Berita
20 Nelayan Ikut Pelatihan Pembuatan Perahu Fiberglass
Selasa, 10 Juli 2012 08:54 WIB | Dibaca 972 kali
TOBOALI - Bertempat di Gedung Wanita Toboali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menggelar pelatihan pembuatan perahu berbahan baku fiberglass bagi 20 orang nelayan yang terdiri dari 12 nelayan Basel dan 8 nelayan Bangka Tengah. Hadir dalam kegiatan yang berlangsung selama 5 hari tersebut Kabid Industri Kecil Menengah Disperindag Babel, Darnis Rachmiyati, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Basel, Anita, Camat Toboali, serta Kadisperindah Basel, Muhamad.
Muhamad menuturkan, tujuan kegiatan tersebut adalah membekali para peserta tentang teknis pembuatan perahu berbahan baku fiberglass, serta meningkatkan kemampuan teknis membuat perahu sehingga tumbuh wirausaha baru dalam industri pembuatan perahu di Bangka Selatan. "Ini merupakan program Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan alat tangkap ikan nelayan yang lebih murah, tahan lama dan memadai,” jelasnya kepada RB.
Hal senada disampaikan Darnis Rachmiyati, yang menuturkan nelayan tradisional Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengalami kesulitan membuat perahu baru karena bahan baku kayu untuk perahu terbatas, sehingga pihaknya mencari alternatif bahan baku lain seperti serat kaca (fiberglass) sebagai bahan baku perahu. “Basel memiliki potensi perikanan laut besar, namun pengelolaannya belum optimal karena ketidakmampuan nelayan menyediakan perahu. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan perahu fiberglass ini memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan perahu berbahan baku kayu, misalnya biaya perawatan yang lebih kecil,” terangnya.
Darnis mengungkapkan, semenjak pemerintah melarang penebangan hutan, para nelayan semakin sulit umembuat perahu baru atau memperbaiki perahu yang rusak, karena para perajin perahu kesulitan mendapatkan bahan baku kayu. "Intinya kami sangat ingin meningkatkan kemampuan nelayan atau perajin kapal kayu dalam pembuatan perahu fiberglass melalui pelatihan ini. Selain diajarkan cara pembuatan yang mudah dan tidak banyak memakan tempat, juga perawatan dan cara memperbaikinya," tandasnya.
Sementara, narasumber dan instruktur dari CV Javanese Indonesia, Ari Sujarno, mengatakan masa pakai perahu fiberglass bisa mencapai 20 tahun dibanding perahu kayu yang hanya mencapai 5 tahun dengan biaya perawatan dan potensi kerusakan yang lebih besar dan waktu pembuatan kapal pun relatif lebih singkat dan mudah.
Menurutnya, banyak nelayan yang menyatakan kepuasannya atas perahu fiberglass, seperti tidak merusak tangkapan rumput laut serta pembuatannya yang mudah. “Bahkan ada peserta pelatihan yang berinovasi dengan membuat perahu fiberglass dengan ukuran yang lebih besar dari yang diajarkan di pelatihan yang panjangnya hanya 6 meter,” pungkasnya. (RB)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Mr. Resto Bar & Lounge Hadirkan Menu Ala Nusantara
Mr. Resto Bar & Lounge Hadirkan Menu Ala Nusantara
PANGKALPINANG-Menghadirkan resep turun temurun adalah kunci utama dari Mr. Resto Bar & Lounge. Resto yang baru hadir di jalan Abdurahman Siddik (depan gedung nasional) Pangkalpinang ini dengan menyajikan menu ala nusantara.
Lionel Messi Sebut Lawan City jadi Tantangan Menarik
Lionel Messi Sebut Lawan City jadi Tantangan Menarik
LEG pertama babak 16 besar Liga Champions antara Manchester City melawan Barcelona memang masih akan digelar Rabu dini hari nanti (25/2). Namun situasi sudah mulai memanas. Tidak seperti biasa, yang ikut menaikkan tensi adalah superstar Barcelona yang terkenal pelit bicara; Lionel Messi.
Anggaran Dana Bos SD dan SMP Alami Kenaikan
Anggaran Dana Bos SD dan SMP Alami Kenaikan
PANGKALPINANG - Anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD dan SMP sederajat tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Demikian kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan alokasi anggaran pendidikan di Rencana APBN 2015 yang mencapai Rp400 triliun lebih.
Mitra Radar