Berita
Wahid: PR Tingkatkan Produksi Timah
Selasa, 17 April 2012 09:32 WIB | Dibaca 194 kali
MASA jabatan Direktur Utama PT  Timah (Persero) Tbk Wahid Usman akan segera berakhir setelah memimpin dua periode. Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan 19 bulan April ini, Wahid pun menggelar rapat penutup periode pengurusan 2007-2012. Kepada sejumlah wartawan usai rapat, Wahid menuturkan bila agenda rapat penutup tersebut membahas program perusahaan plat merah tersebut yang telah dan sedang berjalan, serta program yang masih dalam tahap perencanaan.
    
“Cuma rapat penutup dari periode pengurusan tahun 2007-2012 yang dihadiri oleh direksi, komisaris, manajer, kepala bidang. Ini untuk mengevaluasi kerja lima tahun. Program apa saja yang telah berjalan, sedang berjalan dan yang akan dijalankan agar nyambung dan berkelanjutan di tahun berikutnya,” katanya. Diungkapkannya, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti peningkatan produktivitas timah dan pengembangan usaha ke depan. Sebab, periode peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di perusahaan diklaimnya telah dilakukan.
    
“PR…tentu ada yang sedang berjalan dan tahap perencanaan. Itu sudah dimasukkan dalam anggaran perusahaan dan akan dilanjutkan. Yang jadi PR besar adalah meningkatkan produktivitas timah dan pengembangan usaha,” ujarnya. Peningkatan produktivitas timah, kata Wahid dengan memperbaiki peralatan seperti Kapal Isap Produksi (KIP), membangun kapal keruk jenis Bucket Wheel Dredge (BWD), Tin Solder dan Tin Chemical. Investasi di BWD merupakan yang paling besar di PT Timah (Persero) Tbk. Setidaknya disiapkan Rp1 triliun untuk membangun dua kapal BWD yang ditargetkan selesai awal tahun 2014. “Ini proyek jangka panjang. Target kita selesai pada akhir 2013 atau awal 2014, Sementara dua BWD dulu yang dianggarkan. Nanti baru lima unit KIP secara simultan selesai di akhir 2012 atau awal 2013. Paling tidak basis usaha sudah diperjelas,” katanya.
    
Dari catatan RB, satu kapal keruk jenis BWD mampu menghasilkan dua ribu per kubik. Kemampuan satu kapal tersebut setara dengan empat kapal keruk biasa. PT Timah (Persero) Tbk memandang optimis target yang dihasilkan sebesar 50 ribu metrik ton. Mulai tahun ini, PT Timah (Persero) Tbk mengalihkan perhatian pada penambangan laut. Karena menurut Wahid, potensi timah di laut lebih besar ketimbang di darat. Selain itu, isu lingkungan menjadi pertimbangan perusahaan mengalihkan perhatian ke pertambangan laut. “Kalau sekarang persentase penambangan laut mencapai 55 persen, dan darat mencapai 45 persen. Ke depan kita menginginkan pertambanga laut mendominasi hingga 70 persen. Sedangkan darat ditargetkan hanya 30 persen. Isu lingkungan ketat yang menjadi alasannya. Meski di laut masih terdapat masalah lingkungan, tapi kita.mencoba untuk memperkecil kerusakan,” jelasnya.
     
Perusahaan spesialis timah ini pun membidik bisnis Batubara sebagai bidang yang menjadi target pengembangan usaha. Setidaknya ada 14 lokasi yang siap digarap, daerah yang siap dijajal pun mulai dari Sumsel, Jambi, Kalimantan Selatan, bahkan daerah Indonesia bagian timur. Namun diungkapkan Wahid, pihaknya masih terbentuk aspek juridis. “Kebutuhan batubara besar. Pengembangan usaha karena pasar. Tapi, kita berusaha cari lahan baru. Sudah banyak yang kita kaj, ada 14 lokasi. Kajian sementara, yang paling mudah di daerah Kalimantan Timur. Kalau Sumsel terbentur transportasi. Tapi rencana ini akan jalan terus,” ujarnya. (dry)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
PANGKALPINANG - Ingin membuat hari pernikahan Anda berkesan istimewa? Paket pernikahan Hotel Bumi Asih Pangkalpinang dapat menjadi pilihan tepat Anda dalam merencanakan pernikahan.
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
VALENCIA - Bukan kalah atau menang yang menjadi target timnas senior Indonesia selama menjalani rangkaian tur Spanyol. Alfred Riedl selaku pelatih timnas senior hanya ingin melakukan evaluasi dalam laga uji coba di Negeri Matador tersebut.
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah - Siti Aisyah Pulungan (8) mencium ayahnya Muhammad Nawawi Pulungan (54) yang dirawat di RS Pirngadi pada hari pertama ia kembali bersekolah di Medan, Sumut, Jumat (21/3). Sejak setahun terakhir Aisyah tidak ke sekolah karena merawat ayahnya yang sakit di atas becak. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Mitra Radar