Berita
Lada di Babar Kena Penyakit Kuning
Kamis, 11 Agustus 2011 00:37 WIB | Dibaca 165 kali
MUNTOK (radarbangka.co.id) - Tanaman lada di Kabupaten Bangka Barat (Babar) mulai diserang penyakit kuning daun seiring musim kemarau dalam sebulan ini. Penyakit kuning kini menghantui para petani yang baru mulai bergairah bertanam lada, namun belum juga menghasilkan sudah terserang bakteri, cendawan dan cacing yang menggerogoki akar dan daun lada sehingga pohon lada berangsur-angsur layu dan mati.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bangka Barat, Kemas Arfani Rahman, menjelaskan, ciri-ciri penyakit kuning ini juga bisa dilihat pada pangkal batang lada yang ditumbuhi jamur atau cendawan sehingga berlubang dan menjadi rapuh," ujarnya.
    Selain itu, kata dia, penyakit kuning juga disebabkan spesies cacing yang ukurannya jauh lebih kecil dibanding cacing biasa, masuk ke dalam akar hingga rusak dan mengurangi unsur hara tanah.
    "Sebenarnya penyakit kuning pada lada ini sudah terjadi sejak lama, namun para petani belum bisa mengatasinya karena pola penanganannya yang salah," ujarnya.
    Menurut dia, penanganan penyakit kuning yang dilakukan petani tidak sesuai dengan kajian sehingga bakterinya semakin kebal dan terus mencongkol pada tanaman lada.
    Ia mengatakan, pemerintah daerah sudah menemukan cara untuk membasmi penyakit kuning yang membahayakan tanaman lada petani yaitu melakukan "radioisotop" atau pembunuhan bakteri pada bibit lada.
    "Kami bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) untuk menangani penyakit lada dengan pola radioisotop dan pihak Batan sudah melakukan penelitian dengan turun langsung ke perkebunan lada petani," ujarnya.
   Pola kerja pembasmian bakteri lada dengan pola radioisotop ini yaitu dengan melakukan rekayasa genetik atau menyuntik bibit lada untuk membasmi bakterinya dan diyakini pola ini bisa mengatasi penyakit kuning serta menghasilkan bibit unggul lada.
    "Namun penerapan pola radioisotop ini tentu tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap dengan melakukan uji coba dulu di beberapa kawasan perkebunan lada dan diharapkan beberapa tahun ke depan membuahkan hasil yang diinginkan," ujarnya.
    Upaya seperti ini, kata dia, sejalan dengan program pemerintah daerah melakukan revitalisasi tanaman lada dengan membuka seluas 75 hektare lahan perkebunan lada yang tersebar pada enam kecamatan di Bangka Barat, sekaligus melakukan pembibitan unggul lada untuk meningkatkan kualitas dan produksi.
    Data Dishutbun Bangka Barat menyebutkan, luas tanaman lada saat ini mencapai 3.677,60 hektare dengan produksi mencapai 1.876,33 ton dan tahun ini ditargetkan produksi lada mencapai 2.000 ton.
    Seluas 3.677,60 hektare perkebunan lada tersebut tersebar di lima kecamatan yaitu Kecamatan Muntok 302 hektare, Simpang Tritip 1.771,75 hektare, Jebus 648,50 hektare, kelapa 459,80 hektare dan luas perkebunan lada di Kecamatan Tempilang 495,55 hektare.
    Seluas 302 hektare perkebunan lada di Kecamatan Muntok mampu memproduksi sebesar 226,62 ton, Simpang Tritip 892,22 ton, Jebus 228,30 ton, Kelapa 236,85 ton dan Kecamatan Tempilang mampu memproduksi 292,34 ton dengan total produksi dari lima kecamatan tersebut mencapai 1.876,33 ton. (rb/atr)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
Wedding Package Bumi Asih Hanya Rp 30 juta
PANGKALPINANG - Ingin membuat hari pernikahan Anda berkesan istimewa? Paket pernikahan Hotel Bumi Asih Pangkalpinang dapat menjadi pilihan tepat Anda dalam merencanakan pernikahan.
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
Bagi Minute Play saat Lawan Elche
VALENCIA - Bukan kalah atau menang yang menjadi target timnas senior Indonesia selama menjalani rangkaian tur Spanyol. Alfred Riedl selaku pelatih timnas senior hanya ingin melakukan evaluasi dalam laga uji coba di Negeri Matador tersebut.
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah
Kembali Bersekolah - Siti Aisyah Pulungan (8) mencium ayahnya Muhammad Nawawi Pulungan (54) yang dirawat di RS Pirngadi pada hari pertama ia kembali bersekolah di Medan, Sumut, Jumat (21/3). Sejak setahun terakhir Aisyah tidak ke sekolah karena merawat ayahnya yang sakit di atas becak. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Mitra Radar