Berita
Kasus Dugaan Korupsi Sumur Bor. Hasil Audit BPK Masih Belum Jelas
Kamis, 27 Oktober 2011 10:34 WIB | Dibaca 286 kali
PANGKALPINANG - Meski sudah berjalan hampir satu tahun, hasil audit kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi sumur bor yang sedang ditangani Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih belum jelas. Padahal, kerugian negara akibat kasus tersebut diperkirakan lebih dari Rp 2 miliar.  Terkait gerak BPK yang dinilai lamban, Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Bangka Belitung mulai apatis dengan keseriusan aparat hukum dalam menangaki kasus korupsi sumur bor ini.
   
Mantan ketua Permahi, Zainul Arifin, Rabu (26/10) kemarin, mengatakan pihaknya tidak menyangka bila audit yang ditangani BPK bakal selama itu. Padahal, keseriusan mantan Kajati Faedhoni Yusuf sehingga kasus ini diproses sempat menimbulkan harapan besar atas pemberantasan korupsi level tinggi di Bangka Belitung.  “Kami awalnya apresiasi besar ketegasan dan keberanian pak Faedhoni Yusuf memproses kasus sumur bor ini. Namun, di tengah jalan justru kasus ini keberlanjutannya terkesan mandeg, bukan di Kejati tetapi di BPK. Aneh sekali BPK sampai terkesan lambat memproses audit kecil seperti ini,” ujarnya kepada RB.
   
Zainul menuturkan, keterlambatan audit ini memberi kesan perkara tersebut sengaja dipeti-eskan, karena pesanan pihak tertentu.“Kalau memang BPK serius dan tidak ingin bercitra buruk, yaitu terkesan pro korupsi, maka segera saja selesaikan auditnya. Biarlah kasus itu melaju ke persidangan agar para tersangka memperoleh ganjarannya,” tegasnya.  Terkait tudingan Permahi, pihak BPK melalui bidang Humas, M Yusmin, membantah tudingan yang menyatakan pihaknya mendapat intervensi dalam penanganan kasus korupsi tersebut.  “Silahkan buktikan saja kalau ada intervensinya, karena memang berkas audit tersebut ada di tangan BPK Pusat. Kami sedang menunggunya dan  kalaupun sudah turun segera kami serahkan pada pihak Kejaksaan,” tegasnya.
   
Sementara, Kasi Penyidikan Kejati Babel, Khaidirman, menuturkan akibat ketidakjelasan waktu keluarnya hasil audit membuat pelimpahan kasus ke persidangan menjadi tertunda.  “Tetapi kalau sudah selesai auditnya maka berkasnya tinggal dijilid lalu dakwaan,” tandasnya. (ydi)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Ekslusif Resto, LA Banca Coffee Garden & Family
Ekslusif Resto, LA Banca Coffee Garden & Family
PANGKALPINANG-Bagi anda yang suka nongkrong ditempat yang nyaman dan tenang sambil menikmati alunan musik serta suguhan makanan?. LA Banca Coffee Garden & Family Resto dapat menjadi pilihan anda.
Newcastle vs Liverpool, Jaga Momentum
Newcastle vs Liverpool, Jaga Momentum
NEWCASTLE-Laga menarik akan tersaji di St James` Park pada Sabtu (1/11) malam kala Newcastle United menjamu Liverpool dalam lanjutan Premier League pekan ke-10. Tim tamu bisa jadi akan menjalani laga yang cukup berat mengingat performa kedua tim yang berbeda cukup mencolok di beberapa laga terakhir.
Beasiswa LN Terancam Molor
Beasiswa LN Terancam Molor
JAKARTA - Lepasnya unit utama Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud ke Kementerian Riset Teknologi berpotensi mengganggu beasiswa mahasiswa di luar negeri (LN). Apalagi, jika otoritas yang mengurusi soal beasiswa itu tidak juga segera diberi tempat di Kemristek. Diprediksi, uang beasiswa itu terancam molor hingga tiga bulan.
Mitra Radar