Berita
Tuntaskan Pelanggaran HAM
Rabu, 25 Juli 2012 11:20 WIB | Dibaca 629 kali
Kejagung Butuh Pengadilan Ad Hoc

JAKSA Agung Basrief Arief menegaskan pihaknya membutuhkan Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) Ad hoc untuk menuntaskan penanganan perkara dugaan pelanggaran HAM di Indonesia. "Kalau peristiwa sebelum tahun 2000 memerlukan itu (pengadilan HAM). Sesuai Undang-Undang Nomor 26 tahun 2000," ujar Basrief di Gedung Kejaksaan Agung, Jalan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (24/7).
Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) menyatakan Jaksa Agung seharusnya dapat melakukan penyidikan terhadap sejumlah peristiwa pelanggaran HAM tanpa menunggu pengadilan Ad Hoc. Beberapa peristiwa itu di antaranya pelanggaran HAM berat Timor-Timur 1999 dan Tanjung Priok 1984.
Menurut KontraS, Jaksa Agung tidak mempertimbangkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia No. 18/PUU-V/2007 atas permohonan uji materil terhadap pasal dan penjelasan pasal 43 (2) UU No 26 tahun 2006 tentang Pengadilan HAM.
MK dalam keputusannya menyatakan bahwa pasal 43 ayat 2 tetap berlaku. MK menyatakan untuk menentukan perlu tidaknya pembentukan pengadilan HAM ad hoc suatu kasus tertentu menurut locus dan tempus delicti memang memerlukan keterlibatan institusi politik yang mencerminkan representasi rakyat yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), tetapi DPR dalam merekomendasikan pembentukan pengadilan HAM ad hoc harus memperhatikan hasil penyelidikan dan penyidikan dari institusi berwenang, dalam hal ini Komnas HAM dan Kejaksaan Agung. Sehingga dalam hal ini, seharusnya Jaksa Agung dapat melakukan penyidikan tanpa harus menunggu terbentuknya pengadilan HAM ad hoc terlebih dahulu.
Meski demikian, Basrief  mengatakan pengadilan HAM ad hoc tetap penting dan diperlukan bukan hanya untuk memutuskan perkara HAM. Melalui pengadilan tersebut, kata dia, akan ada proses penyidikan perkara seperti melakukan penggeledahan dan penyitaan. Dalam hal ini, jaksa memerlukan izin dari pengadilan HAM. "Untuk upaya paksa harus ada izin dari pengadilan," tandas Basrief.(flo/jpnn)




comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Kolaborasi Google dan Levi`s Hasilkan Jaket Pintar Jacquard
Kolaborasi Google dan Levi`s Hasilkan Jaket Pintar Jacquard
Apa jadinya jika teknologi dan fashion dipadukan menjadi sebuah produk inovatif baru? Ya, Google kini memasuki ranah fashion dengan menggandeng Levi`s untuk menghasilkan jaket pintar yang memiliki kemampuan cukup canggih.
Keren... Inilah Alasan Del Piero Cs Mau Datang ke Indonesia
Keren... Inilah Alasan Del Piero Cs Mau Datang ke Indonesia
JAKARTA - Apa alasan Alessandro Del Piero dan kawan-kawan yang tergabung di Calcio Legend datang ke Indonesia? Jawabannya adalah animo masyarakat terhadap sepak bola.
75 Persen Siswa Tak Berprestasi
75 Persen Siswa Tak Berprestasi
MALANG - Salah satu kendala utama yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah ketimpangan antara jumlah siswa yang berprestasi dan yang tidak. Jumlah siswa berprestasi di Indonesia hanya sekitar 20-25 persen. Sedangkan yang tidak berprestasi sekitar 75 persen.
Mitra Radar