Latihan Baris-Berbaris Agustusan Berubah jadi Jerit Tangis Histeris


Latihan Baris-Berbaris Agustusan Berubah jadi Jerit Tangis Histeris

MALANG - Honda Vario nopol N 5564 EEL, yang dikendarai Misman, 50, warga Dusun Cendol, Desa Ngadirejo, Kromengan, Kabupaten Malang, Jatim, tiba-tiba menabrak ibu-ibu yang sedang latihan baris-berbaris persiapan Agustusan, Jumat (11/8) malam.

Akibat kejadian tersebut, seorang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Semangat latihan baris-berbaris berubah menjadi jerit histeris dan isak tangis.

Korban meninggal dunia adalah Sriani, 54. Ia menghembuskan napas terakhirnya ketika menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, akibat luka serius di kepala.

Sedangkan korban luka adalah, Jumiatun, 42, mengalami patah tulang kaki kanan di rawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Elli, 40, mengalami luka lecet dan Sungatri, 32, mengalami luka pada kepala dirawat di Wava Husada Kepanjen.

“Korban luka-luka masih dirawat. Sedangkan untuk kendaraan sepeda motor sudah kami amankan sebagai barang bukti. Kasusnya masih kami selidiki dengan meminta keterangan saksi-saksi,” terang Kaposlaka Sumberpucung, Aiptu Samsi Dhuka.

Peristiwa yang sempat membuat geger masyarakat sekitar tersebut, terjadi sekitar pukul 19.30. Malam itu, keempat korban bersama dengan ibu-ibu yang berjumlah sekitar 25 orang, melakukan latihan baris berbaris di jalan raya.

Sedianya, akan para ibu-ibu tersebut akan mengikuti lomba PBB di desanya untuk peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI.

Sementara sepeda motor tersebut melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sedang. Ketika di lokasi dengan kondisi jalan yang menurun, Misman kaget ketika melihat ada ibu-ibu latihan baris berbaris yang ada di depannya.

Karena jarak cukup dekat dan Misman tidak bisa menghindar akhirnya manabrak dari belakang barisan ibu-ibu.

Saking kerasnya benturan, membuat keempat korban terpental dan jatuh ke median jalan. Jeritan tangis dan histeris ibu-ibu langsung terjadi.

Warga sekitar yang mengetahui, langsung menolong korban dengan melarikan ke rumah sakit. Sedangkan sebagian warga lainnya, melaporkan ke petugas laka lantas Polres Malang.

“Pengendara motor tidak dalam kondisi mabuk. Hanya saja karena kondisi jalan yang gelap, sehingga tidak melihat kalau ada ibu-ibu latihan baris-berbaris. Namun kami masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan itu,” jelas Samsi.(agp/jon)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Irjen Iriawan Sempat Naik ke Ponton
Irjen Iriawan Sempat Naik ke Ponton
Kamis, 14 Desember 2017 15:50 WIB
TEMPILANG - Assiten Operasi (Ass Ops) Baharkam Polri Irjen (Pol) M Iriawan bertandang ke Polsek Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Rabu
Tempilang Berangsur Kondusif
Tempilang Berangsur Kondusif
Rabu, 13 Desember 2017 14:19 WIB
TEMPILANG - Dua hari pasca pembunuhan Peki, kondisi Tempilang saat ini berangsur kondusif. Warga sudah beraktivitas kembali sebagaimana biasanya. Demikian
Bravo Polisi Bikin Tempilang Kondusif
Bravo Polisi Bikin Tempilang Kondusif
Rabu, 13 Desember 2017 13:10 WIB
TEMPILANG - Bravo buat aparat kepolisian gerak cepat mengatasi kasus di Tempilang menjadi kondusif dan patut diacungi jempol. Tindakan cepat
Bid Humas Polda Supervisi ke Polres Babar
Bid Humas Polda Supervisi ke Polres Babar
Rabu, 13 Desember 2017 12:58 WIB
MUNTOK - Untuk pelaksanaan program kerja dan Sosialisasi IMM serta pengecekan Tim Cyber Troops di Polres Jajaran, Bidang Hubungan