Diduga Oknum Polantas Minta Transfer 1,25 Juta, Eh Ternyata Pas Sidang Cuma 90 Ribu


Diduga Oknum Polantas Minta Transfer 1,25 Juta, Eh Ternyata Pas Sidang Cuma 90 Ribu

PANGKALPINANG - Topik perbincangan hangat di media sosial (medsos) terkait ada oknum polisi lalulintas (polantas) yang diduga minta duit transfer Rp 1,250 ribu menjadi buat bibir di masyarakat.

Dugaan ada oknum polantas usai menilang meminta nomor handphone Rizal Al Bangkawy yang memposting di sebuah forum jual beli Bangka Belitung.

Sedangkan tempat kejadian perkara (TKP) penilangan terjadi di Jalan Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah pada Senin (14/8) lalu. Untungnya Rizal tak mudah percaya dengan isi pesan singkat (SMS) tersebut.

Adapun postingan Rizal seperti ini.

Pada tgl 14 Agustus ada razia di kp Jeruk. Karena tidak memakai helm dan memiliki SIM dirinya dikasih slip biru oleh polisi. Lalu dirinya diminta no hp yang aktif dan dikirim jumlah tilang Rp 1,250 ribu yang harus dibayar H-4  dari jadwal sidang pada 25 Agustus.

Lantaran tidak percaya, Rizal menunggu sidang. Hal yang mengejutkan setelah sidang di pengadilan dari 2 pelanggaran tadi cuma Rp 90 ribu. Sedangkan isi SMS yang katanya atau diduga dikirim oleh oknum polantas berisi nomor pembayaran (BRIVA) anda 229550003025677. Lakukan pembayaran Rp 1250.000  di BRI atau transfer melalui ATM bank lain sebelum tgl 25 Agustus.

Terkait postingan yang dikomentari ratusan netizen dan di bagikan puluhan ribu orang di media sosial itu menjadi sorotan utama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bangka Belitung Brigjen Pol Anton Wahono.

Menurut Kapolda, kalau benar terbukti berapa nomor HP dan nama polisi tersebut. ‎Ia mengharapkan melaporkan ke pihaknya akan dapat di proses dengan cepat.

"Saya akan cek. Kalau benar kita akan proses. Saya harap masyarakat tidak begitu muda terpengaruh. Karena faktanya belum ada," katanya. 

Terpisah, Kapolres Pangkalpinang ‎AKBP Noverico Alfred Siregar ‎SIk kepada Radar Bangka, Senin (04/9) pagi menjelaskan bahwa saat ini Satlantas memiliki aplikasi e-tilang untuk denda.

‎"Itu sistem penindakan melalui aplikasi e-tilang. Untuk denda di e-tilang denda maksimal. Sedangkan untuk dendanya otomatis saat dimasukannya pasal di aplikasi," kata Kapolres.‎

Menurut Kapolres pembayaran e-tilang di Bank BRI. Untuk yang telah membayar di Bank BRI juga tetap disidangkan di pengadilan di putuskan oleh hakim jika ada kelebihan uang pembayaran tersebut maka akan dikembalikan.‎

"Kalau lebih uangnya akan di kembalikan jadi itu semua keputusannya nanti di Hakim," jelasnya. Nah kalau memang keputusannya hakim pengadilan yang menentukan kenapa ada sms seperti itu apalagi jumlah yang harus dikirim lumayan fantastis. Kok beda-beda peraturan di tiap provinsi. Misal saja di provinsi Sumsel kalau ada yang kena tilang itu memang harus membawa bukti tilang kepada bank yang ditunjuk dalam hal ini Bank BRI.

Namun tidak mengirim sms ke pelanggar apalagi menyebutkan nominalnya. Setelah di bank, si pelanggar menghadiri sidang tilang di Pengadilan Negeri (PN) Palembang. Disana (pengadilan) baru diketahui berapa yang harus dibayar.

Selanjutnya langkah terakhir baru si pelanggar mengambil SIM atau STN di Kejaksaan Negeri. Karena PN sekarang bukan lagi tempat mengambil tilang. (Cr8)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Polres Belitung Ungkap Pencurian Baterai Tower
Polres Belitung Ungkap Pencurian Baterai Tower
Kamis, 19 Oktober 2017 11:12 WIB
TANJUNGPANDAN - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Babel Brigjen Pol Syaiful Zachri pimpin konfrensi Pers kasus pencurian dan pemberatan (Curat)
Penambang Ilegal Air Mawar Kabur
Penambang Ilegal Air Mawar Kabur
Kamis, 19 Oktober 2017 11:10 WIB
PANGKALPINANG - Tim Gabungan (Timgab) Satuan Pol PP Pangkalpinang dan Polsek Bukit Intan kembali melakukan penertiban aktifitas tambang tanah milik
Korem 045/Gaya Adakan Bakti Sosial
Korem 045/Gaya Adakan Bakti Sosial
Kamis, 19 Oktober 2017 11:08 WIB
PANGKALPINANG - Kodam II/Sriwijaya melalui Korem 045/Gaya menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako, pemasangan alat kontrasepsi serta pengobatan gratis
Hakim Vonis Mati Terdakwa Perampokan
Hakim Vonis Mati Terdakwa Perampokan
Rabu, 18 Oktober 2017 08:42 WIB
Dua terdakwa pelaku pembunuhan dan perampokan yang menewaskan enam orang di rumah Dodi Triono di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, divonis