Berita
Melani Terkesan Dengan Cual
Rabu, 20 Juni 2012 10:54 WIB | Dibaca 254 kali
PANGKALPINANG-Wakil Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Melani Leimena Suharli, terkesan saat mengenakan kain Cual Bangka Belitung (Babel) dalam acara penutupan sosialisasi pelatihan Training of Trainer (TOT) Empat Pilar kebangsaan meliputi sosialisasi Pancasila, Undang Undang Dasar  1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika, di Hotel Aston Soll Marina, Senin (18/6).
Namun, Melani menyayangkan kain cual Babel tersebut masih  kurang populer.  Ia juga mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk lebih mempopulerkan potensi tenun cual yang merupakan khas dari Babel. Karena jika bisa lebih dipopulerkan kain tenun cual sangat berpotensi untuk meningkatkan perekonomian lewat usaha kecil dan menengah (UKM). "Selalu setiap saya ke daerah ingin tahu tentang potensi daerah tersebut  dan saya lihat disini untuk industri UKM yang memproduksi kain tenun cual. Disini sudah punya khas itu kepada Pemda saya harapkan bisa untuk lebih dipopulerkan," ujarnya.

Demi mendongkrak potensi daerah tersebut, ia menyarankan, penggunaan batik cual bisa saja dimulai di lingkungan Pemerintahan, dan sekolah-sekolah mulai dari para siswa, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten bisa dikenakan aturan wajib mengenakan seragam batik cual minimal satu kali seminggu.
Mantan ketua Ikatan Wanita Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI) ini mencontohkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mana Pemda setempat sangat peduli untuk perkembangan kain tenun khasnya. Seminggu sekali Pemda NTT mewajibkan pegawainya menggunakan kain yang ada motif daerah. "Mungkin selama ini batik di Babel sudah digunakan, namun untuk memperkenalkan lagi potensi kain cual ini bisa menggunakan seragam dengan motif kain cual Babel," kata Melani seraya menambahkan dengan adanya gerakan memakai batik cual tersebut sangat diharapkan bisa  mengangkat perekonomian masyarakat di Babel. Sebab, saat ini untuk Industri yang memproduksi batik cual masih didominasi oleh industri kecil menengah saja.  "Pemda juga harus mendukung, terlebih ini juga termasuk budaya sini, dan kepada UKM-nya. Harus lebih berinovasi serta corak motifnya dan pasti bisa  lebih menarik. Intinya, harus ada kebanggaan ketika masyarakat menggunakan kain cual ini," sebutnya.(iam)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Samsung Pangkas Harga Ponsel
Samsung Pangkas Harga Ponsel
Lembaga riset IDC mencatat pangsa pasar Samsung pada kuartal kedua 2014 telah mengalami penurunan hingga 7 persen dari kuartal kedua 2013. Tercatat pangsa pasar Samsung mencapai 24,9 persen pada kuartal dua 2014, dari perolehan 32,2 persen pada kuartal dua 2013.
Juara Piala AFF Harga Mati
Juara Piala AFF Harga Mati
OPTIMISME mulai ditebarkan Alfred Riedl. Kepada media Vietnam, pelatih Indonesia asal Austria tersebut menegaskan kalau sekaranglah waktunya Garuda-julukan tim nasional (timnas) Indonesia, meraih gelar Piala AFF setelah hanya menjadi runner-up di empat kesempatan lolos ke final.
Kemenristek Dikti Bakal Hapus Kopertis
Kemenristek Dikti Bakal Hapus Kopertis
JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bakal menghapus keberadaan koordinasi perguruan tinggi swasta (kopertis). Saat ini terdapat 12 wilayah kopertis yang bertugas memberi pelayanan kepada kampus swasta seluruh wilayah Indonesia.
Mitra Radar