Berita
20 Nelayan Ikut Pelatihan Pembuatan Perahu Fiberglass
Selasa, 10 Juli 2012 08:54 WIB | Dibaca 807 kali
TOBOALI - Bertempat di Gedung Wanita Toboali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menggelar pelatihan pembuatan perahu berbahan baku fiberglass bagi 20 orang nelayan yang terdiri dari 12 nelayan Basel dan 8 nelayan Bangka Tengah. Hadir dalam kegiatan yang berlangsung selama 5 hari tersebut Kabid Industri Kecil Menengah Disperindag Babel, Darnis Rachmiyati, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Basel, Anita, Camat Toboali, serta Kadisperindah Basel, Muhamad.
Muhamad menuturkan, tujuan kegiatan tersebut adalah membekali para peserta tentang teknis pembuatan perahu berbahan baku fiberglass, serta meningkatkan kemampuan teknis membuat perahu sehingga tumbuh wirausaha baru dalam industri pembuatan perahu di Bangka Selatan. "Ini merupakan program Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan alat tangkap ikan nelayan yang lebih murah, tahan lama dan memadai,” jelasnya kepada RB.
Hal senada disampaikan Darnis Rachmiyati, yang menuturkan nelayan tradisional Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengalami kesulitan membuat perahu baru karena bahan baku kayu untuk perahu terbatas, sehingga pihaknya mencari alternatif bahan baku lain seperti serat kaca (fiberglass) sebagai bahan baku perahu. “Basel memiliki potensi perikanan laut besar, namun pengelolaannya belum optimal karena ketidakmampuan nelayan menyediakan perahu. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan perahu fiberglass ini memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan perahu berbahan baku kayu, misalnya biaya perawatan yang lebih kecil,” terangnya.
Darnis mengungkapkan, semenjak pemerintah melarang penebangan hutan, para nelayan semakin sulit umembuat perahu baru atau memperbaiki perahu yang rusak, karena para perajin perahu kesulitan mendapatkan bahan baku kayu. "Intinya kami sangat ingin meningkatkan kemampuan nelayan atau perajin kapal kayu dalam pembuatan perahu fiberglass melalui pelatihan ini. Selain diajarkan cara pembuatan yang mudah dan tidak banyak memakan tempat, juga perawatan dan cara memperbaikinya," tandasnya.
Sementara, narasumber dan instruktur dari CV Javanese Indonesia, Ari Sujarno, mengatakan masa pakai perahu fiberglass bisa mencapai 20 tahun dibanding perahu kayu yang hanya mencapai 5 tahun dengan biaya perawatan dan potensi kerusakan yang lebih besar dan waktu pembuatan kapal pun relatif lebih singkat dan mudah.
Menurutnya, banyak nelayan yang menyatakan kepuasannya atas perahu fiberglass, seperti tidak merusak tangkapan rumput laut serta pembuatannya yang mudah. “Bahkan ada peserta pelatihan yang berinovasi dengan membuat perahu fiberglass dengan ukuran yang lebih besar dari yang diajarkan di pelatihan yang panjangnya hanya 6 meter,” pungkasnya. (RB)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Monggo.. Cicipi Sate Kambing Pak Budel
Monggo.. Cicipi Sate Kambing Pak Budel
Bagi Anda pecinta kuliner Special sate khas Solo, sepertinya harus mencoba Sate Pak Budel yang berada di Jalan Depati Hamzah (Air Itam), tepatnya di simpang Pasir Padi, Pangkalpinang. Warung ini menyediakan sate kambing, sate ayam, sate daging dan berbagai menu makanan lainnya.
Arsenal vs United, Pembuktian Taktik
Arsenal vs United, Pembuktian Taktik
LONDON-Meskipun tidak lagi semewah duel-duel sebelumnya, lanjutan Premier League pekan ini akan mengetengahkan bigmatch Arsenal vs Manchester United di Emirates (22/11). The Gunners tengah berada di peringkat enam klasemen sementara,
Duit Beasiswa LN Dititipkan ke Kampus
Duit Beasiswa LN Dititipkan ke Kampus
JAKARTA - Pencairan beasiswa kuliah dosen perguruan tinggi negeri (PTN) di luar negeri dikeluhkan sering terlambat. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) menjalankan formulasi baru, dengan cara menitipkan duit beasiswa itu ke kampus.
Mitra Radar