Berita
Tuntaskan Pelanggaran HAM
Rabu, 25 Juli 2012 11:20 WIB | Dibaca 296 kali
Kejagung Butuh Pengadilan Ad Hoc

JAKSA Agung Basrief Arief menegaskan pihaknya membutuhkan Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) Ad hoc untuk menuntaskan penanganan perkara dugaan pelanggaran HAM di Indonesia. "Kalau peristiwa sebelum tahun 2000 memerlukan itu (pengadilan HAM). Sesuai Undang-Undang Nomor 26 tahun 2000," ujar Basrief di Gedung Kejaksaan Agung, Jalan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (24/7).
Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) menyatakan Jaksa Agung seharusnya dapat melakukan penyidikan terhadap sejumlah peristiwa pelanggaran HAM tanpa menunggu pengadilan Ad Hoc. Beberapa peristiwa itu di antaranya pelanggaran HAM berat Timor-Timur 1999 dan Tanjung Priok 1984.
Menurut KontraS, Jaksa Agung tidak mempertimbangkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia No. 18/PUU-V/2007 atas permohonan uji materil terhadap pasal dan penjelasan pasal 43 (2) UU No 26 tahun 2006 tentang Pengadilan HAM.
MK dalam keputusannya menyatakan bahwa pasal 43 ayat 2 tetap berlaku. MK menyatakan untuk menentukan perlu tidaknya pembentukan pengadilan HAM ad hoc suatu kasus tertentu menurut locus dan tempus delicti memang memerlukan keterlibatan institusi politik yang mencerminkan representasi rakyat yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), tetapi DPR dalam merekomendasikan pembentukan pengadilan HAM ad hoc harus memperhatikan hasil penyelidikan dan penyidikan dari institusi berwenang, dalam hal ini Komnas HAM dan Kejaksaan Agung. Sehingga dalam hal ini, seharusnya Jaksa Agung dapat melakukan penyidikan tanpa harus menunggu terbentuknya pengadilan HAM ad hoc terlebih dahulu.
Meski demikian, Basrief  mengatakan pengadilan HAM ad hoc tetap penting dan diperlukan bukan hanya untuk memutuskan perkara HAM. Melalui pengadilan tersebut, kata dia, akan ada proses penyidikan perkara seperti melakukan penggeledahan dan penyitaan. Dalam hal ini, jaksa memerlukan izin dari pengadilan HAM. "Untuk upaya paksa harus ada izin dari pengadilan," tandas Basrief.(flo/jpnn)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Hut ke-12, GMC Tawarkan Spesial Promo
Hut ke-12, GMC Tawarkan Spesial Promo
PANGKALPINANG-Dalam rangka memperingati ulang tahun yang ke 12 Grand Millenium Club (GMC) yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta 198 AB Pangkalpinang menghadirkan spesial promo.
RESMI: Massimo Moratti Tinggalkan FC Internazionale
RESMI: Massimo Moratti Tinggalkan FC Internazionale
Keputusan mengejutkan diambil oleh Massimo Moratti dengan meninggalkan jabatan sebagai Presiden Kehormatan FC Internazionale, di mana itu merupakan posisi yang ditawarkan oleh Erick Thohir pada November kemarin, setelah pengusaha asal Indonesia itu menguasai saham mayoritas klub.
Lulus SMK Dapat Sertifikat Ahli
Lulus SMK Dapat Sertifikat Ahli
JAKARTA - Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) tahun depan patut berbangga. Sebab, setelah lulus dari bangku sekolah, mereka langsung diberi sertifikat keahlian oleh pemerintah. Dengan demikian, mereka bisa bersaing dengan tenaga kerja asing yang bebas masuk Indonesia.
Mitra Radar