Berita
Kemdiknas Percepat Pencairan Dana BOS
Sabtu, 23 Juli 2011 15:47 WIB | Dibaca 411 kali
JAKARTA (radarbangka.co.id) - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) terus  berupaya memenuhi 100 persen biaya operasional sekolah nonpersonalia. Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal mengatakan, pemenuhan biaya yang semula dianggarkan pada 2012, akan dipercepat mulai awal tahun ajaran baru ini. Pasalnya, selama ini Biaya Operasional Sekolah (BOS) hanya mampu menopang  70 persen.
Menurut Fasli, sisa pemenuhan 30 persen anggaran sudah dimasukkan ke dalam pagu indikatif 2012. Kebijakan itu juga sudah mendapatkan persetujuan dari pemerintah dan Komisi X DPR. "Tetapi karena Presiden dan Menkokesra melihat ini penting, ada arahan supaya kalau ada peluang dipercepat sejak awal tahun ajaran baru ini," terang Fasli di Jakarta, Jumat (22/7).
Saat ini, Kemdiknas tinggal menunggu arahan lebih lanjut dari Wakil Presiden sebagai Ketua Komite Pendidikan dan Menkokesra sebagai ketua hariannya. "Nanti  beliau akan membuat pernyataan-pernyataan, yang artinya 30 persen ini harus secepatnya," kata Fasli.
Lebih laniut Fasli mengatakan bahwa untuk memenuhi 100 persen biaya operasional pendidikan dari dana BOS 2012, dibutuhkan hampir Rp 7,5 triliun dana tambahan. Jika realisasinya dimajukan pada Juli-Desember tahun ini, maka diperlukan dana tambahan Rp 3,7 triliun agar memenuhi 100 persen biaya operasional sekolah secara nasional.
Biaya operasional pendidikan meliputi biaya operasional personalia dan nonpersonalia. Untuk biaya operasional personalia meliputi gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. Sedangkan biaya nonpersonalia meliputi alat tulis sekolah, alat dan bahan habis pakai, pemeliharaan dan perbaikan, dan biaya pelaporan.
Fasli menyebutkan, dana BOS pada awal 2006 hanya Rp 5 triliun. Namun kini jumlahnya meningkat menjadi Rp 16 triliun. Dengan tambahan BOS dari Kementerian Agama, maka total keseluruhannya Rp 20 triliun. "Kita berharap di SD dan SMP semua biaya operasi nonpersonalia ini harus tuntas ditangggung oleh dana BOS," ujarnya. (Cha/jpnn)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Kondisi Indonesia Saat Ini Mirip 1998
Kondisi Indonesia Saat Ini Mirip 1998
JAKARTA - Tingginya nilai tukar dolar AS dan lesunya kondisi ekonomi yang dipadukan dengan kekeringan panjang saat ini agak mirip dengan kondisi Indonesia saat mengalami krisis 1998.
Barcelona Sudah Dijual ke Qatar
Barcelona Sudah Dijual ke Qatar
BARCELONA Joan Laporta masih memiliki ambisi besar untuk menduduki Presiden Barcelona. Sebagai mantan presiden, Laporta tak tega melihat perubahan
Angklung Jadi Primadona di Jambore Pramuka Internasional
Angklung Jadi Primadona di Jambore Pramuka Internasional
YAMAGUCHI - Indonesia menggelar acara Indonesian Day di Jambore Internasional Pramuka ke-23 di Kirarahama, Yamaguchi, Jepang yang berlangsung hingga hari ini
Mitra Radar