Berita
Soal Tes CPNS, Pancasila & UUD 45
Jum'at, 27 Januari 2012 10:25 WIB | Dibaca 861 kali
UGM Koordinator PTN Seleksi CPNS

JAKARTA - Jiwa nasionalisme PNS yang memulai memudar dan tergantikan dengan rasa kedaerahan, akan dikikis pemerintah. Di dalam pengadaan CPNS, materi pokok dalam test kompetensi dasar dititikberatkan pada empat pilar, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.  "Empat pilar itu merupakan materi wajib. PNS itu pelayan publik dan tidak ada istilah pegawai daerah A atau B. Semuanya sama, yang dari daerah A bisa ke B, C, D atau sebaliknya. PNS itu merupakan perekat NKRI dan bukan milik daerah atau pusat," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar dalam rapat dengan para rektor PTN, Kamis (26/1).
   
Diakuinya, pengetahuan masyarakat akan Pancasila dan UUD"45 mulai memudar. Apalagi di sekolah-sekolah, keduanya tidak lagi menjadi materi dasar. "Jarang sekarang anak sekolah atau mahasiswa hafal UUD"45 ataupun Pancasila. Karena itu ini akan kita tumbuhkan lagi. Bagi yang mau melamar CPNS harus kuasai benar tentang Pancasila dan UUD"45," tegasnya.  Di sisi lain Deputi SDM Aparatur KemenPAN&RB Ramli Naibaho, bagi daerah yang tahun ini akan melakukan rekruitmen CPNS, soal-soal maupun mekanismenya sudah tersusun. Pelaksanaannya diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat yaitu obyektif, transparan, dan bebas dari KKN.  "Soal-soal dan mekanismenya sudah disusun oleh konsorsium 10 PTN. Jadi bisa dijamin dan daerah pun tidak bisa lagi main mata dengan PTN," tegasnya.  Ditambahkannya dalam waktu dekat, akan dilakukan penandatanganan MoU antara KemenPAN&RB, Kementerian Dikbud, dan para rektor konsorsium 10 PTN.  
   
Sementara untuk penyelenggara, dalam rapat antara pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta puluhan rektor PTN, diputuskan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi ketua konsorsium 10 PTN penyelenggara seleksi CPNS secara transparan, bersih dan obyektif.  Itu berarti, setiap daerah yang akan menyelenggarakan test CPNS harus menggunakan materi dari konsorsium 10 PTN yang direkomendasikan Mendikbud tersebut. Ini agar, materi test CPNS-nya benar-benar teruji dan dijamin objektivitasnya.  "Ini sebagai tindak lanjut dari sembilan program penajaman dan percepatan reformasi birokrasi. Kalau sudah dimasak bagus-bagus, kemudian dicolok dengan tangan, nanti basi makanannya,” ujarnya.  Adapun konsorsium 10 PTN tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas pendidikan Indonesia (UPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas (Unand), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
   
Dia berharap, konsorsium 10 PTN yang direkomendasikan Mendikbud ini mampu mengubah citra pelaksanaan seleksi CPNS yang belakangan ini diwarnai dengan banyaknya kasus KKN. Bahkan ada sinyalemen itu merupakan salah satu ‘ATM’ bagi pimpinan daerah. "Memang selama ini, pemda bekerja sama dengan PTN dalam menyelenggarakan seleksi CPNS. Tetapi pada saat pengumuman hasil ujian, bukan PTN yang melakukan, tetapi pejabat pembina kepegawaian (PPK) daerah itu sendiri, yang sebelumnya bisa mengubah rangking nilai peserta. Yang menyedihkan, ada sejumlah rektor PTN yang tidak tahu bahwa PTN yang dipimpinnya ikut menyelenggarakan test CPNS," beber politisi PAN ini. Ditambahkannya, mestinya hasil ujian yang diselenggarakan PTN, selain diserahkan ke PPK, juga disampaikan kepada Menteri PAN&RB dan Kepala BKN. Hal itu bisa menghindari terjadinya kong kalingkong. “Untuk itulah saya mengajak ICW untuk ikut mengawasi pelaksanaan seleksi CPNS,” ucapnya. (Esy/jpnn)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Laba Bersih BNI Anjlok, Ini Penyebabnya
Laba Bersih BNI Anjlok, Ini Penyebabnya
JAKARTA - Semester pertama tahun ini, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk meraup laba bersih Rp 2,43 triliun. Capaian laba bersih tersebut anjlok 50,8 persen dibandingkan periode
Kapten Real Madrid Kehilangan Uang Rp45 Miliar
Kapten Real Madrid Kehilangan Uang Rp45 Miliar
SERGIO Ramos dilaporkan telah memperpanjang masa bakti kerjanya di Real Madrid hingga 2020. Pemain berusia 29 tahun
7 Sekolah Ini Dapat Jatah Formasi CPNS 2015
7 Sekolah Ini Dapat Jatah Formasi CPNS 2015
JAKARTA- Tujuh sekolah ikatan dinas mendapatkan jatah formasi CPNS 2015. Mereka ialah Sekolah Tinggi Sandi Negara milik Lemsaneg,
Mitra Radar