Keberadaan Kafe Monalisa Dikeluhkan Warga


Keberadaan Kafe Monalisa Dikeluhkan Warga

PANGKALPINANG - Keberadaan Kafe Monalisa yang lebih dikenal warga Kafe Alim di Jalan Air Itam kompleks perkantoran gubernur mendapati sorotan tajam dari masyarakat sekitar.

Selain dianggap tidak memiliki izin resmi dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Kafe Alim dianggap sarang narkoba. Suara bising musik dentam dentum setiap malamnya, juga banyak anak dibawah umur mabuk-mabukan.

Lebih parahnya lagi, kafe Alim tidak memiliki perizinan dari Pemkab Bateng. Katanya izin mendirikan bangunan (IMB) sebelumnya hanya sebatas rumah makan dan sekarang beralih fungsi menjadi tempat hiburan berupa kafe atau pub.

Seperti disampaikan Kepala Dusun (Kadus) Desa Padang Baru Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), H. Mawar Bali kepada Radar Bangka beberapa waktu lalu, Selasa (8/8).

Kekecewaan itu dirasakan warga RT 7 Desa Padang Baru kecamtan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).

"Pertama yang saya kecewa dengan Pak Kapolda Babel, karena mereka aparat hukum tidak pernah menyentuh banyak peredaran narkoba. Lebih parah berdirinya kafe tidak jauh dari markas besar Polda Babel. Kalau saya kurang mengerti kalau hal-hal yang begitu rasanya ada sedikit kecewa. Misalnya kalau kafe yang istilah semacam orang yang ingin memuaskan hawa nafsu itu kan jangan dekat dari tempat ramai," bebernya mengawali pembicaraan.

Diceritakan Kadus asal mula Kafe Monalisa yang menjadi sorotan warga berawal Kafe Alim sebelum dinamankan Kafe Monalisa dulunya membuka usaha kue Pendekuk kalau bahasa cina kue Halopan.

"Kalau tempo hari memang tidak meresakan masyarakat langsung. Dulu almarhum bapak Gubernur tempo hari sering kesitu karena warung makan. Kemudian setelah itu di kelola pihak lain dari izin rumah makan beralif fungsi menjadi tempat hiburan malam," katanya.

Pak Kadus mengatakan kalau Kafe Alim mulai buka sejak pukul 11 malam dan biasanya tutup jam 3-4 dini hari. "Nah kalau malam Minggu disitukan banyak anak-anak yang dari luar, nongkrong di jalan sambil mabuk-mabukan," ceritanya.

Selain itu menurut Pak Kadus, informasi dari masyarakat juga suara berisik dan menggangu waktu istirahat masyarakat. Kalau tidak salah tahun 2016 saya mendatangi kafe tersebut bersama Camat, warga dan perangkat desa. Memang ada musyawarah namun tidak mencapai mufakat karena warga tetap bersikeras menolak keberadaan Kafe Alim sampai sekarang (2017).

"Sudah sering kali kami mendapatkan laporan terkait masalah itu, kami juga pernah mengundang pihak pengelola ibu monalisa ke kantor desa. Tapi waktu itu, yang bersangkutan tidak ada, dan kami pun sudah masih banyak melihat banyak anak-anak mabok mabokan di kafe tersebut," akuinya.

Kini masyarakat berharap ada kejelasan dari pihak pemerintah Pemkab Bateng dan juga ketegasan dari kepolisian Polda Babel untuk menindak tegas bila perlu mencabut perizinan Kafe Alim agar masyarakat tenang. Masyarakat disana berharap besar agar generasi penerus bangsa ini tidak rusak dengan masih adanya Kafe Alim.(cr7/cr8)

Berita Terkait: 


 





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Syaiful Zachri : Pilihan dan Partai Boleh Beda, Kedamaian Tetap Utama
Syaiful Zachri : Pilihan dan Partai Boleh Beda, Kedamaian Tetap Utama
Jum'at, 19 Oktober 2018 10:55 WIB
PANGKALPINANG - Kepolda Babel Brigjen Pol Drs Syaiful Zachri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama menjaga keamanan dan ketertiban
OTT di Bekasi, KPK Amankan 10
OTT di Bekasi, KPK Amankan 10
Senin, 15 Oktober 2018 12:58 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu
KPK Segel Ruang Kepala Dinas PUPR
KPK Segel Ruang Kepala Dinas PUPR
Senin, 15 Oktober 2018 12:52 WIB
BEKASI - Tiga petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penyegelan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi,
2 Bos Judi Pe Qyu  Berstatus IRT Tertangkap dilokasi Perjudian Belinyu
2 Bos Judi Pe Qyu Berstatus IRT Tertangkap dilokasi Perjudian Belinyu
Selasa, 09 Oktober 2018 10:25 WIB
PANGKALPINANG - Aksi perjudian di Bumi Serumpun Sebalai kian marak, ini terbukti dengan ditangkapnya 4 tersangka pemain judi Pe