Berita
Kasus Dugaan Korupsi Sumur Bor. Hasil Audit BPK Masih Belum Jelas
Kamis, 27 Oktober 2011 10:34 WIB | Dibaca 381 kali
PANGKALPINANG - Meski sudah berjalan hampir satu tahun, hasil audit kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi sumur bor yang sedang ditangani Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih belum jelas. Padahal, kerugian negara akibat kasus tersebut diperkirakan lebih dari Rp 2 miliar.  Terkait gerak BPK yang dinilai lamban, Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Bangka Belitung mulai apatis dengan keseriusan aparat hukum dalam menangaki kasus korupsi sumur bor ini.
   
Mantan ketua Permahi, Zainul Arifin, Rabu (26/10) kemarin, mengatakan pihaknya tidak menyangka bila audit yang ditangani BPK bakal selama itu. Padahal, keseriusan mantan Kajati Faedhoni Yusuf sehingga kasus ini diproses sempat menimbulkan harapan besar atas pemberantasan korupsi level tinggi di Bangka Belitung.  “Kami awalnya apresiasi besar ketegasan dan keberanian pak Faedhoni Yusuf memproses kasus sumur bor ini. Namun, di tengah jalan justru kasus ini keberlanjutannya terkesan mandeg, bukan di Kejati tetapi di BPK. Aneh sekali BPK sampai terkesan lambat memproses audit kecil seperti ini,” ujarnya kepada RB.
   
Zainul menuturkan, keterlambatan audit ini memberi kesan perkara tersebut sengaja dipeti-eskan, karena pesanan pihak tertentu.“Kalau memang BPK serius dan tidak ingin bercitra buruk, yaitu terkesan pro korupsi, maka segera saja selesaikan auditnya. Biarlah kasus itu melaju ke persidangan agar para tersangka memperoleh ganjarannya,” tegasnya.  Terkait tudingan Permahi, pihak BPK melalui bidang Humas, M Yusmin, membantah tudingan yang menyatakan pihaknya mendapat intervensi dalam penanganan kasus korupsi tersebut.  “Silahkan buktikan saja kalau ada intervensinya, karena memang berkas audit tersebut ada di tangan BPK Pusat. Kami sedang menunggunya dan  kalaupun sudah turun segera kami serahkan pada pihak Kejaksaan,” tegasnya.
   
Sementara, Kasi Penyidikan Kejati Babel, Khaidirman, menuturkan akibat ketidakjelasan waktu keluarnya hasil audit membuat pelimpahan kasus ke persidangan menjadi tertunda.  “Tetapi kalau sudah selesai auditnya maka berkasnya tinggal dijilid lalu dakwaan,” tandasnya. (ydi)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Sambut Ceng Beng, Ko Aho Promo Diskon Hingga 20 Persen
Sambut Ceng Beng, Ko Aho Promo Diskon Hingga 20 Persen
PANGKALANBARU - Sebagai spesialis AC mobil Ko Aho yang berlamatkan di Jalan Koba (depan SPBU Kampung Dul) hadir terpercaya dibidangnya selama hampir 15 tahun. Selain memberikan pelayan terbaik, Ko Aho terus memberikan kepuasan-kepuasan kepada konsumennya.
Ketum PSSI tak Boleh Terlilit Masalah
Ketum PSSI tak Boleh Terlilit Masalah
JAKARTA- Mantan anggota Komite Eksekutif PSSI Ashar Suryobroto mengatakan, pengurus PSSI harus lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan terkait dengan Kongres PSSI pada 18 April nanti.
Deddy Kaget Ada Sekolah Belum Dialiri Listrik
Deddy Kaget Ada Sekolah Belum Dialiri Listrik
PANGKALPINANG - Beberapa sekolah di Kabupaten Bangka menjadi sorotan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Deddy Yulianto. Kaget dirasakan Deddy karena melihat kenyataan masih ada sekolah tersebut hingga saat ini belum dialiri listrik.
Mitra Radar