Berita
Pelajar Bangka Dekat dengan Aibon
Jum'at, 02 Desember 2011 09:22 WIB | Dibaca 764 kali
SUNGAILIAT - Menghisap lem Aibon saat ini menjadi permasalahan baruKat yang dialami remaja dan pelajar di Kabupaten Bangka.Beberapa pelajar setingkat SLTP di Sungailiat ditenggarai sudah kecanduan kebiasaan buruk tersebut.  Menurut Kasi Perencanaan dan Anggaran Dinkes Bangka Boy Chandra mengatakan, di beberapa titik di kota Sungailiat kerap dijadikan sebagai ajang “ngisap Aibon” yang diduga dilakukan oleh siswa SMP tersebut. “Kebetulan saya sempat berkeliling melewati beberapa tempat di Sungailiat yaitu di daerah sekitar Pelabuhan, simpang 3 Nangnung dan ke arah pantai Matras ada anak – anak bergerombol di tempat sepi. Ketika saya dekati ternyata  sedang “ngaibon”, ungkap Boy, Kamis (1/12).
   
Menurut Boy, kebiasaan tersebut harus segera ditinggalkan, karena selain merusak kesehatan dipastikan juga akan merusak mental.  "Beberapa waktu lalu ada anak yang dirawat. Anak tersebut sudah berobat ke puskesmas ternyata jaringan saraf otaknya sudah rusak akibat menghirup Aibon. Sehingga anak tersebut akhirnya putus sekolah karena bawaanya seperti orang ling lung dan lambat dalam berpikir. Menghirup lem Aibon ini berbahaya bagi kesehatan, karena dapat membuat sakaw serta dapat berfantasi, dimana di dalam lem aibon terkandung zat halusinogen . Jika dihirup dalam jangka waktu lama, pengguna juga rentan terhadap masalah kejiwaannya seperti mudah emosi, mudah bingung” jelasnya.
   
Untuk itu, Boy menyarankan kepada para orangtua jika melihat perubahan sikap anak harus dicurigai dan sesekali perlu melihat isi kamarnya. Kadang - kadang disangka belajar di kamar, tidak tahunya menghisap Aibon.   “Kami dari Dinkes arahnya akan memberikan penyuluhan. Kita sekarang gencar memberikan penyuluhan terhadap narkoba, padahal aibon juga berbahaya. Apalagi aibon ini mudah didapat sehingga mudah dilakukan. Kita pun tidak bisa mencegah orang untuk berjualan aibon karena ada juga manfaatnya. Kepada guru hendaknya harus memberikan peringatan kepada anak muridnya dan kepada orangtua memberikan peringatan bagi anaknya” tambahnya.(rif)





comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Kondisi Indonesia Saat Ini Mirip 1998
Kondisi Indonesia Saat Ini Mirip 1998
JAKARTA - Tingginya nilai tukar dolar AS dan lesunya kondisi ekonomi yang dipadukan dengan kekeringan panjang saat ini agak mirip dengan kondisi Indonesia saat mengalami krisis 1998.
Barcelona Sudah Dijual ke Qatar
Barcelona Sudah Dijual ke Qatar
BARCELONA Joan Laporta masih memiliki ambisi besar untuk menduduki Presiden Barcelona. Sebagai mantan presiden, Laporta tak tega melihat perubahan
Angklung Jadi Primadona di Jambore Pramuka Internasional
Angklung Jadi Primadona di Jambore Pramuka Internasional
YAMAGUCHI - Indonesia menggelar acara Indonesian Day di Jambore Internasional Pramuka ke-23 di Kirarahama, Yamaguchi, Jepang yang berlangsung hingga hari ini
Mitra Radar