Mengerikan… Begini Posisi 11 Orang Itu Saat Ditemukan Berjejalan di Kamar Mandi Sempit


Mengerikan… Begini Posisi 11 Orang Itu Saat Ditemukan Berjejalan di Kamar Mandi Sempit

JAKARTA - Begitu pintu kamar mandi sempit di rumah Dodi Triono di Pulomas Jakarta Timur yang berukuran 2x1 itu didobrak, semua mata terbelalak. Ya, saat Sugeng (pembantu Dodi), Lutfi (warga), dan Abdul Gani (ketua RW setempat) bersama polisi membuka paksa pintu kamar mandi sempit itu, mereka melihat sebelas orang bertumpuk dan berimpitan di kamar mandi berukuran 2x1 meter. 

Ada yang terduduk di lantai. Yakni, Dodi, Tasrok (sopir), dan Yanto (sopir). Ada juga yang tengkurap dengan kondisi ditumpuk. Yakni, Gemma, Diona, dan Amel (teman Gemma). 

Mereka berlima, kecuali Tasrok, sudah meninggal. Nadi Tasrok saat itu masih berdenyut. Tapi, dia kemudian meninggal dalam perjalanan menuju RS. 

Selain enam orang tersebut, ada lima korban yang pingsan dan lemas. Ada yang duduk di wastafel, ada pula yang duduk dengan bersandar pada tembok. Mereka yang selamat adalah Zanette Kslila Azaria, 13, anak Dodi; Emi, 41, asal Sukabumi, Jabar (pembantu); Santi, 22, asal Sukabumi, Jabar (pembantu); Fitriani, 33, asal Kebumen, Jateng (pembantu); Windy, 23, asal Banjarnegara, Jateng (pembantu). 

Ketika itu shower kamar mandi masih hidup sehingga sebelas korban tersebut basah kuyup. Para penolong kemudian mengevakuasi korban ke ruang tengah. Yang pingsan langsung dilarikan ke RS, sedangkan yang sudah meninggal diidentifikasi di tempat.

Gani, yang masih kerabat Dodi, terlihat shock. "Saya kaget melihat ketua RT saya dengan kondisi begitu. Dia ketua RT 12. Kenapa musibah ini menimpa ke orang baik?" ucapnya dengan lirih. Dodi memang ketua RT setempat. 

Gani menjelaskan, kondisi tubuh Dodi saat ditemukan sangat mengenaskan. Ada luka di dada kiri serta perut bagian kanan dan kiri. Di leher Dodi, juga ada luka sayatan. Dodi cuma pakai kaus putih dan celana pendek putih. "Darah segar juga masih keluar tuh dari leher," tutur Gani. Bukan hanya Dodi. Menurut Gani, Diona juga ditemukan dalam kondisi penuh darah dan tanpa pakaian bagian atas. 

Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jaktim langsung dikerahkan untuk memburu jejak pelaku. Mereka juga mengerahkan anjing pelacak. 

Sekitar pukul 13.30, pasukan K-9 (anjing pelacak) mulai menyisir rumah korban. Selanjutnya, beberapa anjing terlatih itu keluar dari rumah tersebut dan menyisir jalanan hingga radius 300 meter. Setelah itu, anjing tersebut masuk ke kampus ASMI. 

Menyisir setiap sudut kampus, termasuk kantin. Namun, tak ada hasil. Anjing kemudian kembali ke TKP. Pada pukul 13.50, K9 kembali keluar dari rumah korban dan menyisir jalanan hingga jarak 200 meter. Kali ini anjing pelacak masuk ke sekolah TK, tapi juga tak menemukan petunjuk. (gum/c11/nw)





Berikan Komentar

Kamtibmas Lainnya
Pelaku Pemerkosa dan Pembunuh Anak Kandung Divonis Penjara Seumur Hidup
Pelaku Pemerkosa dan Pembunuh Anak Kandung Divonis Penjara Seumur Hidup
Selasa, 16 Mei 2017 18:58 WIB
PANGKALPINANG - Hasil kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pangkalpinang beberapa bulan lalu memperkuat putusan yang telah
Pungli Rutan Pekanbaru, Menkumham Berkali-kali Gebrak Meja
Pungli Rutan Pekanbaru, Menkumham Berkali-kali Gebrak Meja
Senin, 08 Mei 2017 04:55 WIB
RIAU - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly menggebrak meja berkali-kali saat mengunjungi Rutan Kelas IIB Kota
Sekilo Sabu-Sabu Akhirnya Jatuh ke Tangan BNN
Sekilo Sabu-Sabu Akhirnya Jatuh ke Tangan BNN
Selasa, 25 April 2017 09:35 WIB
PEKANBARU - Tim BNN pusat baru-baru ini menyita 1 kg sabu-sabu (SS) dan ratusan butir pil happy five dari bandar
Penembakan Terhadap Mobil Saat Razia, Punya Hubungan Keluarga Dengan Korban
Penembakan Terhadap Mobil Saat Razia, Punya Hubungan Keluarga Dengan Korban
Jum'at, 21 April 2017 22:42 WIB
LUBUKLINGGAU - Brigadir K dibawa dari Palembang ke Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Ekspresinya tak terlihat karena dia menggunakan penutup kepala. Hanya,