahui hal itu. Apalagi saat Satpam ini masuk membawa seorang wanita. Katanya, Sy meninggal dunia di kamar.

"Harga penginapan di sini (Hotel Prima) kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per kamarnya. Untuk kamar korban, seharga Rp 100 ribu," kata Yono, kepada sejumlah wartawan. (kin)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Baku Tembak di Depok, Dua Teroris Terkapar
Baku Tembak di Depok, Dua Teroris Terkapar
Sabtu, 23 Juni 2018 20:36 WIB
DEPOK - Aksi baku tembak terjadi antara dua anggota teroris dengan tim tindak dari Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di
TI Ilegal Marak, DPRD Segera Surati Gubernur
TI Ilegal Marak, DPRD Segera Surati Gubernur
Jum'at, 22 Juni 2018 13:27 WIB
PANGKALPINANG - Belasan warga Belinyu, kabupaten Bangka mendatangi kantor DPRD Babel, guna manyampikan aspirasi terkait maraknya aktivitas Tambang Inkonvensi (TI)
Jembatan dan Gazebo Roboh, Fasilitas Hutan Pelawan Memprihatinkan
Jembatan dan Gazebo Roboh, Fasilitas Hutan Pelawan Memprihatinkan
Rabu, 20 Juni 2018 19:59 WIB
NAMANG - Kawasan wisata Hutan Pelawan terletak di desa Namang Kecamatan Namang, menjadi salah-satu icon wisata yang di miliki
Polisi Akan Tindak Tegas Balapan Liar
Polisi Akan Tindak Tegas Balapan Liar
Rabu, 20 Juni 2018 19:21 WIB
PANGKALPINANG - Menindaklanjuti laporan aksi balapan liar di Jalan Pulau Pelepas, Polres Pangkalpinang akan melakukan penindakan tegas kepada para pelaku