Berita
Harga Kebutuhan Pokok Basel Bergerak Naik
Selasa, 27 Maret 2012 09:57 WIB | Dibaca 153 kali
Muhammad: Berkisar Rp500 - Rp1.000 
TOBOALI – Beberapa hari terakhir, berbagai kebutuhan pokok di pasar tradisional Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut dipicu faktor cuaca yang tak menentu sehingga menyebabkan kurangnya pasokan barang. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Basel, Muhammad, mengatakan, meskipun ada tren kenaikan ternyata tak semua harga sembako naik.
Beberapa kebutuhan pokok yang harganya sedikit berubah yaitu gula pasir curah naik Rp 500/kg dari harga sebelumnya Rp 11 ribu/kg sehingga menjadi Rp 11.500/kg. Sementara, harga susu kental manis cap Bendera mengalami kenaikan Rp 500, minyak sayur atau minyak goreng naik Rp 1000 dari harga Rp 11 ribu/kg menjadi Rp 12 ribu/kg, dan bawang putih dari harga Rp 11 ribu/kg menjadi Rp 12 ribu/kg.

Sementara, penurunan harga terjadi pada beras kualitas 118, beras cap RM (Rantai Mas), beras cap TR serta beras kualitas lain berkisar Rp 500/kg. Menurut Muhammad, penurunan harga beras terjadi lantaran beras produksi lokal memasuki pasar sehingga berpengaruh pada harga beras bermerek. "Masyarakat lebih banyak membeli beras lokal ketimbang beras bermerek, atau istilah masyarakat dikenal dengan sebutan beras baru," ujarnya ketika ditemui RB, Senin (26/3) Senin.
Muhammad menjelaskan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Disperindagkop, kenaikan harga beberapa barang di pasar Toboali akibat faktor cuaca yang tak menentu, sehingga pasokan barang ke wilayah Basel khususnya ke pasar Toboali berkurang. "Meskipun terjadi kenaikan harga, hingga saat ini kita belum menerima laporan apalagi mendengar gejolak di tengah-tengah masyarakat. Kenaikan harga tersebut tak terlalu tinggi, hanya berkisar Rp 500 hingga Rp 1.000," jelasnya.

Untuk itu, Muhammad berharap para pedagang tidak mengambil kesempatan menaikkan harga terkait rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Apalagi, melakukan perbuatan curang dengan cara menarik dan menimbun barang, sehingga saat kenaikan BBM ditetapkan barulah stok barang yang ditimbun itu dikeluarkan. "Hal seperti itu merupakan kecurangan dan dapat dikatakan kejahatan dalam perdagangan, karena menyangkut kebutuhan primer sehari-hari orang banyak. Bila hal ini terjadi di pasar Toboali, maka perilaku usaha atau pedagang tersebut dapat meresahkan masyarakat. Stok sembako berdasarkan data yang kami miliki dari distributor di Basel, selama 3 bulan ke depan mencukupi," tandasnya. 

Bateng Cenderung Stabil
Berbeda dengan Bangka Selatan, dari informasi yang disampaikan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Bangka Tengah (Bateng), harga kebutuhan bahan pokok di Bateng saat ini relatif stabil. Hingga 22 Maret lalu, beberapa jenis bahan pokok harganya justru mengalami penurunan. Kepala Disperindagkop UMKM Bateng, Useng Komara, mengatakan, pihaknya memprediksikan turunnya beberapa harga bahan pokok tersebut disebabkan penurunan permintaan masyarakat, akibat lemahnya daya beli jelang kenaikan BBM.
Beberapa harga bahan pokok mengalami penurunan adalah beras jenis RM turun 1 persen atau sebesar Rp 100 dari harga minggu lalu, tepung terigu turun sebesar Rp 6.000 atau 46 persen dan bawang merah turun sebesar Rp 5.000 atau 26 persen."Bahan kebutuhan sehari-hari yang naik cuma minyak goreng merek Bimoli ukuran 1 liter dengan kenaikan sebesar Rp 1.000 atau 9 persen dari harga minggu lalu," tambah Useng. Mengenai rencana kenaikan harga BBM, Useng mengatakan pihaknya telah berupaya mengantisipasi terjadinya kenaikan harga yang signifikan, salah satunya lewat Operasi Pasar (OP). (tom/fer)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
PANGKALPINANG - Ingin membuat hari pernikahan Anda berkesan istimewa? Paket pernikahan Hotel Bumi Asih Pangkalpinang dapat menjadi pilihan tepat Anda dalam merencanakan pernikahan.
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
VALENCIA - Bukan kalah atau menang yang menjadi target timnas senior Indonesia selama menjalani rangkaian tur Spanyol. Alfred Riedl selaku pelatih timnas senior hanya ingin melakukan evaluasi dalam laga uji coba di Negeri Matador tersebut.
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah - Siti Aisyah Pulungan (8) mencium ayahnya Muhammad Nawawi Pulungan (54) yang dirawat di RS Pirngadi pada hari pertama ia kembali bersekolah di Medan, Sumut, Jumat (21/3). Sejak setahun terakhir Aisyah tidak ke sekolah karena merawat ayahnya yang sakit di atas becak. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Mitra Radar