Berita
Kementan Kekurangan Pegawai Ahli Pertanian
Sabtu, 28 Mei 2011 09:28 WIB | Dibaca 433 kali
JAKARTA (radarbangka.co.id) - Langkah perguruan tinggi menutup sejumlah program di Fakultas Pertanian seperti ilmu tanah dan pengendalian hama penyakit ternyata berdampak pada Kementerian Pertanian. Sekjen Kementan Hari Priyono, menyatakan, pihaknya saat ini mengalami kekurangan ahli pertanian.

Bahkan setiap kali dilakukan perekrutan pegawai pertanian di bidang tertentu, seringkali tidak ada yang melamar."Kementan sekarang jadi sulit mencari ahli pertanian. Ini karena beberapa program di Fakultas Pertanian dihapus. Misalnya program hama penyakit dan ilmu tanah," kata Hari di Jakarta, Jumat (26/5).

Untuk mengatasi kekurangan ahli pertanian tersebut, kementrian yang dipimpin Suswono itu terpaksa mengadakan sendiri tenaga yang dibutuhkan. Caranya, dengan memberikan pelatihan bidang-bidang tertentu pada pegawai yang ada.

Langkah ini diambil karena masalah pertanian semakin banyak. Sebut saja soal hama penyakit tanaman yang banyak dihadapi para petani.

"Kita memang berharap perguruan tinggi membuka kembali programnya, tapi kebijakannya kan tergantung perguruan tinggi," tandasnya seraya menambahkan, selain ahli pertanian, Kementan juga membutuhkan puluhan ribu tenaga penyuluh pertanian baik PNS, tenaga lepas harian, maupun penyuluh swadaya. (Esy/jpnn)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Acer Liquid E700 dengan 3 Kartu
Acer Liquid E700 dengan 3 Kartu
JAKARTA - Produsen komputer merk Acer semakin serius merambah bisnis Smartphone. Ini dibuktikan dengan diluncurkannya Acer Liquid E700 sebagai generasi terbaru.
Ronaldo Jadi Atlet Pertama Punya 100 Juta Fans di Facebook
Ronaldo Jadi Atlet Pertama Punya 100 Juta Fans di Facebook
MADRID - Cristiano Ronaldo tak henti-hentinya membuat rekor. Kali ini, megabintang Real Madrid itu membukukan rekor di luar lapangan. Ronaldo menjadi atlet pertama yang memiliki 100 juta fans di Facebook.
Wapres Luncurkan Kuliah
Wapres Luncurkan Kuliah "Online"
JAKARTA - Wakil Presiden Boediono meluncurkan kuliah dalam jaringan atau "online" yang diselenggarakan enam universitas di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemdikbud), Jakarta, Rabu (16/10) kemarin.
Mitra Radar