Berita
Bulan Bakti HUT PT Timah
Kamis, 05 Juli 2012 08:36 WIB | Dibaca 386 kali
Giliran PT Timah Kawilasi Bangka Utara Donor dan Sunatan Massal

SUNGAILIAT-PT Timah Tbk (Persero) terus menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat. Lewat serangkaian acara Bulan Bhakti HUT PT Timah ke 36, berbagai kegiatan sosial digelar. Kali ini, giliran PT Timah Kawilasi Bangka Utara melakukan sunatan massal dan donor darah di Kantor Ketenikan dan Sarana Sungailiat PT Timah Tbk.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 80 anak mengikuti sunatan massal. Sebagian besar berasal dari Kota Sungailiat dan sekitarnya. Dalam kegiatan tersebut, PT Timah Tbk bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka. 
Staf Kantor Ketenik dan Sarana Sungailiat PT Timah Pangkalpinang, Devy menyebutkan, dalam bulan bakti ini, PT Timah kawilasi Bangka Utara juga menggelar sunatan massal dan donor darah. "Sunatan Massal dan donor darah  dilaksanakan di Balai Karya Air Kantung Sungailiat," ungkapnya, kemarin (4/7).
Ditambahkannya, hal ini dilakukan untuk mendekatkan PT Timah kepada masyarakat. "Untuk donor darah sebagian besar dilakukan oleh karyawan," tambahnya.  "Kita harapkan partisipasi dan kontribusi para karyawan minimal 1 tahun sekali untuk menyumbangkan darahnya demi menolong sesama manusia," katanya. Selain dilakukan di Sungailiat, kegiatan serupa juga dilakukan di Belinyu, Mentok, Jebus dan lainnya.(rif)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Jonan Janji Beber Hasil Pemeriksaan
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai melakukan pemeriksaan ke seluruh area komersial
Barcelona Ingin Menjadi Facebook, Apple dan NASA
Barcelona Ingin Menjadi Facebook, Apple dan NASA
BARCELONA - Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu menyampaikan visinya untuk tim yang dipimpinnya. Bartomeu bertekad membawa Barca tampil dominan dalam beberapa tahun ke depan.
Moratorium CPNS Sebabkan Krisis Guru
Moratorium CPNS Sebabkan Krisis Guru
JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistyo mengatakan keputusan pemerintah melakukan moratorium Pegawai Negeri Sipil (PNS) menyebabkan Indonesia mengalami krisis
Mitra Radar